x

Iklan

Maydelin Tandipuang

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Wlliam D. Wanane, Mahasiswa Papua di FK UPH

Mengabdi sebagai dokter di pedalaman Papua adalah cita-cita William D. Wanane sejak kecil. Cita-cita tersebut kini tinggal selangkah ia rengkuh.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

William Disraeli Wanane awalnya hanya bercita-cita menjadi dokter karena melihat aktivitas dokter yang dilakoni tantenya di pedalaman Papua. William kecil yang masih duduk di bangku TK sangat senang bila diajak tantenya saat mengobati serta memberikan edukasi kepada pasien. Kenangan tersebut ia bawa dalam hatinya hingga tak ada cita-cita lain selain menjadi dokter.

William pun mulai menyusun rencana untuk dapat menempuh pendidikan kedokteran secara formal. Sejak duduk di bangku sekolah menengah ia sudah menyukai pelajaran Biologi dan Bahasa Inggris sebagai bekalnya belajar ilmu kedokteran.

Kesempatan itu pun datang saat ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jayapura. Berhasil masuk di sekolah unggulan membuatnya mengincar beasiswa Pemerintah Daerah (Pemda) Papua untuk belajar kedokteran. Ia memilih kuliah di Fakultas Kedokteran UPH, namun sebelumnya ia mendapatkan kesempatan kuliah di Corban University di USA pada tahun 2009. Ternyata jalan mencapai cita-citanya tidak semudah yang ia bayangkan. Di USA, ia harus mengambil Preparatory Program for Medical School dengan program studi Health Sciences terlebih dahulu selama 4 tahun, baru bisa melanjutkan program studi kedokteran.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Rintangan yang ia hadapi tidak sampai di situ saja. Saat tahun ketiga kuliah, ia mendapat kabar beasiswa yang ia terima tidak akan lagi dilanjutkan di program studi kedokteran. William pun memutar otak. Ia tetap terus menjalankan jenjang Preparatory program tersebut hingga lulus dan mendapatkan gelar B.Sc. in Health Sciences. Sebelumnya ia sudah menemui petinggi Corban University, Sheldon Nord, untuk menceritakan masalah kelanjutan studinya. 

Di saat itulah Tuhan membukakan jalan. Karena adanya kerja sama yang terjalin antara Corban University dan UPH, maka William pun diarahkan untuk melanjutkan pendidikannya di Fakultas Kedokteran (FK) UPH. Sejak awal ia memang sudah memilih UPH karena ia ingin kembali ke Indonesia dan mengabdi sebagai dokter di Papua.

Tanpa proses yang rumit, William berhasil diterima sebagai mahasiswa beasiswa FK UPH. Saat di UPH, ia pun harus mengikuti perkuliahan dari awal dan menjadi mahasiswa baru pada tahun 2013. Meskipun begitu, William sangat bersyukur karena melalui beasiswa ini, ia bisa menapaki selangkah lagi cita-citanya untuk mengabdi sebagai dokter di Papua.

William juga semakin bersyukur karena UPH memberikannya fasilitas penunjang pembelajaran yang sangat lengkap, baik dari segi laboratorium, alat-alat kedokteran, sampai para dosen merangkap dokter yang sangat aktif dalam melakukan penelitian dan publikasi. Menurut William, itu semua sangat sebanding dengan biaya kuliah yang ditawarkan UPH.

Saat ini William sedang menjalani koas di Puskesmas Kutabumi, Tangerang. Selama menjalani koas, ia merasa passion nya dalam hal menolong pasien serta memberikan edukasi kepada masyarakat bisa tersalurkan. Karna itu, setelah lulus nanti William berharap ia bisa melanjutkan pelayanannya sebagai dokter di pedalaman Papua. (it)

Ikuti tulisan menarik Maydelin Tandipuang lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Puisi Kematian

Oleh: sucahyo adi swasono

Sabtu, 13 April 2024 06:31 WIB

Terkini

Terpopuler

Puisi Kematian

Oleh: sucahyo adi swasono

Sabtu, 13 April 2024 06:31 WIB