Buruk Muka Kampus UNJ - Analisa - www.indonesiana.id
x

Indonesiana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Buruk Muka Kampus UNJ

    Dibaca : 1.716 kali

     

     

    Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Mohamad Nasir mencopot Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Djaali, patut diapresiasi. Berbagai kasus yang membelit Djaali--dari nepotisme di kampus, pengelolaan program pascasarjana yang amburadul, sampai plagiarisme--telah mencoreng dunia pendidikan dan akal sehat.??

     

    Yang patut disesalkan, Menteri Nasir lamban mengambil sikap, sehingga seolah membiarkan masalah itu terlalu lama berlarut-larut dan berakar di UNJ. Pemberhentian sementara Djaali sejak Senin lalu harus segera dipermanenkan. Alasan pemberian sanksi final, yakni menunggu penelusuran masalah pengelolaan program pascasarjana, sungguh tidak tepat.??

     

    Menteri Nasir tak perlu merisaukan pengaduan Djaali ke polisi atas pemberhentiannya. Kredibilitas Djaali sebagai pemimpin lembaga pendidikan tinggi sudah hancur setidaknya akibat praktik nepotisme dengan menjejalkan sejumlah anak dan menantunya menjadi dosen dan staf kampus. Sedangkan kasus miss management dan kecurangan dalam program doktoral hanya menambah daftar kegagalan Djaali dalam memimpin UNJ.

     

    Kehidupan di kampus UNJ telanjur tak sehat dan penuh kasak-kusuk curiga selama lebih dari setahun. Pada awal September lalu, misalnya, para dosen dengan bendera Aliansi Dosen UNJ Bersatu melaporkan Djaali ke Komisi Ombudsman Nasional. Mereka membawa serta data dugaan kolusi, korupsi, dan nepotisme rezim Djaali di UNJ.??

     

    Pengaduan Aliansi Dosen UNJ itu merupakan serangan balik atas laporan Djaali ke Kepolisian Resor Jakarta Timur sebelumnya. Pada 22 November 2016, dia melaporkan sejumlah dosen yang kritis terhadap kepemimpinannya menyusul beredarnya infografis dugaan KKN Djaali di grup obrolan WhatsApp para dosen UNJ. Pekan lalu, giliran Forum Alumni UNJ mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat perihal plagiarisme di kampus berikut sepak terjang Djaali. Djaali tak tinggal diam. Beserta petinggi UNJ, dia malah akan menyusun buku putih tentang para mantan rektor yang keluarganya menjadi pegawai di UNJ.

     

    Investigasi Tempo pada Agustus lalu menghasilkan temuan doktor-doktor  karbitan dari UNJ.  Dimulai pada 2009, program S-3 UNJ sarat kejanggalan dan pelanggaran: kuliah tak perlu lama dan disertasi hasil plagiat pun diloloskan. Bahkan, Tim Evaluasi Kinerja Akademik dari Kementerian Ristekdikti menemukan manipulasi nomor induk dan absensi. Juga seorang promotor yang membimbing puluhan mahasiswa.??

     

    Kurang apa lagi? Tidak ada alasan bagi Menteri Nasir menunda pemecatan Djaali secara definitif. Selanjutnya, Nasir harus memastikan sejumlah perbaikan dilakukan di UNJ dalam waktu singkat. Di antaranya memilih rektor baru yang mampu memperbaiki kualitas akademis sekaligus menaikkan mental civitas akademika UNJ, mengganti pejabat-pejabat bidang akademis bawahan Djaali, mengusut tuntas plagiarisme di UNJ, mempidanakan siapa pun yang terlibat, serta mengevaluasi seluruh proses akademis di semua program.

     

    Editorial Koran Tempo Kamis, 28 September 2017


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.