Goa Jomblang, Pesona Panorama Bawah Tanah di Gunungkidul - Travel - www.indonesiana.id
x

tinon sekar

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 19 Maret 2020

Kamis, 19 Maret 2020 13:23 WIB
  • Travel
  • Berita Utama
  • Goa Jomblang, Pesona Panorama Bawah Tanah di Gunungkidul

    Dibaca : 616 kali

    Kabupaten Gunungkidul memiliki banyak potensi  alam yang menarik untuk dijadikan objek wisata. Keberagaman objek wisata alam di Gunungkidul merupakan potensi yang dapat dikembangkan dengan perencanaan dan pengelolaan yang matang. Gunungkidul memiliki 13 geosite yang ada di Gunungsewu. Salah satu dari 13 geosite di Gunungsewu adalah Goa Jomblang yang terletak di Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidul.

     

    Goa Jomblang ialah goa vertikal yang terletak di Padukuhan Jetis Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Jarak Goa Jomblang dari kota wonosari ±10 Km. Goa ini memiliki keindahan sinar matahari yang masuk ke dasar goa melalui lubang yang lebar. Goa Jomblang memiliki kedalaman ±75 meter dengan diameter ±50 meter.

     

    Disekitar goa ini terdapat beberapa aliran sungai. Goa Jomblang merupakan salah satu dari beberapa goa bawah tanah di Gunungkidul yang termasuk dalam geosite Gunungsewu. Di Goa ini terdapat lorong sekitar 0,5 km menuju Goa Grubug. Pada perjalanan menuju Goa Grubug wisatawan disajikan pemandangan stalaktit, stalagmite, dan kristal sehingga wisatawan tidak merasa bosan.

     

    Pada tahun 2011, Goa Jomblang menjadi tempat pengambilan gambar Amazing Race Amerika. Goa Jomblang bertipe collapse doline ini terbentuk akibat proses geologi amblesnya tanah beserta tanaman yang tumbuh diatasnya ke dasar bumi yang terjadi ribuan tahun yang lalu. Runtuhan di Goa Jumblang ini membentuk sinkhole atau sumuran diistilah jawa sering disebut luweng. Goa Jomblang juga sering disebut Luweng Jomblang.

     

    Goa Jomblang memiliki sejarah yang sangat kelam. Pada era tahun 1970-1980, goa ini dijadikan tempat lokasi pembunuhan massal anggota PKI. Ratusan anggota PKI meninggal di lokasi ini. Menurut cerita, mereka dijejer melingkari lubang tersebut dengan tangan diikat serangkai satu orang dengan orang lain sehingga ketika salah satu dari mereka di tembak dan jatuh ke dalam goa mereka akan ikut tertarik jatuh kedalam goa dengan ketinggian ±75 meter.

     

    Jika mayat yang jatuh masih utuh maka akan muncul di Pantai Baron Gunungkidul. Eksekusi jenis ini masih dilaksanakan hingga tahun 1982 untuk membunuh pelaku kriminal kelas kakap. Cerita ini membuat masyarakat takut dan resah apalagi ditambah cerita-cerita kelam lainnya.

     

    Di ceritakan pernah ada penjelajah goa yang hilang di Goa Jomblang. Sehingga pada tahun 1990-an masyarakat setempat menggelar acara doa bersama. Setelah diadakan acara doa bersama, tidak ada kejadian dimana penjelajah goa hilang ditelan Goa Jomblang.

     

    Pada tahun 1983 Goa Jomblang pernah terendam air karena luapan aliran sungai bawah tanah dan tingginya curah hujan. Tahun 2013, kejadian tersebut terulang kembali karena aliran sungai bawah tanah tersumbat sampah. Walaupun tidak separah pada tahun 1983 kejadian pada tahun 2013 membuat dua batu besar di dasar goa tertutupi tanah.

     

    Selanjutnya: Perlengakapan untuk penelusuran


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.







    Oleh: ria mza

    Senin, 23 Maret 2020 15:59 WIB

    China Town Ala Jogja yang Instagramable

    Dibaca : 454 kali