Jangan Bikin Kami Semakin Malu Menjadi Orang Indonesia - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Hasan Aspahani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 18 September 2019 15:03 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Jangan Bikin Kami Semakin Malu Menjadi Orang Indonesia

    Dibaca : 7.045 kali

    SEBELUM kau naik ke
    tangga pesawatmu itu,
    mari sini, kami bersihkan
    lumpur di sepatumu

    Sumur di kampung kami
    masih berair, jernih
    dan segar.

    Kalau ada waktu, singgahlah,
    rumah kami, tak jauh dari
    lahan yang dibakar itu,

    Kami masih bertahan di sini,
    sebelum, kami digusur oleh
    investor perkebunan besar.

    Atau menjadi petani plasma,
    menerima satu dua hektar
    kebun ditawarkan oleh negara.

    *

    Sebelum kau rapikan
    lagi rambutmu, dari
    abum asap, dan aroma
    bangkai hewan terpanggang
    mari sini, untuk telah kami siapkan
    sisir dan seribu lembar masker.

    Tutuplah mulutmu, asap ini
    berbahaya bagi paru-parumu,
    tapi jangan tutup kupingmu,
    karena kata-kata kami jauh
    lebih berbahaya apabila kau
    tak mau mendengarkannya.

    *

    Kami ingin bicara banyak,
    padamu, mungkin di bekas TPS,
    di lapangan desa kami, tapi kau
    sibuk, kami tahu itu, draf
    revisi UU itupun tak sempat
    kau baca, nama-nama calon
    pemimpin KPK itupun tak
    sempat kau tinjau lagi,
    ditambah soal saudara kami
    di Papua, dan rencana pindah
    ibukota negara.

    Kami hanya ingin sampaikan
    satu hal – satu permintaan saja:
    Jangan bikin kami semakin malu
    menjadi orang Indonesia.

     

    Jakarta, 18 September 2019

     

    Sajak ini akan saya baca dan tampilkan di Vlog saya Juru Baca. Sementara itu nikmati juga beberapa sajak lain yang saya baca dan saya pilih dengan pertimbangan relevan dengan situasi Indonesia hari-hari ini.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    Minggu, 31 Mei 2020 10:05 WIB

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.178 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).