Bahaya Penggunaan Parfum pada Area Tubuh ini - Analisa - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi penggunaan petrolium jelly untuk kecantikan. Infobarrel.com

Jennie Febrina

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 5 hari lalu

5 hari lalu

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Bahaya Penggunaan Parfum pada Area Tubuh ini


    Dibaca : 547 kali

    Parfum merupakan salah satu produk yang tidak asing lagi dikehidupan sehari-hari. Menurut hasil penelitian dari Borgave & Chaudari , seseorang yang menggunakan parfum akan merasa lebih baik dan dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka.

    Parfum juga banyak digunakan untuk menarik perhatian lawan jenis, dan sering dijadikan identitas aroma khas pada tubuh seseorang. Biasanya, untuk membuat seluruh anggota tubuh menjadi harum, banyak masyarakat yangmenyemprotkan parfum keseluruh bagian tubuh mereka.

    Sebenarnya ada bagian tubuh yang tidak boleh sembarang disemprot dengan parfum. Agar terhindar dari masalah kesehatan, apa saja bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disemprot dengan parfum? Nah, untuk menjawabnya yuk simak uraian dibawah ini.

    1. Ketiak

    Salah satu faktor penyebab bau badan pada tubuh adalah akibat perpaduan antara bakteri pada kulit ketiak dan keringat yang dikeluarkan oleh kelenjar keringat (apokrin) di sekitar ketiak pada saat kita kepanasan. Banyak orang yang menyemprotkan parfum pada ketiak untuk menghilangkan bau badan mereka. Padahal menyemprotkan parfum pada area ketiak sangat tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan iritasi dan rasa panas pada ketiak.

    Menurut Dokter Spesialis kulit dan kelainan, menyemprotkan parfum pada ketiak memiliki dampak yang berbahaya. Kulit ketiak yang tipis akan mengalami iritasi saat terkena cairan pada parfum. Apalagi ketika berkeringat akan menyebabkan sensasi terbakar di sekitar area ketiak. Anggapan bahwa parfum dapat menghilangkan bau badan juga tidak benar. Parfum digunakan untuk menciptakan harum. Disarankan untuk menjaga kebersihan daerah ketiak agar terhindar dari bau badan. Salah satunya dengan rutin mandi dan mencukur bulu pada ketiak yang menjadi sarang bakteri penyebab bau ketiak.

    2. Rambut

    Rambut merupakan mahkota bagi setiap kaum hawa yang selalu ingin terlihat indah dan wangi. Apalagi jika rambut terasa berminyak dan lepek lalu mengeluarkan bau yang kurang sedap, akan membuat kita kurang percaya diri. Banyak masyarakat yang menggunakan parfum agar rambut mereka tetap wangi. Menyemprot parfum ke rambut padahal tidak dapat menghilangkan bau pada rambut. Formula yang ada pada parfum ketika bercampur dengan keringat dan minyak di kepala justru akan menyebabkan bau rambut menjadi tidak jelas. Bukan nya harum malah menimbulkan bau menyengat. Apalagi jika parfum yang memiliki kandungan alkohol tinggi terkena kulit kepala, akan menyebabkan kulit kepala kering dan mengelupas. Akibatnya muncul ketombe pada rambut. Selain itu menyemprotkan parfum pada rambut juga dapat menyebabkan rambut terlihat kering dan pecah-pecah.

    Cara yang paling tepat untuk membuat rambut tetap wangi adalah dengan keramas secara teratur menggunakan shampoo dan pelembab (conditioner) yang khusus untuk rambut. Selain itu, dapat mencoba produk hair parfume mist yang dibuat khusus untuk rambut. Produk ini lebih aman karna kandungan alkohol nya yang rendah. Hair parfum mist juga harus digunakan secara tepat. Gunakan hair parfume mist pada rambut yang kering dan tidak berminyak. Penggunaan hair parfume mist pada rambut yang basah ataupun berkeringat dapat membuat rambut tercium seperti bau busuk. Keringkan terlebih dahulu rambut sebelum menggunakan produk ini. Jangan lupa untuk menggunakannya dengan tidak berlebihan ya.

    3. Tangan

    Kebanyakan dari kita sering menggunakan parfum pada area pergelangan tangan dengan alasan agar parfum melekat lebih tahan lama. Namun saat kita menggunakan parfum pada area tangan, kandungan alkohol pada parfum dapat membuat kulit tangan kita kering dan pecah-pecah loh. Belum lagi ketika kita tidak sengaja memegang mata setelah menggunakan parfum. Ini dapat membuat mata kita iritasi dan perih.

