Pesona Taman Nasional Laut (TNL) Bunaken, Manado

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Taman Nasional Laut (TNL) Bunaken, Manado di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memiliki potensi-potensi pariwisata yang spesifik.

Perairan gugusan pulau Bunaken, pulau Manado Tua, dan pulau Siladen di wilayah Kota Manado dan pulau Mantehage serta pulau Nain di wilayah Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) diresmikan sebagai Taman Nasional Laut (TNL) Bunaken oleh Presiden RI pada tanggal 24 Desember 1991.

Taman Nasional Laut ini memiliki potensi-potensi pariwisata yang spesifik, sebagai berikut :

Potensi biologis daratan : Kaya dengan berbagai jenis flora kelapan, palma, sagu, silar, dan woka, dengan fauna spesifik, yaki (kera hitam sulawesi) dan kuskus.

Habitat mangrove dan padang lamun : Pencegah erosi garis pantai; kaya dengan berbagai jenis kepiting, umang, mollusca dan ikan-ikan muda, sebagai tempat ikan bertelur dan berkembang, juga merupakan habitat bagi jenis duyung, penyu laut dan burung laut.

Habitat pantai pasir : Dengan pantai pasir putih yang bertopografi landai, kaya dengan kehidupan berbagai jenis kepiting dan udang.

Habitat terumbu karang : Hamparan terumbu karang ini, terutama yang terletak di perairan pulau Bunaken, lebarnya dapat mencapai 2.5 km. Yang sangat spesifik adalah formasinya yang dimulai dengan karang datar di kedalaman ± 5 meter, kemudian membentuk bukit-bukit di bawah air, sampai ke tebing vertikal ke bawah (drop off) yang ratusan meter (underwater greatwalls). Di habitat ini, terutama pada tebing bawah air, memiliki banyak sekali gua, ceruk dan rekahan yang tertutup sponge beraneka warna, dan dihuni berbagai jenis vertebrata dan invertebrata laut. Selain karang, terdapat pula biota laut lainnya seperti akar bahar, karang kipas, karang lunak, hydroid penyengat, cacing laut, bintang laut, teripang, kima bahkan sampai kima raksasa yang ukurannya dapat mencapai satu meter. Habitat ini dihuni oleh beraneka macam ikan yang jumlahnya mencapai lebih dari 2.000 jenis, seperti wrasse, damsel, trigger, sweetlip, unicoern, dan beberapa jenis ikan langka, seperti jenis ikan Napoleon, dan jenis ikan purba yaitu ikan Raja Laut (Coelacanth) yang semula diperkirakan sudah punah, dan sejauh ini diketahui habitatnya hanya ada di perairan Kepulauan Grande Comorro & Anjou. Habitat terumbu karang inilah yang merupakan zona wisata yang paling atraktif dan menarik.

Habitat laut dalam : Salah satu keunikan lain Taman Nasional Bunaken adalah kedalaman laut yang memisahkannya dengan dataran Sulawesi yang kedalamnya dapat mencapai 1.000 meter. Kedalam ini menjadi semacam barrier yang mengurangi tingkat kerusakan Taman Nasional Bunaken sebagai akibat pengotoran yang berasal dari daratan Kota Manado. Perairan ini menjadi jalur yang sering dilalui oleh jenis-jenis ikan besar seperti tuna, marlin, hiu kepala palu, pari, layar, cakalang, barracuda, lumba-lumba bahkan ikan paus.

Daya tarik kehidupan bawah air di perairan Taman Nasional Laut Bunaken ini yang sangat variatif, spesifik, unik dan excotic, telah menyebabkan kawasan ini telah menjadi primadona pariwisata Sulawesi Utara yang tumbuh sebagai salah satu objek wisata bahari yang terkenal di dunia. Hal ini disebabkan oleh dekatnya lokasi ini dengan kota Manado yaitu hanya sekitar 6 km dari kawasan Pusat Kota, atau dari Tongkeina di Tanjung Pisok bahkan hanya 3,5 km. Akses ke lokasi ini juga sangat lancar; dapat ditempuh dengan speedboat dalam waktu 20 s/d 60 menit. Di kawasan ini telah dikembangkan jalur-jalur penyelaman, antara lain pada lokasi-lokasi sebagai berikut :

Pulau Bunaken : 11 titik, yaitu Lekuan 1,2,3, Fukui, Mandolin, Tanjung Parigi, Pangalisang, Muka Kampung, Sachiko Point dan Bunaken Timur.

Pulau Manado Tua : 5 titik, yaitu Buwalo, Pangalingan, Negeri dan Tanjung Kopi.

Pulau Siladen : 2 titik yaitu Siladen 1 dan 2.

Selain itu terdapat pula :

Jalur wisata permukaan air berperahu Katamaran, Jalur wisata tracking ke puncak gunung Manado Tua, dan Wisata pantai.

Untuk menikmati potensi bawah laut tersebut, tersedia jasa wisata penyelaman (diving) diantaranya adalah :

Nusantara Diving Club (NDC) yang berpangkalan di Molas, Barracuda Dive Resort di Molas, Thallasa Diving Center di Tongkaina, Manado Sea Garden Adventures di Malalayang, Murex di Kalasey, dan lain-lain.

Mari Jo Ka Manado di Sulawesi Utara untuk menikmati wisata bahari yang mempesonakan bagi siapa saja yang datang berkunjung,-

Bagikan Artikel Ini
img-content
N Raymond Frs

Seorang Amtenar Pemerhati Pariwisata Daerah Sulawesi Utara

0 Pengikut

img-content

Kegiatan Usaha Hiburan dan Rekreasi Pariwisata

Selasa, 15 Oktober 2019 18:10 WIB
img-content

Akses Ke Wilayah Kepulauan Sulawesi Utara

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler