Melongok Loko Uap Backer & Reub 0-4-0Tr PG Gondang Winangun, Klaten - Travel - www.indonesiana.id
x

Loko Uap Backer & Reub OJS

Bin Nico Tahir

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 April 2020

Kamis, 14 Mei 2020 12:29 WIB

  • Travel
  • Berita Utama
  • Melongok Loko Uap Backer & Reub 0-4-0Tr PG Gondang Winangun, Klaten

    Sejarah loko Uap Backer & Reub PG Gondang Winangun

    Dibaca : 2.320 kali

    Loko Uap Backer & Reub 0-4-0tr , Si Mbah

    Pabrik gula Gondang Winangun ini semula bernama Suikerfabriek Gondang Winangoen. Didirikan pada tahun 1860, ketika itu masih dalam masa Tanam Paksa ( Cultuurstesel ) yang kelak berakhir pada tahun 1870 ketika di Hindia Belanda mulai diberlakukannya Suikerwet (Undang-undang Gula  dan Agrarischwet ( Undang2 Agraria ).  UU ini memungkinkan masuknya swasta di industri Gula Hindia Belanda dan berakhirnya monopoli pemerintah dalam bisnis gula.

    Loko Uap Backer & Reub 0-4-0tr , Suikerfabriek Gondang Winangoen

    Pabrik ini dibangun oleh NV Klatensche Cultuur Maatschappij yang berkedudukan di Amsterdam, Belanda. Pengelolaannya diserahkan pada NV Mirandolle Vaute en Co yang berkantor di Semarang. Ketika terjadi resesi ekonomi dunia tahun 1930-1935 ( jaman malaise ), operasional pabrik sempat berhenti tapi kembali beroperasi pada 1935–1942 dibawah pimpinan Boerman dan MFH Breemers, warga negara Belanda.

    Ketika menjamurnya pendirian Pabrik Gula (PG) di Hindia Belanda, sarana transportasi berupa jalan belum dapat mendukung kegiatan PG dan mengingat kebutuhan PG atas  lahan yang luas untuk menunjang produksi optimal dan menguntungkan PG dibutuhkanlah sarana transportasi effisien. Ketika itu sarana transportasi yang terbaik adalah kereta uap. Semua PG di Hindia Belanda memanfaatkan transportasi kereta uap untuk mengangkut tebu dari lahan yang luas dan cukup jauh jaraknya ke lokasi PG, tidak terkecuali Suikerfabriek Gondang Winangoen ( SF GW )

    Disinilah uniknya, SF GW selain mendatangkan lokomotif uap kecil yang umumnya dipakai oleh setiap operasional PG. Pada tahun 1923 SF GW mendatangkan lokomotif uap eks Perusahaan Kereta Api yang ada ketika itu bernama Oost Java Stoomtram Maatschappij – OJS  ( Perusahaan Trem Uap Jawa Timur ) . Loko uap ini dipergunakan untuk mengirim hasil tetes tebu dari pabrik ke Stasiun Srowot.

    Lihat di www.searail.malayanrailways.com , pada bagian OJS , loko Backer & Reub 0-4-0Tr no 11 dijual Gondang Winangun pada 1923

    Loko Uap Backer & Reub 0-4-0tr , www.searail.malayanrailways.co

    Kebetulan pada tahun itu OJS  mulai memanfaatkan trem listrik untuk pelayanannya di Surabaya . Tepat pada 15 Mei 1923 dimulainya fasilitas transportasi trem listrik di Surabaya . Dan mungkin sudah direncanakan atau sudah habis masa operasionalnya , OJS membebas tugaskan ke 12 Unit ( dari total 40 Unit ) Loko Uap yang didatangkan sekaligus pada 1889.

    Lokomotif uap yang didatangkan ke SF GW tersebut adalah Tipe 0-4-0Tr salah satu dari ke 12 Unit tersebut diatas ( loko no 11 ) yang kebetulan semuanya berasal dari pabrik  Backer & Reub.

