Konflik Terbesar Sepanjang Sejarah Umat Manusia - Analisa - www.indonesiana.id
x

danar dono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 Juli 2019

Rabu, 11 September 2019 07:51 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Konflik Terbesar Sepanjang Sejarah Umat Manusia

    Dibaca : 500 kali

    Perjalanan hidup manusia sepanjang waktu senantiasa diwarnai konflik yang tak berkesudahan. Tapi tahukah anda konflik terbesar yang mewarnai peradaban dunia sepanjang zaman? Ialah konflik batin, pernahkah anda mengalaminya? Ketika anda bimbang, sedih, khawatir, malu, kecewa, menyesal, kesepian, takut, merasa hina, itu semua adalah konflik batin.

    Apa akibatnya? Tragedi dikeluarkannya Adam dari jannah, pembunuhan manusia pertama, hingga jatuhnya manusia ke lembah kemaksiatan bermula dari konflik batin.

    Apa konflik batin itu? Ketika anda menginginkan sesuatu secara naluriah (baca: id) tapi bertentangan dengan nilai-nilai universal (baca:superego), hingga anda merasa bimbang harus bertindak seperti apa (baca: ego lemah), itulah konflik batin. Sepanjang hidupnya kita senantiasa mengalami konflik ini. Ada yang berhasil, ada pula yang gagal menanganinya.

    Dan konflik batin yang sangat berbahaya bagi kaum muda zaman ini adalah konflik romantika. Berapa banyak kaum muda yang jatuh dalam kehinaan karena konflik ini? Barangkali anda menyukai seseorang, tapi tak sampai hati karena alasan-alasan tertentu, sehingga batin anda bergejolak.

    Barangkali anda melihat kaum muda di sekitar anda memperlakukan anda seperti orang aneh karena berbeda dari kebiasaan hedonic di sekitar anda. Hal ini tentu menimbulkan kebimbangan hingga kecemasan batiniah. Tenanglah! Anda tidak sendiri, Nabi Yusuf as pun pernah mengalaminya. Ketika beliau digoda oleh perempuan rupawan, ningrat, lagi kaya untuk menundukkan dirinya. Naluri lelaki mana yang tak menafikannya?

    Namun, itu semua adalah ujian untuk menguji siapa hamba-Nya yang bersyukur atau kufur. Andai Yusuf as tidak melihat tanda Tuhannya, tentu ia telah celaka. Namun kekuatan imannya telah menyelamatkannya dari kekejiaan. (QS. [12]:23-24)

    Karena itu, barangkali konflik batin semacam ini menimpa diri kita dalam manifestasi lain. Ketika hal itu terjadi, ingatlah tanda Allah dalam kesadaran kita, lalu katakanlah: “audzubillah”, dan kuatkanlah diri kita untuk berpaling darinya menuju kesalehan. Itulah hamba yang mukhlis.

    #konflik #batin


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.













    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 812 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).