Kampanye Literasi, Jadilah Baik di Taman Bacaan - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Kamis, 25 Februari 2021 16:27 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Kampanye Literasi, Jadilah Baik di Taman Bacaan

    Jangan pernah putus asa menebar kebaikan, sekalipun di taman bacaan. Karena kebaikan adalah "nyawa kedua" yang menyelamatkan seseorang dari ancaman api neraka. maka, jadilah baik setiap saat

    Dibaca : 503 kali

    Tahukah kita, bahwa kupu-kupu itu tidak pernah merasa bahwa dirinya indah? Namun orang-orang di sekelilingnya tahu bahwa kupu-kupu itu sangat indah dan cantik. Dari ulat, berubah menjadi kepompong hingga terkoyak hidupnya lalu menjadi kupu-kupu dengan  sayap beraneka warna dan motif. Simbol perjalanan hidup yang penuh perjuangan hingga mencapai keindahan hidup.

     

    Begitu pula, kebaikan seseorang di mana pun. Meskipun tidak merasa dirinya baik. Namun  orang-orang yang di sekeliling tahu bahwa dirinya adalah orang baik. Karena bisa jadi, di kala tidur ada ribuan doa yang diam-diam naik ke langit untuknya. Kok bisa?

     

    Iya, mungkin dari si fakir miskin yang pernah dibantu. Mungkin dari anak-anak yatim yang selalu diperhatikan dan ditolong. Mungkin dari orang-orang yang pernah tertimpa kesusahan lalu diringankan bebannya. Atau dari sahabat dekat yang pernah didukung. Atau karena kebaikan lain yang pernah dibuatnya.

     

    Taman bacaan pun adalah tempat perbuatan baik. Karena jadi tempat membaca buku bagi puluhan atau ratusan anak yan selama ini tidak punya akses buku bacaan, Atau kaum ibu yang akhirnya bisa belajar baca-tulis hingga terbebas dari buta huruf. Jadi tempat anak-anak prasekolah belajar mengenal huruf, membaca dan berhitung. Sungguh, ada kebaikan yang indah di taman bacaan.

     

    Maka dari itu, jangan pernah putus asa untuk berbuat baik. Menebar kebaikan nyata adalah lebih baik daripada berniat untuk baik. Dan patut diingat, kata Ali bin Abi Thalib, setiap kebaikan pasti ada gangguannya. Karena kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik.

     

    Jadi di taman bacaan, biarlah semua itu mengalir seperti air. Untuk tetap fokus melakukan kebaikan. Karena kebaikan adalah “nyawa kedua” yang akan menyelamatkan dari api neraka setelah nafas tak lagi dipinjamkan.

     

    Berbahagialah siapa pun, karena masih bisa menebar kebaikan yang bermanfaat untuk orang lain. Salam literasi #KampanyeLiterasi #TBMLenteraPustaka #Tamanbacaan



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.