5 Senjata Tradisional Kalimantan Barat dan Penjelasannya - Travel - www.indonesiana.id
x

Senjata Tradisional Kalimantan Barat

amelia sarah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 November 2019

Senin, 10 Februari 2020 15:22 WIB

  • Travel
  • Berita Utama
  • 5 Senjata Tradisional Kalimantan Barat dan Penjelasannya

    Artikel ini menceritakan tentang Senjata Tradisional Kalimantan Barat beserta sejarah dan fungsinya secara singkat.

    Dibaca : 5.684 kali

    Kalimantan Barat merupakan salah provinsi yang ada di Indonesia. Provinsi Kalimantan Barat ini dihuni oleh beraneka ragam suku bangsa dengan latar belakang budaya yang juga beragam atau heterogen, diantaranya adalah Suku Dayak, Suku Melayu, Suku Tionghoa, dan juga Suku Jawa yang dapat hidup rukun dan damai dalam kebersamaan. Karena hal ini, jadi tidaklah heran lagi jika budaya yang ada di Kalimantan Barat menjadi salah satu kebudayaan yang paling unik di Indonesia. Keunikan tersebut dapat kita lihat dari beraneka macam kebudayaannya diantaranya adalah Tari Tradisional, Alat musik Tradisional, Pakaian adat, Rumah adat, dan juga Senjata tradisional.

    Dalam artikel kali ini akan membahas mengenai macam-macam senjata tradisional yang ada di Kalimantan Barat ini. Senjata tradisional sendiri merupakan sebuah hasil karya budaya yang digunakan untuk melindungi diri dari musuh, maupun digunakan dalam kegiatan sehari-hari seperti berladang dan juga berburu. Untuk itu langsung saja kita membahas beberapa macam senjata tradisional yang ada di Kalimantan Barat.

    1. SENJATA TRADISIONAL MANDAU

    Senjata tradisional yang pertama yang akan dibahas adalah senjata tradisional Mandau. Masyarakat suku Dayak Kalimantan Barat mempunyai nenek moyang yang sama dengan nenek moyang ada di masyarakat suku Dayak provinsi lainnya di Kalimantan. Tak heran jika kemudian mereka mengenal senjata Mandau sebagai salah satu alat pertahanan diri. Mandau yang ada atau yang khas dari Kalimantan Barat ini memang sangat populer. Bersama Telawang, ia juga kerap kali di koleksi oleh para kolektor senjata.Mandau sendiri mempunyai nama asli yakni “Mandau Ambang Birang Bitang Pono Ajun Kajau”.

    Senjata ini selalu dirawat oleh pemiliknya hal ini karena Mandau dianggap sebagai benda keramat. Batu batu yang biasa dipakai sebagai bahan dasarnya adalah Batu Mujat, Batu Sanaman Mantikei, dan juga Batu Montalat.Bentuk dari Mandau sendiri biasanya adalah panjang dan terdapat sebuah ukiran dari emas, perak, dan tangganya, selain itu senjata Mandau juga dihiasai dengan bulu burung bahkan juga terkadang menggunakan bulu manusia atau serat alam pada bagian gagang Mandau, hal ini merupakan sebagai tanda kepemilikan.

    Mandau yang khas dari Kalimantan Barat terbuat dari bahan logam kelas satu yang ditempa sedemikian rupa hingga mempunyai satu mata bilah yang tajam. Gagang dari senjata ini dibuat dari tulang tanduk rusa, cula babi, dan juga tulang hewan buruan lainnya, sedangkan untuk serangkanya terbuat dari kayu yang diukir.


    2. SENJATA TRADISIONAL SIPET

    Senjata tradisional yang kedua adalah senjata tradisional Sipet. Sipet merupakan bahasa dari suku Dayak yang digunakan untuk menyebutkan senjata tiup yang bernama Sumpit. Senjata Sipet ini terdiri dari dua bagian, yang pertama adalah sipet atau selongsong yang biasanya dibuat dari bambu atau kayu berongga, sedangkan yang kedua adalah Damek atau anak sumpit.Selongsong Sipet biasanya memiliki panjang antara 1,5 sampai 2,5 meter. Sedangkan rongga pada bagian tengah memiliki ukuran antara 0,35 sampai 0,75 cm.

