Trump Bunuh Jenderal Soleimani, Iran Mau Bikin AS Meratap: Begini Dampaknya - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Jenderal Iran

Anung Suharyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 Oktober 2019

Sabtu, 4 Januari 2020 14:20 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Trump Bunuh Jenderal Soleimani, Iran Mau Bikin AS Meratap: Begini Dampaknya

    Konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran memanas setelah residen Donald Trump memerintahkan merudal jenderal Qassem Soleimani hingga tewas pada Jumat, 3 Januari 2020.

    Dibaca : 18.298 kali

    Konflik  Amerika Serikat  (AS) dan Iran  memanas  setelah Presiden  Donald Trump memerintahkan merudal  Jenderal  Qassem Soleimani hingga tewas pada  Jumat,  3 Januari 2020. 

    Soleimani juga dikenal sebagai komandan pasukan elite Quds dari Garda Revolusi.   Saat dihantam serangan, lelaki berusia  62 tahun ini  sedang berada di bandar udara  Baghdad bersama sejumlah milisi dukungan Iran.

    Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan "akan ada serangan balasan terhadap penjahat" yang melakukan serangan. Konflik AS-Iran memanas sejak 2018  setelah Amerika memberikan sanksi ekonomi bagi Iran  seiring dengan pencabutan kesepakatan nuklir.

    Dalih  Presiden Trump
    Presiden Amerika  Donald Trump mengatakan  serangan udara yang dilakukan tidak dalam upaya mengganti pemerintah atau rezim baru di Iran.  "Kami mengambil tindakan untuk menghentikan perang," kata Trump, 4 Januari 2020.

    Pemerintah Amerika menggambarkan Jenderal Soleimani sebagai teroris yang bertanggung jawab atas tewasnya ratusan personel AS.  Menurut Kementerian Pertahanan  AS,  Soleimani dibunuh "karena tengah merancang serangan terhadap warga Amerika".

     



    Serangan terhadap Soleimani terjadi beberapa hari setelah sejumlah demonstran menyerang kedutaan besar AS di Baghdad dan sempat bentrok dengan tentara Amerika.

    Pemerintah Trump menuding Pasukan Quds yang dipimpin Jenderal  Soleimani mendukung" kelompok teroris di Timur Tengah, termasuk Gerakan Hizbollah di Libanon dan Jihad Islam di Palestina.



    Sokongan Pasukan Quds, menurut AS, diberikan dalam wujud penyediaan dana, pelatihan, persenjataan, dan peralatan militer.

    Selanjutnya: ...siap membalas



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.