Strategi Pengembangan dan Pemasaran Produk Melalui Medsos dan Kemasan Produk di Desa Mangli - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Nanang Sutrisno

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 16 September 2021

Jumat, 17 September 2021 10:54 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Strategi Pengembangan dan Pemasaran Produk Melalui Medsos dan Kemasan Produk di Desa Mangli

    Strategi pemasaran dan keamasan produk diterapkan Nanang Sutrisno, Mahasiswa Universitas Jember dalam program KKN Back to Village di Desa Mangli ini, untuk membantu pelaku usaha kuliner. Saat ini mereka mengalami masalah karena omset penjualan menurun.

    Dibaca : 230 kali

    Dukung penulis indonesiana

    Desa Mangli, adalah salah satu desa yang terdapat di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Desa ini tepatnya berada di dalam lingkup wilayah administratif Kecamatan Kaliwates. Lokasi desa tidak terlalu jauh dari pusat kota Jember, yaitu hanya sekitar 4 Km.

    Sebagian terbesar mata pencaharian masyarakat di Desa Mangli adalah sebagai pedagang. Namun juga tidak sedikit penduduk yang menekuni pekerjaan dan mengembangkan usaha di bidang perdagangan dan jasa sebagai sumber penghidupan keluarganya. Diantaranya adalah usaha: (a) kuliner, (b) pakaian, dan (c) kos-kosan. Khusus untuk ‘usaha makanan’, sudah banyak dikembangkan oleh pelaku usaha makanan.

    Pemasaran untuk produk makanan tersebut, selama ini meliputi di dalam wilayah Kabupaten Jember sendiri maupun di luar wilayah Kabupaten Jember. Adapun sistem pemasaran produk makanan yang dilakukan oleh para pelaku usaha makanan di Desa Mangli ini masih bersifat konvensional, atau para pelaku usaha belum mengenal sistem pemasaran online (digital marketing).

                              

           
         
       
     

     

     

     

     

     

     

    Oleh karena sistem pemasaran produk makanan yang masih bersifat konvensional itu, maka selama masa Pendemi Covid-19 ini, dirasakan oleh pelaku usaha makanan di Desa Mangli ini omset penjualannya menurun cukup drastis. Mencermati hal tersebut, maka saya, Nanang Sutrisno, Mahasiswa Universitas Jember yang saat ini sedang melaksanakan program KKN Back to Village di Desa Mangli ini, tertarik untuk membantu pelaku usaha makanan di desa ini, keluar dari masalah mengalami omset penjualan yang menurun tersebut. Oleh karena itu dalam rangka kegiatan KKN Back to   Village di desa ini ditetapkan program mengajak pelaku usaha makanan melakukan ‘inovasi kreatif berbasiskan digital marketing’. Yaitu mulai merambah pemasaran dengan menggunakan media sosial.

    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) Back to Village di Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember ini, dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus 2021 sampai 10 September 2021. Metode pelaksanaan yang digunakan untuk mencapai tujuan yang diharapkan adalah dengan melakukan pembimbingan dan pelatihan optimalisasi bisnis online secara kreatif di media sosial Instagram kepada pelaku usaha makanan di Desa Mangli, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.

    Adapun pembimbingan dan pelatihan yang dilakukan terdapat beberapa metode, diantaranya memberikan materi tentang cara berbisnis online secara kreatif di masa pandemi Covid-19 kepada usaha makanan dengan tujuan agar usaha makanan tersebut mendapat gambaran tentang pentingnya pengembangan bisnis di dunia online. Pelatihan dan pendampingan juga dilakukan kepada sasaran dalam membuat produk kreatif, inovatif, dan dibutuhkan pasar. Hal ini dilakukan agar sasaran mengerti akan pentingnya sebuah produk yang menarik dan dibutuhkan pasar.

    Dilaksanakan pembimbingan dan pelatihan dalam optimalisasi produk dan toko online agar usaha makanan tidak hanya bertumpu pada orderan konsumen saja, namun juga dapat membuat produk dan memiliki brand yang baik agar dapat bersaing dengan kompetitor lainnya. Melakukan pelatihan dan pendampingan promosi di media sosial secara kreatif dengan biaya minimum agar produk sasaran dapat dilihat calon konsumen lebih banyak tanpa membuat sasaran mengeluarkan banyak pengeluaran biaya untuk iklan. Diharapkan dengan adanya inovasi kreatif yang diberikan ini dapat membantu usaha makanan tersebut mengembangkan dan mengoptimalisasi bisnisnya secara offline maupun online seperti di media sosial Instagram.

    Adapun awal perencanaan kegiatan ini, dilakukan komunikasi dengan Kepala Desa Mangli dalam meminta izin dan dukungan dalam berlangsungnya program KKN Back to Village. Wawancara dan diskusi yang dilaksanakan dengan Kepala Desa Mangli diantaranya, yaitu waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan serta konsep pelaksanaan kegiatan. Pada tahap perencanaan ini diidentifikasikan permasalahan usaha makanan di Desa Mangli terkait dengan penurunan omset yang dialami, serta mendiskusikan segala hal mengenai pelaksanaan pengabdian baik konsep pelaksanaan kegiatan maupun solusi yang akan dilakukan untuk pengoptimalan bisnis usaha makanan yang ditekuni sasaran. Demikian juga didiskusikan langsung dengan sasaran mengenai perencanaan program yang akan di realisasikan kepada usaha makanan.

     

    Gambar 3

    Identifikasi Masalah di Lingkup Usaha Makanan di Masa Pandemi Covid19

    Terkait dengan program kerja (Proker) pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) Back to Village di Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember ini, dapat dicermati pada: (1) Road Map Pelaksanaan KKN Back to Village di Desa Mangli, Mahasiswa KKN Back to Village 3 Universitas Jember ini. (Nanang Sutrisno/KKN-45/Jember/Dwi Haryanto S.Sn., M.Sn.)



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.