    4. Mata

    Tentu saja mata merupakan organ yang harus dihindari oleh semprotan parfum. Hal ini karena mata merupakan organ yang sangat sensitif jika terkena bahan kimia. Parfum yang berbahan dasar alkohol mengandung etil, bahkan ada juga parfum yang mengandung 95 persen alkohol. Parfum yang memiliki alkohol tinggi dapat membuat iritasi dan perih kemerahan jika terkena mata yang merupakan organ sensitive.

    5. Organ intim

    Organ intim sering mengeluarkan bau yang tidak sedap akibat keringat maupun bakteri. Meskipun demikian, tidak boleh menyemprotkan parfum di area tersebut karena organ intim yang terkena cairan parfum sangat mudah mengalami iritasi bahkan menimbulkan resiko infeksi. Sangat tidak dianjurkan menggunakan parfum yang memiliki bahan dasar alkohol. Sebaiknya rajinlah menjaga kebersihan organ intim. Salah satunya dengan rajin mengganti pakaian dalam untuk mengatasi bau tidak sedap pada organ intim.

    Lalu bagaimana cara yang aman dalam penggunaan parfum?
    Cara yang aman dalam menggunakan parfum dapat disiasati dengan menyemprotkan parfum pada pakaian. Pada umumnya cairan pada parfum yang terkena kulit dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan pecah-pecah. Kandungan methanol yang ada pada parfum mengakibatkan kulit mudah mengalami iritasi. Bahkan dibeberapa parfum terdapat kandungan CFC (chloro fluoro carbon) yang jika dipakai dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan penyakit kulit atau kanker kulit. Maka dari itu perlu menghindari penggunaan parfum di area kulit dan menyemprotkan parfum pada pakaian yang dikenakan saja.

    Selain itu, perlu adanya kebijakan konsumen dalam membeli parfum. Belilah parfum ditepat-tempat yang resmi dan sudah lulus BPOM.

    Nah, itulah bagian-bagian tubuh yang tidak dianjurkan untuk disemprotkan parfum. Jadi jangan semprot parfum di area tubuh tersebut ya. Dengan begitu, masalah kulit kering dan iritasi dapat dihindari.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.









    Oleh: Napitupulu Na07

    4 hari lalu

    Sepuluh Aturan Emas Pengelolaan Risiko Banjir (10 Golden Rules of Flood Risk Management)

    Dibaca : 392 kali

    Dalam Undang Undang No 17 tahun 2017 tentang Sumber Daya Air (SDA), pada Bagian Keempat Pasal 35, pengertian “Pengelolaan Banjir” adalah “Pengendalian Daya Rusak Air”. Pasal 35 ayat (1) Pencegahan Daya Rusak Air dilakukan secara menyeluruh yang mencakup upaya pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan; Ayat (3) Pencegahan Daya Rusak Air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditujukan untuk mencegah terjadinya bencana yang diakibatkan Daya Rusak Air. Penjelasan Pasal 35 ayat (3) Yang dimaksud Daya Rusak Air antara lain, berupa: a. banjir (banjir adalah peristiwa meluapnya air melebihi palung sungai atau genangan air yang terjadi pada daerah yang rendah dan tidak bisa terdrainasikan – SNI 2415-2016); b. erosi dan sedimentasi; c. tanah longsor; d. banjir lahar dingin; e. perubahan sifat dan kandungan kimiawi, biologi, dan fisika Air; g. terancam punahnya jenis tumbuhan dan/atau satwa; h. wabah penyakit; i. tanah ambles; j. intrusi, dan/atau; k. perembesan. Beberapa kecenderungan (trend) “Pengelolaan Risiko Banjir” yang berkembang di Eropa, China dan Australia ditulis oleh Sayer et.al 2012 sebagai 10 Golden Rules of Flood Risk Management. Saudara Ir. Slamet Budi Santoso Dipl. HE (Pengamat: persungaian terkait banjir, kekeringan dan pencemaran) telah menyadur tulisan Sayer et.al 2012 tersebut, dan sekaligus mengaitkannya dengan kondisi dan praktek penanganan Banjir di Indonesia. Melihat tantangan permasalahan Banjir ke depan yang semakin berat dan meluas akibat masifnya alih fungsi tutupan lahan dan hutan DAS hulu, ditambah perubahan iklim; Penulis menilai pemahaman Aturan Emas terkait Risiko Banjir ini penting sebagai referensi bagi para akademisi, tenaga ahli dan pengamat banjir di Indonesiana.