x

Iklan

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Kamis, 24 Oktober 2019 02:51 WIB

Optimalkan Literasi Sekolah, SMAN 51 Jakarta Gelar Bulan Bahasa 2019

Sebagai upaya optimalkan literasi sekolah dan memacu kemampuan menulis siswa, SMAN 51 Jakarta gelar seminar bulan bahasa tahun 2019. Apa yang dilakukan?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sebagai komitmen meningkatkan kemampuan menulis siswa dan gerakan literasi sekolah, SMAN 51 Jakarta melalui kegiatan Sabusa Fair 2019 menggelar Seminar Kebahasaan bertajuk "Kreatif Karena Menulis" yang menghadirkan narasumber Syarifudin Yunus, Penulis dan Pegiat Literasi sekaligus Dosen Universitas Indraprasta PGRI pada Rabu, 23 Oktober 2019.

Diikuti 120 siswa, acara yang digelar dalam rangka Bulan Bahasa 2019 ini dibuka oleh Susila Hartono M.Pd., Kepala Sekolah SMAN 51 didampingi oleh Siti Komariah, M.Pd. selaku Kerua Panitia. Kegiatan ini diharapkan mampu menggenjot siswa untuk terbiasa menulis, bahkan melahirkan karya yang berkualitas, apapun bentuknya.

"Kegiatan seminar menulis ini penting untuk mengoptimalkan gerakan literasi sekolah, di samping dapat memacu kemampuan siswa kami dalam menulis. Ke depan, kami ingin siswa SMAN 51 bisa berprestasi dalam aktivitas menulis, literasi sekolah termasuk ikut serta dalam lomba penulisan" ujar Susila Hartono saat membuka acara.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Syarifudin Yunus selaku narasumber dan pengalamannya dalam menulis pun membimbing siswa untuk langsung menulis secara mudah. Tujuannya, agar siswa SMAN 51 menjadikan menulis sebagai perilaku. Bukan hanya pelajaran. Dan terbukti, sebagian besar siswa SMAN 51 pun sangat antusias untuk menulis dalam menuangkan ide dan gagasannya. Karena hakikatnya, tulisan hanya bisa terwujud bila ditulis, bukan dipikirkan.

Melalui seminar  ini, diajak praktik menulis. Dengan mencari 1 kata yang disukainya berdasar sumber tulisan seperti 1) pengetahuan, 2) pengalaman, dan 3) perasaan. Setelah itu siswa SMAN 51 Jakarta “dipaksa” menuangkan ke dalam satu paragraf dan membacakan hasil tulisannya. Maka untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa dan literasi sekolah, Syarifudin Yunus menyajikan langkah menulis yang paling mudah adalah 1) menulis dari sekarang, 2) menulis yang banyak, 3) menulis sebagai kebiasaan, 4) menulis dengan tujuan, dan 5) menulis hingga tuntas.

“Luar biasa, acara ini membuktikan setiap siswa bisa menulis. Asal dipandu dengan cara sederhana dan menarik. Kegiatan literasi seperti inilah yang harusnya terus dilakukan di sekolah. Sehingga siswa bisa lebih baik dalam menulis” ujar Syarifudin Yunus seusai acara.

Hal ini menjadi bukti bahwa siswa SMAN 51 sebagai generasi milenial pun mampu menulis dengan baik bila dilatih dan dibiasakan. Sebagian besar siswa peserta seminar berhasil membuat tulisan sesuai kemampuan berbahasa yang dimilikinya. Maka menjadi penting, setiap sekolah dapat memberi ruang ekspresi siswa agar lebih terbiasa menulis. Karena hakikatnya, kegiatan literasi sekolah dapat berjalan manakala siswa dilatih untuk berani menulis. Kegiatan literasi seperti yang dilakukan Sabusa Fair SMAN 51 Jakarta ini menjadi bukti pentingnya membangun budaya literasi yang kuat di sekolah.

SMAN 51 Jakarta menyadari bahwa budaya literasi harus dimulai dari siswa. Sehingga nantinya, akan membentuk budaya membaca dan menulis antara satu siswa dan siswa lain. Dengan demikian, budaya literasi di sekolah akan semakin meningkat.  Sekolah sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan setidaknya mampu menjadi miniatur masyarakat dalam kegiatan literasi. Karena itu, tradisi membaca dan menulis harus ditumbuhkan lebih konkret di sekolah.

Karena menulis hakikatnya adalah kegiatan untuk menuangkan ekspresi siswa dengan menggunakan aksara. Sekolah, harus diakui, sebagai sarana paling tepat untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa. Termasuk untuk menegakkan budaya literasi di sekolah. Maka dalam kesempatan ini pun, tiap tulisan siswa SMAN 51 Jakarta diminta untuk di-posting melalui media sosial, baik facebook, twitter, atau instagaram dengan “hastag” #LiterasiSekolahSMAN51.

Dengan latihan melalui tiga jenis teknik menulis, siswa SMAN 51 Jakarta pun bertekad untuk lebih intensif dalam menulis. Tentang apa saja, tentang apapun asal dituliskan. Karena “lebih baik kita menulis daripada berbicara terlalu berlebihan”… #SeminarKebahasaan #SMAN51Jakarta #LiterasiSekolah

Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu