x

Iklan

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Jumat, 31 Desember 2021 08:50 WIB

Tidak Usah Tahun Baruan Bila Tidak Mampu Jawab Pertanyaan Ini?

Tidak usah tahun baruan bila tidak bisa jawab pertanyaan ini. Jadilah lebih baik dan lebih realistis. Tahun baru yang literat!

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Tahun baru 2022 sebentar lagi tiba. Ada yan peengenbegini, pengen begitu. Ada yang mau bakar jagung, bakar ikan atau begadang-an. Lebih dari itu, ada juga yang bikin resolusi. Tahun depan rencana begini, pengen begitu. Momen tahun baru, selalu identik dengan euforia semata.

 

Gak usah tahun baru-an bila gak bisa jawab pertanyaan ini.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ada 5 orang bersaudara dalam satu rumah. Anak no. 1 sedang mandi, anak no. 2 sedang nonton TV. Anak no. 3 sedang bermain catur, anak no. 4 sedang menyapu rumah. Lalu pertanyaannya, kemana anak no. 5?

 

Sekali lagi, gak usah tahun baruan bila gak bisa jawab pertanyaan itu di atas. Inilah kuis literasi, cara sederhana untuk tahun baruan. Karena literasi itu untuk menjadikan tiap manusia lebih realistis dalam hidup. Tiap tahun tiap waktu, tidak ada manusia yang sempurna. Semuanya pasti punya masalah. Entah besar atau kecil. Masalah itu fakta, tinggal bagaimana cara menyikapinya?

 

Bila ada pertayaan, itu berarti ada masalah. Tahun 2022 lalu bertanya, mau apa? Akan bagaimana di tahun depan? Lalu, untuk apa tujuan hidupnya di tahun baru? Bila berani bertanya, harusnya berani pula menjawabnya sendiri. Bertanya atau masalah itu, sejatinya dijadikan hikmah atau pelajaran. Untuk menjadikan diri sendiri lebih baik di waktu mendatang. Baik dalam pengetahuan, perilaku, sikap, maupun spiritual. Itulah literat.

 

Tahun baru atau tahun lama ya isinya masalah. Isinya pertanyaan.

Lalu kenapa saat ditimpa masalah justru menyalahkan orang lain. Menyerah dan berkeluh-kesah. Tidak sabar bahkan lupa bersyukur. Jadi banyak omong, dan merasa jadi “korban” atas perbuatan orang lain. Belum lagi, bertabur sifat sombong, benci, iri dan dengki. Fitnah dan gibah jadi hobi. Bergaul dengan dosa yang merasuk hingga ke pikiran dan hati tanpa disadari. Selalu merasa benar sendiri, lalu semua orang lain salah.  Berjiwa buruk kok mau tahun baru-an?

 

Tahun baru, mau datang atau tidak. Hadapi dengan cara sederhana. Jadilah literat dan tetap realistis terhadap hiup. Tiap pertanyaan, tiap masalah bukan untuk dikeluhkan. Tapi dicarikan solusinya. Untuk memperbaiki diri sekaligus instropeksi. Punya masalah bukan malah marah lalu bertindak gegabah.

 

Ketahuilah, hidup itu pasti ada masalah, Dan tidak satu pun orang mampu menyenangkan semua orang. Maka tentukan sikap dan bertindaklah. Lalu tebarkan terus manfaat kepada orang lain. Marah itu tidak akan menyelesaikan masalah. Mengalah pun bukan berarti kalah.

 

Jadi di tahun baru. Jalani hidup dengan realistis. Tidak usah bermimpi, pengen ini pengen itu. Jadilah lebih baik di waktu tersisa dan tidak usah berkomentar tentang hidup orang lain. Itulah spirit tahun baru, kapan pun dan di mana pun.

 

Maka, tolong jawab pertanyaan di atas. Ke mana anak no. 5? Gak usah tahun baru-an bla tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Bila takut menjawab tiap masalah. Salam literasi #PegiatLiterasi #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka

Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan