Siswa Kelas 9 dan 12 Bandung Mengikuti Workshop Industrial dan Engineering UPH

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Bandung 6 Oktober 2017 di sekolah Cahaya Bangsa Classical School diadakan sebuah career day yang bertujuan untuk membuka wawasan

Di sekolah Cahaya Bangsa Classical School Bandung diadakan sebuah career day yang bertujuan untuk membuka wawasan dan mempersiapkan para siswa kelas 9 sampai 12 dalam memasuki dunia perkuliahan. 

Berbagai institusi pendidikan hadir di acara ini untuk memberikan informasi kepada para siswa dan orang tua yang hadir.

Perwakilan UPH terlibat dalam acara career day ini bersama 56 institusi pendidikan lainnya baik dari dalam negeri maupun luar negeri diantaranya dari Singapore, Swiss, Amerika, Australia, Jepang, China, Inggris, hingga Kanada. 

Menurut Martin,  guru Matematika Cahaya Bangsa Classical School sekaligus Event Coordinator acara Career Day, acara ini tidak hanya ditujukan untuk para siswa tetapi juga para orang tua. Karena masih banyak orang tua yang melihat dunia pendidikan dari persepektif mereka dulu sekolah. Sementara jaman sudah semakin berkembang.

“Kami berharap melalui acara ini para siswa sudah punya gambaran ke depan dan membekali orangtua agar punya perspektif yang berbeda. Jaman sekarang sudah berbeda. Karena itu kami ingin agar orang tua aware terhadap passion anak-anaknya. Jangan terlalu memaksakan kehendak pada mereka dengan berpikir suatu pekerjaan adalah pekerjaan yang menjanjikan, pekerjaan yang ideal buat mereka. Banyak sekali jenis pekerjaan yang baru dan menjanjikan dimana siswa juga bisa berkarya dengan maksimal”, papar Martin.

Terdapat berbagai rangkaian kegiatan untuk mendukung tujuan tersebut. Di antaranya adalah college adviser info yaitu sebuah sosialisasi lapangan pekerjaan yang saat ini ada, dan juga Aptitude test, sebuah tes untuk mengetahui bakat dan kelebihan dari para siswa. Tes ini akan dilanjutkan dengan pembahasan tentang bagaimana cara membaca hasil tes tersebut, yaitu bagaimana mulai memikirkan dan mensinkronkan hasil dengan pilihan yang akan dipilih.

Untuk memberi gambaran tidak hanya dari segi teori, berbagai macam workshop dihadirkan oleh universitas untuk memperkenalkan aplikasi ilmu di dunia sehari-hari dan berbagai profesi.

Dalam sesi ini, UPH melalui Industrial Engineering menghadirkan workshop Sorting Machine yang dibawakan oleh Laurence, MT. Adalah sebuah simulasi prinsip proses pemilihan di dalam dunia industri.

Pada workshop ini, para peserta siswa yang terdiri dari kelas 9 sampai 12 diminta untuk merakit sebuah mesin dengan perhitungan sudut tertentu serta pertimbangan material, getaran dan sebagainya. Dimana mesin tersebut saat dinyalakan akan menyortir barang secara otomatis dari kategori masing-masing.

“Workshop ini sendiri bertujuan agar para peserta lebih mengerti tentang prinsip quality dan product design dalam dunia industri yang sebenarnya. Mengerti bahwa sebetulnya banyak hal di sekitar kita yang menggunakan prinsip kualitas. Namun kita sering tidak sadar, bahkan di dalam hal-hal yang sederhana. Serta apa yang mereka pelajari di SMA tentang sudut dan getaran, ternyata valid dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari”, jelas Laurence.

Di samping workshop dari Teknik Industri, UPH juga membawakan workshop dari Teknik Sipil yang difasilitasi oleh Dr. –Ing Jack Widjajakusuma, dosen UPH. Dimana para siswa diajak untuk membangun jembatan dengan memanfaatkan material secara optimal dan efisien. Mereka diberikan teori singkat perancangan dan perhitungan yang optimal dalam membuat sebuah jembatan untuk dapat menahan beban tertentu, dengan material spaghetti.  

“Prinsipnya yaitu dari pembentukan sebuah material yang dapat menahan beban berat dari semisal 40x berat material itu sendiri. Intinya yaitu pengaplikasian sebuah prinsip efisiensi dari pengoptimalan sebuah materi”.

Workshop dari Teknik Sipil ini bertujuan untuk memperkenalkan tentang Teknik Engineering secara lebih mendalam serta menumbuhkan minat dari para murid pada bidang teknik dari sejak dini.

“Karena kita tahu bahwa sebenarnya roda utama dari ekonomi atau apapun sebuah produksi itu berawal dari engineering. Seperti contohnya untuk menumbuhkan ekonomi diperlukan peningkatan infrastruktur sebanyak 3-4 kali. Apabila ingin meningkatkan kemajuan sebuah daerah, transportasi merupakan suatu prioritas. Karena itu disini dibutuhkan keahlian dari engineering”, jelas Jack.

Antusiasme para peserta sangat terasa. Setelah menyelesaikan sesi workshop selama kurang lebih 2 jam, mereka berfoto dan membawa pulang hasil kerja keras bersama. (tm)

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Tiur Melanda

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler