Biaya Distribusi Perkebunan Dipangkas 50% akibat Pembangunan Infrastruktur - Analisa - www.indonesiana.id
x

bimoaji pratama

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 4 Agustus 2020

Kamis, 13 Agustus 2020 06:34 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Biaya Distribusi Perkebunan Dipangkas 50% akibat Pembangunan Infrastruktur


    Dibaca : 235 kali

    Pengusaha perkebunan menyambut baik rencana Presiden Joko Widodo terkait pembangunan infrastruktur yang akan disambungkan dengan sentra produksi rakyat. Hal itu diharapkan bisa berdampak terhadap penurunan biaya logistik dan distribusi perkebunan hingga 50%.

    Dewan Pengawas Gabungan Asosiasi Perkebunan Indonesia (Gaperindo) Gamal Nasir mengatakan, percepatan infrastruktur dapat menyebabkan biaya distribusi perkebunan lebih efisien. "Kalau sudah dibangun, biaya lebih efisien. Jalur distribusi panen merata dan produksi pertanian lancar," kata dia

    Menurutnya, infrastruktur sekitar perkebunan yang ada saat ini belum memadai. Sehingga, distribusi hasil panen kerap terhambat lantaran minimnya sarana dan prasarana.

    Meski pembangunan beberapa infrastruktur besar saat ini sudah mulai terbangun seperti jalan tol, dermaga, dan lainnya, pembangunan di sentra produksi rakyat masih perlu ditingkatkan, seperti akses jalan. Sebab bila terjadi hujan, distribusi komoditas berpotensi terhambat sehingga harga dapat melonjak tinggi. "Jadi infrastruktur di sentra produksi tani dan sentra pabrikan belum selesai pembangunan infrastrukturnya," ujarnya.

    Gamal pun menilai, daya saing komoditas dalam negeri dapat meningkat bila infrastruktur telah menjangkau seluruh wilayah sentra produksi, sehingga biaya produksi dapat semakin menurun. Dengan begitu, produk dalam negeri dapat semakin bersaing dengan Thailand dan Vietnam.

    Ia juga berharap, pemerintah bisa memetakan pembangunan infrastruktur lantaran setiap sentra produksi memiliki topografi yang berbeda. "Ada kebun rakyat yang di pedalaman jauh, wilayah gunung-gunung sehingga sulit dijangkau," katanya. Contohnya, sentra produksi komoditas pala berada di Maluku Utara, Maluku, Aceh, Sulawesi Utara, Papua Barat, Sulawesi Tengah, dan Jawa Barat. Kemudian, sentra produksi lada berada di Bangka, Lampung, dan Kalimantan Barat. Selain itu, ada pula sentra produksi cengkeh berada di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.

    Sebelumnya, Presiden Terpilih 2019-2024 Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato Visi Indonesia menyatakan akan melanjutkan pembangunan infrastruktur pada periode kepemimpinannya yang kedua. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan situasi global yang semakin dinamis serta meningkatnya persaingan.

    "Pembangunan infrastruktur akan terus kita lanjutkan. Infrastruktur yang besar-besar sudah dibangun, ke depan akan kita lanjutkan dengan lebih cepat dan menyambungkan infrastruktur seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara dengan kawasan produksi rakyat," kata Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu bermimpi dalam lima tahun ke depan, seluruh infrastruktur yang dibangun akan tersambung dengan kawasan persawahan, perkebunan, hingga tambak perikanan rakyat.

    Tidak hanya itu, Jokowi juga berencana untuk menyambungkan infrastruktur yang telah dibangun dengan kawasan industri kecil, kawasan ekonomi khusus, dan kawasan pariwisata. "Arahnya ke sana, fokusnya harus ke sana," ujarnya.

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.