Dandangan, Memukul Bedug Menyambut Rezeki - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Birrbik Faza

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 April 2022

Selasa, 10 Mei 2022 14:26 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Dandangan, Memukul Bedug Menyambut Rezeki

    Sebuah tradisi unik di Kabupaten Kudus Jawa Tengah yang dilakukan menjelang bulan puasa. Tradisi ini terus diwariskan hingga sekarang dan mendapat atensi yang luas dari masyarakat setempat serta para pelancong yang berkunjung ke Kudus.

    Dibaca : 353 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Ada salah satu tradisi unik menjelang bulan Ramadhan yang dilakukan di Kudus, yaitu Dandangan. Nama dandangan berasal dari suara bedug yang dipukul, menghasilkan suara “dung” yang kemudian dikenal dandangan. Biasanya masyarakat kudus mengadakan ziarah makam dahulu sebelum menyambut bedug dandangan yang menandai awal bulan Ramadhan.

    Menurut sejarah tradisi dandangan dimulai sejak 450 tahun lalu, saat Syeikh Ja’far Sodiq atau Sunan Kudus mulai berdakwah di daerah Kudus. Sunan Kudus adalah seorang ahli falak yang dapat menghitung kapan jatuhnya awal bulan Ramadhan. Saat menjelang puasa para santri Sunan Kudus berkumpul di Masjid Menara Kudus untuk menunggu pengumuman dari sang guru tentang awal bulan ramadhan. Tradisi itu terus berlangsung hingga sekarang yang dilestarikan oleh masyarakat Kudus.

    Dalam perkembangannya Dandangan sendiri tidak lagi sebagai ritual keagamaan untuk menyambut awal bulan Ramadhan, namun juga menjadi kegiatan ekonomi dan sosial. Dandangan yang merupakan acara sakral ditunggu kehadirannya jauh hari sebelum Ramadhan tiba. Satu minggu hingga satu bulan sebelumnya diadakan pasar malam di sepanjang jalan menuju menara kudus. Para pedagang dating menjajakan dagangannya untuk para pelancong atau peziarah serta masyarakat Kudus sendiri.

    Dalam kegiatan pasar malam tersebut tentunya memberikan keuntungan dan keberkahan bagi para pedagang. Mengingat acara dandangan yang sakral tentunya akan banyak pelancong yang datang untuk berziarah atau sekedar berwisata di menara Kudus. Sembari jalan-jalan para pelancong dapat mencicipi kuliner khas Kudus seperti soto kudus, lentog, jenang, dan sebagainya yang dijajakan di pasar malam. Selain kuliner banyak barang seperti pakaian, alat masak, hingga mainan anak-anak yang ditawarkan oleh para pedagang. Sebuah perayaan yang tidak hanya sakral secara keagamaan namun juga menghadirkan manfaat yang riil bagi masyarakat.

    Di samping pasar malam sebenarnya banyak kegiatan yang diadakan untuk menyambut bulan Ramadhan di Kudus. Ada festival budaya dan kirab rebana yang menampilkan kekayaan budaya masyarakat kudus. Tentunya hal ini menambah daya tarik tersendiri bagi para pelancong yang berkunjung ke kudus. Melalui kirab ini pula dapat dilihat karakter masyarakat kudus yang sangat religius, sebuah kota santri yang memiliki banyak keunikan dan keistimewaan. 



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.