Lokomotif Uap ESSLINGEN C3325, Staatsspoorwegen di Ranah Minang - Travel - www.indonesiana.id
x

Monumen Lokomotif Uap C3325 Padand

Bin Nico Tahir

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 April 2020

Selasa, 5 Mei 2020 06:23 WIB

  • Travel
  • Berita Utama
  • Lokomotif Uap ESSLINGEN C3325, Staatsspoorwegen di Ranah Minang

    Sejarah Loko Uap C3325

    Dibaca : 2.530 kali

    Apabila kita berada didaerah Simpang Haru Kota Padang (lebih mudah bila mencari di Google Map tinggal ketik "Monumen Loko Uap Staatsspoorwegen Esslingen C3325") , tepat disebelah kiri jalan menuju gerbang stasiun Padang, kita akan disambut oleh sebuah monumen selamat datang, dimana keberadaannya memberi kesan bahwa kita sudah sampai dan mulai memasuki kawasan stasiun.

    Monumen tersebut berupa Lokomotif Uap dengan registrasi C3325, dari wujudnya bisa kita tebak bahwa ini adalah lokomotif jaman kolonial Hindia Belanda.

    Loko Uap ESSLINGEN C3325 , logo PT KAI 1991-2011

    Keberadaan Loko Uap ini di Ranah Minang, dimulai ketika pada tahun 1867 Ir. Willem Hendrik de Greve memperkirakan bahwa ada 200 juta ton deposit batubara di sekitar aliran batang Ombilin. Pada 1887, untuk dapat mengeksploitasi kandungan batubara Ombilin, parlemen Kerajaan Belanda menyetujui pembangunan jalur kereta api dari Emma Haven (nama Pelabuhan Teluk Bayur ketika itu) ke Sawahlunto dan disetujui pula proyek ini dibiayai oleh negara.

    Staatsspoorwegen ter Soematra's Westkust ( SSS ) yang merupakan bagian dari perusahaan kereta api Pemerintah Hindia Belanda Staatsspoorwegen, memulai membangun jalur Rel ke arah utara menuju Padang Panjang, selesai tahun Juli 1891. Lalu ke arah selatan ke Batutabal, Singkarak dan Solok yang selesai Juli 189. SSedangkan ke arah timur selesai di Muara Kalaban Oktober 1892 dimana terdapat jalur rel bergerigi menanjak sepanjang 23 km, kembali lagi kearah Utara sampai di Sawahlunto Januari 1894.

    Peta Rel SSS

    Bersamaan dengan pembangunan jalur rel tersebut diatas, SSS mulai mendatang Loko dan gerbongnya, tercatat sampai dengan 1894, 64 Loko Uap Esslingen didatangkan yang terdiri dari tipe 2-4-0T , 2-6-0T , 2-4-0RT , 0-4-2RT dan 0-4-0RT.

    Loko Uap ESSLINGEN SSS32 / C3332 , Solok

    Loko Uap ESSLINGEN SSS27 / C3327 , Emma Haven

    Mungkin dengan pertimbangan tehnis, Loko Uap Esslingen tipe 2-6-0T yang terpilih dan yang terbanyak yang didatangkan sejumlah 24 unit. Esslingen tipe 2-6-0T inilah salah satu loko yang bisa bertahan hingga kemerdekaan Indonesia, sehingga mendapatkan registrasi resmi PNKA C33, tercatat ada 23 loko tipe ini yang mendapatkan registrasi C33. Atas usaha penggemar kereta api uap mancanegara ada beberapa photo C33 diakhir thn 70 an,al C3321 , C3325 dan C3330, sehingga sekarang kita dapat melihat photo berwarnanya.

    Loko Uap ESSLINGEN C3321 , Teluk Bayur

    Loko Uap ESSLINGEN C3330 , Teluk Bayur

    Loko Uap ESSLINGEN C3330 , Logo Essligen

     

    Loko Uap C33 yang dijadikan monumen ini adalah urutan ke 50 dari yang didatangkan ke Sumatera Barat pada 1892 oleh SSS dan diberi registrasi SS25 yang mendapatkan registrasi PNKA C3325.

    Loko Uap ESSLINGEN C3325 , Padang

    Pada tahun 2020, loko ini sudah berumur 128 tahun semenjak tahun didatangkan ke Hindia Belanda, untuk itu perlu dipikirkan dengan bijak, bagaimana melestarikannya sedangkan setiap harinya terpapar matahari dan kehujanan bila musim hujan tiba, agar supaya warisan dari sejarah Batu bara dan dunia kereta api ini dapat terus langgeng.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.