Selama 147 Tahun Menjadi Bahan Busana Favorit, Bagaimana Sejarah Denim? - Pilihan - www.indonesiana.id
x

wthoutreason 1

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 Desember 2020

Minggu, 3 Januari 2021 05:40 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Selama 147 Tahun Menjadi Bahan Busana Favorit, Bagaimana Sejarah Denim?

    Denim jeans adalah salah satu jenis bahan yang sangat sering ditemui. Tetapi, sejarahnya bagi kebanyakan orang masih menjadi misteri. Berasal dari Prancis, bagaimana evolusinya sehingga kelak orang mengenalnya menjadi bahan jins yang berkembang dari Amerika Serikat?

    Dibaca : 1.105 kali

    Denim adalah salah satu jenis bahan yang sangat sering ditemui. Tidak hanya di Indonesia, style denim sudah menjadi pakaian favorit di berbagai belahan dunia. Bahan ini dapat digunakan sebagai celana denim, jaket denim, hingga baju sekalipun. 

    Akan tetapi, awal mula sejarah denim bagi kebanyakan orang masih menjadi misteri. Tidak banyak yang mengerti bagaimana salah satu bahan dan jenis pakaian yang sangat digemari oleh berbagai orang ini menjadi seperti apa yang kita kenal sekarang. Berikut kita akan ulas sejarah denim dan bagaimana denim ini sendiri bisa mencapai market value sebesar USD 90 miliyar dan masih akan terus bertambah lagi kedepannya.

    Perlu diketahui lebih dahulu, denim adalah bahan dasar untuk membuat berbagai macam pakaian. Sedangkan jins adalah celana atau tipe pakaian lain yang terbuat dari bahan denim tersebut. 

    Dari Mana Sih Denim Berasal?

    Bila menarik benang merah, awal tercatatnya denim berasal dari negara ikon fesyen, Prancis. Awal mulanya, bahan denim dikenal dengan nama Serge De Nimes. Bila melihat dua kata terakhir dari nama tersebut, De-Nimes, akan terdengar dan terbaca mirip dengan denim seperti yang kita tahu saat ini.

    Denim dibuat karena kebutuhan akan bahan yang kuat dan bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama. Itali merupakan negara awal yang mencoba untuk mengembangkan bahan ini, bahan nya pun dinamai jean atau jeane. Namun upaya untuk menciptakan bahan serupa dengan yang Prancis miliki mengalami kegagalan.

    Warna yang digunakan sendiri adalah warna biru yang berasal dari pewarna organik tanaman indigo yang memang hanya tersedia pada saat itu dan sudah digunakan lebih dari 2500 tahun sebelum masehi. Di situlah celana jins pria dikenal dengan warna biru ciri khasnya.

    Perlu dipahami bahwa denim adalah jenis bahan, dan jins adalah celana ataupun jaket yang terbuat dari bahan tersebut.

    Denim Sebagai Pakaian Para Pekerja Lapangan

    Awal mula denim (sebelum celana jeans tercipta) memang dibuat khusus untuk para pekerja lapangan. Di abad ke 19 sekitar tahun 1848, di California, Amerika Serikat sedang terjadi yang namanya demam emas dimana mereka membutuhkan banyak orang untuk pergi ke tambang emas dan melakukan penambangan.

    Karena alasan tersebut, kebutuhan akan bahan pakaian yang kuat pun menjadi permintaan pada saat itu. Denim dibuat khusus karena kemampuan bahannya yang kuat. Juga selain celana denim, saat itu ada baju berlengan panjang dengan bahan yang sama.

    Karena terbuat dari katun, denim memiliki sirukasi udara yang baik sehingga tidak gerah untuk digunakan oleh para pekerja. Perlu diingat bahwa bahan ini sangat awet terhadap lecet maupun sobekan dan denim sendiri mudah di cuci dan warna birunya akan mudah dikenali sebagai celana untuk pekerja lapangan.