    Lokomotif tipe 0-4-0Tr ini di Hindia Belanda didatangkan khususnya oleh Perusahaan Jasa Tram Uap, antara lain, Pasoeroean Stoomtram Maatschappij , Probolinggo Stoomtram Maatschappij , Oost Java Stoomtram Maatschappij , Nederlansch-Indische Spoorweg Maatschappij , Modjokerto Stoomtram Maatschappij , Kediri Stoomtram Maatschappij dan Semarang - Joana Stoom Tram Maatschappij . Didatangkan dari pabrik Hohenzollern, Werkspoor, Beyer Peacock dan Backer & Reub.

     

    Logo Oost Java Stoomtram Maatschappij

     

    Loko Uap Backer & Reub 0-4-0tr , OJS

     

    Untuk sebagai gambaran bagaimana loko Uap 0-4-0Tr ketika masih beroperasi baik itu jaman OJS maupun jaman PNKA , dapat dilihat gambar dibawah ini :

    Loko Uap 0-4-0Tr Oost-Java Stoomtram Maatschappij no 15 Beyer Pecock

    Loko Uap Backer & Reub 0-4-0Tr , Werkspoor OJS

     

     

    Loko Uap 0-4-0Tr PNKA B1240 ( eks Semarang-Joana Stoomtram Maatschappij ) Werkspoor

    Loko Uap Backer & Reub 0-4-0Tr , Karang Pilang

     

    OJS yang mendapat konsesi pada 1886 sebagai penyedia jasa transportasi dalam kota berupa tram uap di Surabaya mendatangkan loko uap tipe 0-4-0Tr sebanyak 40 unit dari 1889 sampai 1921 , 12 unit dari Backer & Reub ( 1889 ) , 25 unit dari Bayer Peacock ( 1884 - 1910 ) dan 3 unit yang terakhir di rakit sendiri Semarang pada 1921.

    Pada 1923 seperti disebut diatas ke 12 unit tersebut kemudian dihapuskan dari armada OJS, sebanyak 10 unit akhirnya di scrap pada 1929, 2 unit pada tahun 1923 dijual dan salah satunya Loko Uap OJS 0-4-0Tr Backer & Reub no 11 yang dijual ke SF WG.

    Contoh Plakat Pada Loko Uap Backer & Reub

    Loko Uap Backer & Reub 0-4-0Tr , logo

     

    Kailau kita melihat kondisi sekarang , pada Loko Simbah , mungkin sudah dilakukan modifikasi atas loko ini , maka terdapat plat merek satu pabrik loko uap Orenstein & Koppel

     

     

    Loko Uap Backer & Reub 0-4-0tr , Plat Orensterin Koppelmasih

     

    Beruntung kita masih dapat melihat gambar yang diambil oleh William Ford pada sekitar tahun 1980 an ketika loko ini masih melayani jalur pabrik ke Stasiun Srowot

     

    Loko Uap Backer & Reub 0-4-0tr , Si Mbah

     

    Gambar terakhir dari Simbah

     

    Loko Uap Backer & Reub 0-4-0tr Simbah

     

    Mungkin karena kurang informasi dan cara penampilannya di dalam jajaran koleksi museum yang kurang menarik  mengakibatkan Simbah  ( loko Uap Backer & Reub ) yang pada tahun 2020 ini sudah berusia 132 tahun bila dihitung pertama kali beroperasi di OJS , seperti diam tersembunyi dan hanya bagian dari koleksi museum. Padahal bila kita mencari pabrik Backer & Reub di Wikipedia, tertulis diantara loko produksinya yang dilestarikan salah satunya adalah loko milik PG Gondang Winangun, seperti terbaca di wkipedia dibawah :

    Loko Uap Backer & Reub 0-4-0tr , wikipwedia

    Mungkin ke depan perlu dipertimbangkan menampilkan Simbah lebih menarik lagi seperti saat sekarang museum sudah menampilkan 2 koleksi lokomotif uap Gondang Winangun lainnya pada tempat yang menarik dan mudah terlihat.

    Semoga

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.