x

Iklan


Bergabung Sejak: 1 Januari 1970

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Kenapa Kamu Gak Siap Pensiun?

Banyak orang kerja gak siap pensiun, mengapa? Karena gak punya dana yang cukup untuk membiayai hidup saat tidak bekerja lagi.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kenapa Kamu Gak Siap Pensiun?

Sebut saja, Mawar (45) kini tak bisa lagi menyembunyikan kegundahannya. Seperti tahun lalu, tahun ini mungkin juga tahun depan pun ia harus mengeluarkan banyak biaya. Selain untuk biaya sekolah anak, belum lagi kebutuhan hidup sehari-harinya. Maklum, Mawar seorang wanita karir yang single parent. Ia kian menyesal, karena tidak menyiapkan dana pendidikan anak-anaknya sejak dulu.

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tahun ini, Mawar giliran memasukkan putra keduanya di SMA. Sementara tahun depan, putra pertamanya juga akan masuk kuliah. Pontang-panting Mawar mencarikan dana sekolah anak-anaknya. Sementara ia sendiri, mungkin 10 tahun lagi harus pensiun. Berhenti bekerja karena usia pensiun telah tiba.

 

Kini, Mawar mengakui. Dia selama ini tidak pernah menyadari akan muncul masalah-masalah keuangan di masa dating. Entah itu biaya sekolah anak, atau mungkin biaya sehari-hari yang harus dipenuhi saat masa pensiunnya tiba.

 

Sebagai pekerja, Mawar sadar betul. Menabung untuk hari tua memang sangat diperlukan. Apalagi biaya hidup, dari yang kecil hingga yang besar, harus muncul da nada setiap hari. Dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun, biaya apapun akan terus meningkat. Di saat masih bekerja, mungkin tidak masalah bagi Mawar. Tapi kini Mawar kian “ketakutan”, gimana jika dia sudah pensiun? Dari mana ketersediaan dana untuk memenuhi kebutuhannya bisa dipenuhi?

 

Mawar, mungkin pekerja lainnya, tentu akan semakin khawatir dengan masa pensiunnya. Jangan di masa pensiun, di masa bekerja saja dia harus pontang-panting memenuhi kebutuhan dan biaya yang harus ditanggungnya.

 

Bercermin dari kasus Mawar, sangat wajar bila pekerja di Indonesia pasti tidak siap untuk pensiun. Maka, masa pensiun akan semakin menakutkan. Apa yang bisa diperbuat, bila seorang pekerja tiba-tiba harus berhenti bekerja? Atau masa pensiunnya tiba?

 

Faktanya, banyak pekerja di Indonesia memang tidak siap pensiun.

Mengapa tidak siap? Setidaknya ada 2 alasan. Satu, karena sekitar 70 persen pensiunan (orang yang sudah tidak bekerja) mengalami masalah keuangan. Kedua, karena tidak adanya sumber pendanaan untuk membiayai hidup dan kebutuhan di masa pensiun.

 

Masa pensiun pasti tiba. Hari tua pasti datang.

Setiap pekerja pasti akan pensiun, setiap pekerja pasti menemui hari tua. Masalahnya, apakah mereka punya cukup dana untuk membiayai dirinya sendiri atau keluarganya di masa pensiun? Sementara saat ini, tidak banyak pekerja yang sudah menyiapkan masa pensiunnya. Sedikit sekali pekerja yang sudah memiliki dana pensiun, sebagai program untuk memastikan ketersediaan dana di masa pensiun.

 

Setiap pekerja sadar masa pensiun akan tiba. Setiap pekerja pun tahu pentingnya menyiapkan dana pensiun. Tapi nyatanya, tidak banyak pekerja yang betul-betul serius menyiapkan dana pensiun untuk hari tuanya. Selama ini, banyak pekerja hanya hanya memikirkan kerja dan kerja setiap hari. Tanpa mau menyisihkan uang atau sebagian gajinya untuk masa pensiun. Sementara orang bekerja atau pekerjaan sendiri, tidak akan awet selamanya. Sementara risiko yang akan terjadi di masa pensiun, di saat tidak bekerja lagi sama sekali belum disiapkan.

 

Sungguh, pekerja sama sekali tidak siap pensiun.

Masa pensiun menjadi sesuatu yang menakutkan. Masa pensiun seringkali terlambat disadari. Bahkan masa pensiun masih dianggap sepele. Hingga waktunya tiba, panik dan menakutkan. Masa pensiun bisa disesali. Karena selama bekerja, banyak pekerja yang bergaya hidup konsumeris dan hedonis. lebih senang membeli yang “ingin” bukan yang “butuh”.

 

Siapapun pekerjanya, masa pensiun pasti tiba.

Untuk itu, mempersiapkan masa pensiun sejak dini harus dilakukan. Jika tidak, maka banyak pekerja dibuat kalang kabut bila masa pensiunnya tiba. Pekerja yang tidak siap pensiun. Karena tidak adanya dana yang cukup untuk masa pensiun.

 

Apa sebabnya? Setidaknya ada 4 sebab yang bikin pekerja tidak siap pensiun:

  1. Tabungannya tidak mencukupi sampai masa pensiun tiba
  2. Semakin meningkatnya biaya hidup dan kebutuhan dari tahun ke tahun
  3. Terlalu gemar pada gaya hidup dan jiwa konsumerisme
  4. Tidak pernah mengikuti program dana pensiun

 

Sungguh, bekerja bukan Cuma untuk “hari ini” tapi juga untuk “hari esok”. Oleh karena itu, mempersiapkan masa pensiun sejak dini, sejak usia masih muda menjadi penting dilakukan. Caranya, dengan mengikuti dana pensiun. Baik ikut serta dana pensiun melalui pemberi kerja atau secara individual. Milikilah program dana pensiun sejak muda. Karena di dana pensiun, semakin muda dan semakin lama menyisihkan dana maka semakin banyak pula akumulasi dana pensiun yang dimilikinya.

 

Ketahuilah, setiap pekerja pastinya membutuhkan 70%-80% dari gaji terakhirnya di masa pensiun. Itu yang disebut dengan “tingkat penghasilan pensiun”. Artinya, bila gaji terakhir Rp. 10 juta maka saat pensiun dibutuhkan dana Rp. 7-8 juta untuk bisa memenuhi kebutuhan dan gaya hidup sehari-hari.

 

Oleh karena itu, setiap pekerja harus tahu dana yang harus dicapai saat pensiun, harus paham instrumen investasi yang pas untuk dana pensiunnya, dan harus tahu berapa dana yang harus disisihkan untuk mencapai tujuan keuangan di masa pensiun.

 

Maka, mulailah ikut serta pada program dana pensiun. Agar tujuan keuangan di masa pensiun bisa tercapai. Agar masa pensiun bisa dijalani dengan nyaman dan sejahtera. Jangan pernah menunda untuk menyisihkan dan pensiun dari sekarang, dari sejak muda di saat masih bekerja.

 

Kenapa dana pensiun penting? Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kelak di masa pensiun nanti. Sungguh, mempersiapkan dana pensiun pasti lebih baik daripada tidak mempersiapkannya… Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau tidak sekarang, siapa lagi? …. #LiterasiPensiun #YukSiapkanPensiun #SadarPensiun

Ikuti tulisan menarik lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu