Ingin Jauh dari Maksiat? - Urban - www.indonesiana.id
x

Suasana jalan kosong di Kota Wuhan semenjak mewabahnya virus corona di Cina, 3 Februari 2020. Kasus corona di Cina kini semakin bertambah menjadi 19 ribu. VLADIMIR MARKOV/via REUTERS

agung haruna

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Januari 2020

Selasa, 4 Februari 2020 10:35 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Ingin Jauh dari Maksiat?

    Tidak ada hal yang lebih baik untuk menjauhi maksiat kecuali dengan masuk dipesantren. Kenapa? Dipesantren segala macam kemaksiatan ditutup rapat-rapat kecuali bagi siapa yang mencarinya. Jika dilihat dari kesempatan mungkin sulit untuk mendapatkannya. Mulai dari pergaulan, perempuan dan hal yang hal sering bersama kita yaitu handphone.

    Dibaca : 489 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Tidak ada hal yang lebih baik untuk menjauhi maksiat kecuali dengan masuk di pesantren. Kenapa? Di pesantren segala macam kemaksiatan ditutup rapat-rapat kecuali bagi siapa yang mencarinya. Jika dilihat dari kesempatan mungkin sulit untuk mendapatkannya. Mulai dari pergaulan, perempuan dan hal yang hal sering bersama kita yaitu handphone.

    Mungkin kebanyakan diantara kita jatuh kedalam maksiat bukan karna niat melainkan kesempatan. Apalagi bagi mereka yang tidak mempunyai kerjaan, khususnya bagi anak sekolahan ketika mendapatkan hari libur.              
               

    Apalagi teman-teman yang membuat kita terjatuh kedalam maksiat. Jika kita  beteman dengan anak yang soleh insya allah kita akan terikut juga menjadi orang yang soleh. Sebagaimana rasul SAW bersabda :مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.

    Oleh: Nadilla Madjid

    1 hari lalu

    6 Tanda Kamu Cocok Menjadi Teknososiopreneur ala Mahasiswa Universitas Trilogi

    Dibaca : 107 kali

    Hadirnya virus COVID-19 sampai saat ini merupakan suatu tantangan yang besar bagi seluruh masyarakat di penjuru dunia begitupun di Indonesia, kemunculan virus tersebut bahkan berhasil mengguncangkan perekonomian hingga jatuh merosot di beberapa negara. Dan nasib terburuknya adalah terkena PHK dikarenakan pendapatan perusahaan kian menurun drastis. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan yang dirilis 11 April, lebih dari 1,5 juta orang Indonesia telah kehilangan pekerjaan karena imbas pandemi COVID-19. Sebanyak 10,6 persen atau sekira 160 ribu orang kehilangan pekerjaan karena PHK, sedangkan 89,4 persen lainnya dirumahkan. Dengan adanya peristiwa tersebut mengakibatkan tulang punggung keluarga harus mengurangi jatah kebutuhan keluarganya. Dan berdampak pengurangan jatah uang saku atau kebutuhan anaknya yang menjadi mahasiswa. Lantas, apa solusi yang bias dipertimbangkan untuk mahasiswa tersebut? Alangkah baiknya apabila kita mampu melihat masalah ini semua dengan bijak, bisa menjawab tantangan, dan tangguh menghadapi semua persoalan. Salah satu cara yang dirasa cukup ampuh adalah menumbuhkan dan menguatkan jiwa wirausaha terutama dikalangan milenial. Banyak mahasiswa yang tidak memiliki penghasilan sendiri untuk memenuhi kebutuhannya, hanya mengandalkan uang saku dari orangtua saja. Hal tersebut menjadi beban tersendiri untuk mahasiswa tersebut. Karena kebutuhan terus bertambah sedangkan pendapatan hanya itu-itu saja. Penghasilan bisa dicari dari mana saja. Salah satunya menjadi seorang teknososiopreneur. Lalu, apa ajasihh tanda kalau mahasiswa tersebut cocok dan bisa menjadi teknososiopreneur. Disusun oleh : Kelas INOVASI ( Nadilla Madjid, Anik Kristiana, Winda Dwi Oktaviani, Wulandari Purnama Santi, Yasmin Fitria )