Perbedaan Keyakinan di Indonesia Tak Menyurutkan Semangat Toleransi Beragama - Analisis - www.indonesiana.id
x

Keberagaman agama di Indonesia

Ufies Marizqa

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 5 Oktober 2021

Rabu, 6 Oktober 2021 06:09 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Perbedaan Keyakinan di Indonesia Tak Menyurutkan Semangat Toleransi Beragama

    Seperti yang sudah terkandung dalam nilai-nilai Ideologi negara kita, yakni Pancasila. Sila ke-1 yang berbunyi, "Ketuhanan Yang Maha Esa", melahirkan sikap toleransi dalam beragama. Apakah kalian tau apa maksud dari toleransi beragama?

    Dibaca : 474 kali

    Jember - Seperti yang sudah terkandung dalam nilai-nilai Ideologi negara kita, yakni Pancasila. Sila ke-1 yang berbunyi, "Ketuhanan Yang Maha Esa", melahirkan sikap toleransi dalam beragama. Apakah kalian tau apa maksud dari toleransi beragama?

    Sebelum kamu ingin memahami arti dari toleransi beragama. Kamu terlebih dahulu harus mengetahui makna dari Sila pertama Pancasila. Makna yang terkandung dalam sila pertama Pancasila adalah bahwa  bangsa Indonesia mempunyai hak dan kebebasan untuk menganut agama dan menjalankan ibadah yang sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya, mewujudkan kehidupan yang selaras, serasi, dan seimbang antar sesama manusia, antar bangsa, maupun dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Kebebasan beragama merupakan hak asasi setiap manusia. Dalam pembukaan UUD 1945 pasal 29 ayat 2 telah dijelaskan bahwa “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya sendiri-sendiri dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya”.

    Negara kita memiliki keberagaman agama didalamnya. Indonesia adalah negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Berdasarkan data Administrasi (Aminduk) penduduk Indonesia di tahun 2021 tercatat bahwa penduduk Indonesia sebanyak 272.229.371 jiwa. Dari jumlah penduduk sebanyak itu, pemeluk agama Islam adalah yang terbanyak, yaitu sebesar 87,62%, diikuti dengan pemeluk agama Kristen sebesar 6,99%, agama Kristen Katolik sebesar 2,92%, agama Hindu sebesar 1,70%, agama Buddha sebesar 0,72%, dan agama Khong Hu Chu sebesar 0,05%.

    Meskipun penduduknya mayoritas beragama Islam dan merupakan negara penganut agama Islam terbesar di dunia, Indonesia bukanlah Negara Islam. Dasar negara yang sudah ditetapkan sejak awal kemerdekaan juga bukan dasar negara Islam, melainkan Pancasila. Keberagaman agama yang ada di Indonesia, tidak membuat warga masyarakat terpecah belah. Sebagai warga Indonesia, kita harus bangga dengan keragaman yang dimiliki negara kita. Kita sebagai warga negara Indonesia sudah seharusnya untuk saling menghormati hak dan kewajiban dalam beragama. Sikap yang demikian akan secara alami menumbuhkan semangat nasionalisme demi menjaga keutuhan Negara. Rasa nasionalisme yang tinggi, bisa dilihat dari sikap warga Indonesia dalam menyikapi perbedaan agama yang ada. Salah satu contohnya adanya semangat toleransi beragama.

    Nah, apa kalian sudah tau arti dari istilah Toleransi Beragama?

    Manusia sebagai makhluk sosial, hakikatnya manusia itu mutlak membutuhkan orang lain. Manusia tidak bisa hidup sendiri disebabkan karena dalam memenuhi kebutuhan hidupnya manusia membutuhkan bantuan dari lingkungan dan sesamanya. Manusia sebagai makhluk sosial merupakan makhluk yang berhubungan secara interaktif dengan manusia lain. Dalam konteks ini, maka manusia harus selalu menjaga hubungan antar sesama manusia dengan sebaik mungkin, terlepas dari perbedaan agama yang ada diantara mereka, hal inilah yang lazim disebut dengan istilah toleransi beragama.

    Toleransi beragama berarti mempunyai keyakinan, untuk menghormati dan menghargai manusia yang beragama lain. Toleransi beragama adalah cara bersikap atau perbuatan dimana setiap kelompok agama tidak mendiskriminasikan agama satu dengan lainnya. Toleransi beragama berarti saling menghormati dan berlapang dada terhadap pemeluk agama lain, tidak memaksa untuk harus mengikuti agamanya, dan tidak mencampuri urusan agama masing-masing. Kita harus saling tolong menolong dan bekerja sama dengan pemeluk agama lain, seperti dalam aspek ekonomi, sosial, dan aspek kehidupan duniawi lainnya.

    Penerapan nilai yang terkandung dalam sila pertama di kehidupan sehari-hari bisa kita lakukan dengan beberapa cara sederhana, sebagai contoh :

    • Menghormati agama yang lain
    • Tidak memaksakan agama atau kepercayaan kepada orang lain
    • Menghormati kebebasan dalam menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya
    • Menghormati umat agama lain dalam merayakan hari besar sesuai keyakinan dan keagamaan mereka
    • Bekerja sama dalam aspek sosial agar terbina kerukunan hidup
    • Saling tolong menolong dalam upaya menjaga ketertiban dan kesejahteraan di lingkungan masyarakat

    Masih banyak lagi contoh penerapan sila pertama yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh-contoh diatas merupakan contoh sederhana yang bisa dengan mudah kita lakukan. Penerapan nilai yang terkandung dalam sila pertama Pancasila ini, harus kita terapkan dalam diri sendiri, kemudian di lingkungan keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Dengan demikian, akan terbinalah kerukunan hidup diantara umat beragama karena sikap toleransi beragama yang kita miliki. Oleh karenanya, kita harus mengetahui pentingnya meningkatkan semangat toleransi antar umat beragama agar Indonesia senantiasa tetap rukun dan damai,

     

    Bahan Rujukan

    https://dukcapil.kemendagri.go.id/berita/baca/809/distribusi-penduduk-indonesia-per-juni-2021-jabar-terbanyak-kaltara-paling-sedikit

    Alpizar. (2015). Toleransi terhadap Kebebasan Beragama di Indonesia . TOLERANSI:Media Komunikasi Umat Beragama, 7(2), 139-140.

    Witrianto. (2016). Toleransi antar Umat Beragama. Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, 2(1), 376



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.