    Check artikel lainnya disini

    Sejarah jins

    Jins pertama kali dibuat oleh Levis Strauss pada tahun 1873 di San Fransico dimana dia pada saat itu sedang mencoba untuk mengembangkan bisnis keluarganya. Salah satu barang yang dijual nya adalah kain denim yang kemudian dibeli oleh salah satu pelanggannya Jacob W Davies.

    Jacob Davies sendiri bisa dibilang salah satu pioneer penting dalam kelahiran atau terciptanya celana jeans. Dia adalah seorang penjahit dan telah menggunakan bahan kain dari Levis untuk merajut berbagai produk jadi seperti selimut hingga tenda sekalipun. Hingga pada suatu saat dia diminta oleh salah seorang pelangganya untuk membuatkan dia sepasang celana yang memang di khusus untuk tidak mudah robek. Sebagai catatan, celana berwarna biru dengan bahan dasar denim bukan lah suatu hal yang menajubkan karena sejak awal 1800 an para pekerja lapangan sudah lebih dahulu menggunakannya. 

    Saat itu Davies mencoba membuatkan celana dengan spesifikasi yang diminta oleh pelanggannya. Berbagai hal dicoba oleh nya hingga terbentuk lah ide menggunakan paku keling. Paku keling sendri bila anda pernah menggunakan jeans, di bagian kantong celana akan ada semacam besi bulat yang menyatukan bagian kantong dengan celana. 

    Setelah itu, percobaan Davies membuahkan hasil dan segera melakukan paten atas produk tersebut. Namun juga karena dia membutuhkan material bahan dasar, dia mencoba mengajak dan berkolaborasi dengan Levis untuk membuat celana jeans terbaru mereka. Jeans dirasa oleh para pekerja sebagai celana yang memiliki struktur kuat dan tahan lama, sehingga mereka pun dengan nyaman menggunakannya.

    Jins Mulai Dikenal

    Bila awal mula jins tercipta karena diperuntukan sebagai celana para pekerja penambangan atau pekerja lapangan, lalu bagaimana bisa jeans digunakan sebagai celana, baju, hingga jaket yang digunakan sehari-hari di jaman sekarang?

    Mundur ke beberapa puluh tahun, ketika perang dunia kedua muncul, celana jeans masih belum populer untuk digunakan. Bagi sebagaian orang pada saat itu, jeans masih dipandang sebagai celana pekerja yang kuat dan nyaman dipakai. Sampailah pada suatu saat dimana orang Amerika serikat yang tinggal di daerah pesisir timur memutuskan untuk berpergian ke wilayah barat Amerika untuk berlibur.

    Pada awal 1950 an, orang yang berlibur untuk menemukan suatu pengalman yang baru dari timur ke barat Amerika menilai bahwa menggunakan denim style merupakan hal yang fashionable dan tidak terpisahkan. Ditambah dengan nama-nama besar seperti Elvis Presley, Marlon Brando, yang menggunakan jeans pada awal masa kejayaan mereka tentu mendobrak persepsi orang terhadap celana denim jeans ini sendiri.

    Jeans dikenal oleh orang diluar Amerika sendiri ketika masih berlangsungnya perang dunia kedua. Tentara amerika lah yang mengenalkan produk itu ketika mereka berada di camp perang berbagai negara seperti Inggris, Eropa, hingga Jepang sekalipun.

    Dalam industri fashion, denim perlahan-lahan muncul dan mulai membentuk karakter khususnya ketika digunakan oleh perempuan Amerika sebagai symbol dari women liberation. Lama kelamaan, jeans mulai merangkak ke berbagai kalangan baik dari muda maupun tua hingga kaya maupun miskin sekalipun. Walaupun awalnya jeans digunakan untuk pekerja pria, akan tetapi perlahan mulai bervariatif dari celana jeans wanita, jaket denim wanita, rok jeans, ripped jeans, hingga skinny jeans yang bisa ditemui diberbagai toko.

    Kesimpulan

    Penggunaan celana jeans pada jaman sekarang sangat mudah untuk ditemui di berbagai tempat. Pemakaiannya yang nyaman dan mudah di gunakan untuk ke berbagai acara casual, semi formal hingga formal sekalipun, jeans menjadi banyak idaman untuk anak-anak muda hingga dewasa.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.