    Kayu dan rongga yang akan digunakan dalam pembuatan sipet ini harus lurus 100% , hal ini supaya tembakan menjadi akurat.Selongsong Sipet akan digunakan bersama dengan Damek atau anak sumpitnya. Dengan menggunakan senjata sederhana ini, pria suku Dayak mampu menembakkan Damek atau anak sumpit hingga mencapai jarak 200 meter. Damek biasanya akan dibuat dari bambu atau kayu yang tajam dengan ukuran yang kecil. Untuk keperluan berburu atau perang, mata Damek biasanya akan diberi bisa atau racun yang terbuat dari getah pohon ipuh. Getah atau racun ini sangat mematikan. Bila bisa atau racun dari Damek tersebut mengenai seekor harimau dewasa, maka harimau tersebut biasanya akan mati dalam kurun waktu kurang dari 10 menit.

    Konon katanya racun yang ada di Damek ini belum ada penawarnya.Masyarakat suku Dayak di provinsi Kalimantan Barat sudah terbiasa menggunakan senjata tradisional ini sejak zaman nenek moyangnya dahulu. Yang paling utama yang menggunakan senjata ini adalah kaum pria, mereka akan asangat piawai dalam meluncurkan tembakan menggunakan senjata sederhana ini. Akurasi tembakan yang tinggi ditambah dengan teknik meniup dan membidik yang mumpuni membuat banyak tentara Belanda pada zaman dahulu sangat gentar bila harus melawan mereka.

    3. SENJATA TRADISIONAL LONJO

    Selain senjata tradisional Damek dan Mandau, kali ini kita akan membahas mengenai senjata tradisional Lonjo. Senjata ini merupakan senjata tradisional yang berasal dari provinsi Kalimantan Barat.Lonjo sendiri merupakan senjata tradisional sejenis tombak dengan mata yang sangat runcing.Senjata Lonjo ini sendiri sering kali dibawa saat berburu, hal ini karena lonjo dapat melumpuhkan hewan buruan dengan jarak yang dekat.

    Pada bagian mata runcing lonjo tersebut biasanya akan diberi racun supaya daya serang senjata menjadi semakin fatal. Senjata tradisional Kalimantan Barat ini juga sering kali dilengkapi dengan tangkai yang berongga. Kegunaan dari tangkai ini sendiri adalah supaya dapat digunakan sebagai pengganti selongsong sipet bila dalam keadaan terdesak.

    4. SENJATA TRADISIONAL TELAWANG

    Senjata tradisional dari Kalimantan Barat yang keempat adalah senjata tradisional Telewang. Telewang merupakan senjata yang digunakan sebagai pelengkap senjata tradisional Mandau. Senjata ini bukan digunakan untuk menyerang, namun senjata ini justru digunakan untuk melindungi diri dari pukulan lawan.Untuk ukuran lebar yang biasa digunakan adalah antara 30 sampai 50 cm dengan panjang 1 sampai dengan 1,5 meter. Perisai Telewang ini dilengkapi dengan pegangan pada bagian dalamnya dan ukiran pada bagian luarnya. Ukiran-ukiran yang ada pada luar Telewang ini lah yang menjadi daya tarik tersendiri. Bentuk Telewang yang etnik dan khas membuat tak sedikit wisatawan domestik yang datang membelinya sebagai kenang-kenangan.

    5. SENJATA TRADISIONAL DOHONG

    Senjata tradisional yang terakhir adalah senjata tradisional Dohong. Selain mempunyai senjata tradisional Selongsong sipet, Mandau, Telewang dan juga Lonjo. Kalimantan Barat juga memiliki senjata tradisional yang bernama Dohong.Dohong sendiri merupakan senjata tradisional yang hampir sama dengan senjata tradisional keris, akan tetapi Dohong mempunyai ukuran yang lebih besar dan tajam. Pada bagian atas atau hulunya biasanya akan dibuat dari tanduk sedangkan untuk sarungnya biasanya akan dibuat dari kayu.

    Dohong merupakan salah satu jenis senjata yang digunakan dalam jarak dekat. Dohong merupakan senjata tikam atau tusuk yang sederhana dengan bilah yang simetris. Senjata ini kerap kali dibawa oleh masyarakat Kalimantan untuk berburu dan bercocok tanam. Namun, senjata ini hanya boleh digunakan oleh para raja-raja atau kepala suku daerah tersebut. Konon, Dohong ini merupakan senjata tertua yang ada di Kalimantan.

    Demikian itulah tadi pembahasan mengenai Senjata Tradisional yang berasal dari Kalimantan Barat, semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan kita tentang budaya bangsa Indonesia khususnya tentang senjata tradisional.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.