Makhluk-makhluk Eksotis di Sawah Daerah Tapanuli Selatan - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Gambar oleh Pexels dari Pixabay

Almanico Islamy Hasibuan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 November 2021

Rabu, 16 Maret 2022 07:21 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Makhluk-makhluk Eksotis di Sawah Daerah Tapanuli Selatan

    Sawah merupakan tempat bermain bagi anak-anak kampung. Semua makhluk yang berada di dalamnya memiliki keunikannya masing-masing dan bagi mereka yang setiap hari ke sawah di Tapanuli Selatan pasti tidak akan pernah melupakannya, terutama limatok.

    Dibaca : 786 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

              Siapa yang tidak sering bermain di sawah? Jika tidak, cepatlah main ke sana sebelum semua lahan berubah menjadi mall atau jalan raya. Bermain di sawah seperti bermain bersama alam sekaligus menambah selera makan. Belum ada peneliti yang bisa menjelaskan mengapa selera makan kita bertambah saat berada di daerah persawahan, tetapi bagi orang yang malas makan hal ini merupakan solusi sementara. Sebelum itu, bagi kalian yang malas makan berarti belum bisa mensyukuri nikmat terlepas dari kondisi kesehatan. Namun, tahukah kalian kalau ada banyak hewan eksotis yang menempati daerah persawahan? Apa sajakah itu? Mari simak.

     

    1. Pelang

              Siapa yang tidak tahu dengan pelang, apalagi bagi mereka yang sering berteduh di bawah pohon kelapa? Pelang adalah sejenis kadal yang memiliki beragam warna. Pelang sangat cepat terutama saat mereka melihat manusia bersandar di batang pohon kelapa. Mereka akan turun dan berusaha masuk ke telinga kita. Kasus ini lumayan banyak terjadi terutama bagi kaum bocil. Sebenarnya, hal ini belum terbukti. Namun, dengan beredarnya cerita ini menyebabkan ketakutan tersendiri jika berteduh di bawah pohon kelapa.

     

    2. Masuk-Masuk Pinggol

              Masuk-masuk pinggol? The hell is that supposed to be? Masuk-masuk pinggol merupakan sebutan orang Batak terhadap serangga kecil seperti serangga buah yang suka memasuki telinga atau hidung kita jika melewati gerombolannya. Serangga ini muncul saat siang-siang. Berhati-hatilah jika melewati pematang sawah. Gerombolan mereka tidak dapat diprediksi, oleh karena itu selalu perhatikan jalan kalian. Setelah masuk-masuk pinggol memasuki telinga kita, tidak ada yang tahu apa yang akan mereka lakukan di dalam sana. Belum ada penelitian terkait dampak mereka piknik di dalam tubuh kita.

     

    3. Limatok

             Limatok? Binatang apa lagi ini bah? Satu kata, jangan macam-macam terhadap hewan yang satu ini. Limatok adalah sejenis lintah yang berukuran lebih kecil dan berwarna lebih cerah, biasanya warna jingga atau hijau kekuning-kuningan. Limatok ini melata sangat aneh dan tidak dapat terdeteksi sampai kita melihat bercak darah di kaki kita. Gigitan limatok dapat menyebabkan gatal. Mereka sangat senang berkunjung ke sawah setelah terjadi hujan di hari sebelumnya dan tanpa matahari terik. Bagi petani, mereka sudah seperti memiliki simbiosis komensalisme bukan parasitisme lagi. Petani sudah menganggapnya hal yang biasa jika limatok hinggap di kaki mereka demi menyediakan pangan terhadap negeri.

     

    4. Jobar (Optional)

              Jobar sudah pernah kita bahas, tetapi jobar di persawahan harus memiliki satu persyaratan yang penting. Sawah tersebut harus dekat dengan sungai dan biasanya sering dijumpai di persawahan yang luas. Mereka terkadang mampir ke pinggiran sungai untuk berjemur. Hati-hatilah kalian yang ingin pergi membuang air. Tidak ada wc yang tersedia di persawahan. Menyatulah dengan alam jika kalian ingin buang air. Oleh karena itu, berhati-hatilah dengan si jobar ini.

     

              Bagi bocil yang masih sempat untuk bermain ke sawah, nikmatilah. Mudah-mudahan kita masih bisa bermain ke sana sebelum semua berubah menjadi semen dan kaca. Alih fungsi lahan tersebut juga akan menyebabkan makhluk-makhluk eksotis di atas akan mengalami kepunahan. Walaupun mereka sangat mengerikan, ciptaan-Nya pasti ada manfaatnya.

    Ikuti tulisan menarik Almanico Islamy Hasibuan lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.