Konflik Terbesar Sepanjang Sejarah Umat Manusia - Analisa - www.indonesiana.id
x

danar dono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 Juli 2019

Rabu, 11 September 2019 07:51 WIB
  • Analisa
  • Pilihan
  • Konflik Terbesar Sepanjang Sejarah Umat Manusia

    Dibaca : 393 kali

    Perjalanan hidup manusia sepanjang waktu senantiasa diwarnai konflik yang tak berkesudahan. Tapi tahukah anda konflik terbesar yang mewarnai peradaban dunia sepanjang zaman? Ialah konflik batin, pernahkah anda mengalaminya? Ketika anda bimbang, sedih, khawatir, malu, kecewa, menyesal, kesepian, takut, merasa hina, itu semua adalah konflik batin.

    Apa akibatnya? Tragedi dikeluarkannya Adam dari jannah, pembunuhan manusia pertama, hingga jatuhnya manusia ke lembah kemaksiatan bermula dari konflik batin.

    Apa konflik batin itu? Ketika anda menginginkan sesuatu secara naluriah (baca: id) tapi bertentangan dengan nilai-nilai universal (baca:superego), hingga anda merasa bimbang harus bertindak seperti apa (baca: ego lemah), itulah konflik batin. Sepanjang hidupnya kita senantiasa mengalami konflik ini. Ada yang berhasil, ada pula yang gagal menanganinya.

    Dan konflik batin yang sangat berbahaya bagi kaum muda zaman ini adalah konflik romantika. Berapa banyak kaum muda yang jatuh dalam kehinaan karena konflik ini? Barangkali anda menyukai seseorang, tapi tak sampai hati karena alasan-alasan tertentu, sehingga batin anda bergejolak.

    Barangkali anda melihat kaum muda di sekitar anda memperlakukan anda seperti orang aneh karena berbeda dari kebiasaan hedonic di sekitar anda. Hal ini tentu menimbulkan kebimbangan hingga kecemasan batiniah. Tenanglah! Anda tidak sendiri, Nabi Yusuf as pun pernah mengalaminya. Ketika beliau digoda oleh perempuan rupawan, ningrat, lagi kaya untuk menundukkan dirinya. Naluri lelaki mana yang tak menafikannya?

    Namun, itu semua adalah ujian untuk menguji siapa hamba-Nya yang bersyukur atau kufur. Andai Yusuf as tidak melihat tanda Tuhannya, tentu ia telah celaka. Namun kekuatan imannya telah menyelamatkannya dari kekejiaan. (QS. [12]:23-24)

    Karena itu, barangkali konflik batin semacam ini menimpa diri kita dalam manifestasi lain. Ketika hal itu terjadi, ingatlah tanda Allah dalam kesadaran kita, lalu katakanlah: “audzubillah”, dan kuatkanlah diri kita untuk berpaling darinya menuju kesalehan. Itulah hamba yang mukhlis.

    #konflik #batin


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.