Strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dalam Investasi ETF - Urban - www.indonesiana.id
x

Setyo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 20 Juni 2022 16:05 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dalam Investasi ETF

    Investor pemula dengan dana cekak pun sudah bisa menikmati investasi reksa dana ETF dengan mudah.

    Dibaca : 1.779 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Reksa dana ETF termasuk jenis investasi yang paling mudah dilakukan sehingga kerap disebut sebagai pilihan investasi yang paling gampang buat pemula yang menginginkan diversifikasi investasi.

    Begitu reksa dana ETF terbeli (subscription), investor sudah tidak perlu memantau setiap saat karena sudah ada Manajer Investasi (MI) yang mengelolanya. Investor tinggal duduk manis menunggu kinerja MI dalam mengembangkan uang yang didepositkan di ETF.

    Kemudahan lainnya yakni transaksi ETF yang bisa ditransaksikan di jam bursa selayak saham. Reksa dana rasa saham ini menjadi terobosan dalam investasi reksa dana.

    Namun sebagai pemula, tentu dalam investasinya tidak perlu dengan modal yang gede terlebih dahulu. Oleh sebab itu, strategi investasi yang disarankan untuk investor pemula yakni strategi Dollar Cost Averaging (DCA).

    Strategi DCA dalam investasi dipahami sebagai strategi cicilan rutin setiap bulannya dalam jumlah yang sama. Berinvestasi secara berkala atau teratur dengan jumlah investasi yang sama setiap periodenya ini layak di terapkan oleh investor pemula yang masih minim ilmu market.

    Seperti halnya menabung secara konvensional, investasi ETF bisa "dicicil" dengan nominal sesuai kemampuan rutin setiap bulannya. Mau Rp.100.000,- atau Rp.500.000,- atau Rp.1.000.000,- per bulan asal rutin dan konsisten dilakukan dengan nominal yang sama tentu akan mendatangkan banyak manfaat jangka panjang karena strategi ini memang cocok untuk hasil optimal jangka panjang.

    Dengan rutin dan konsisten menyisihkan melalui strategi ini maka investor pemula akan mendapati sejumlah keuntungan, seperti volatilitas investasi yang relatif kecil dan strategi investasinya yang menjadi lebih obyektif.

    Strategi ini memang tergolong sederhana dan tidak terlalu sulit untuk diaplikasikan bagi investor pemula. Hanya saja, investor perlu konsistensi dalam menyisihkan dananya setiap bulan.

    Menariknya, strategi nabung rutin DCA ini bisa mencegah investor melakukan investasi berlebihan pada "waktu yang salah" di harga yang tinggi. Seperti umum diketahui, kalau tidak hati-hati, tak jarang investor justru terjebak di harga yang tinggi saat membeli disebabkan ketidaktahuannya dan lebih banyak karena keputusan emosional.

    So, investasi dengan strategi DCA ini tentu cocok untuk investor pemula dalam menikmati reksa dana ETF. Apalagi, investasi reksa dana ETF saat ini sudah sangat mudah dan gampang, semisal melalui aplikasi IPOT yang telah mengintegrasikan platform transaksi ETF, baik untuk pasar primer maupun pasar sekunder yang selayak jual-beli saham.

    Dengan strategi DCA ini investor pemula dengan dana cekak pun sudah bisa menikmati investasi reksa dana ETF dengan mudah di pasar sekunder layaknya saham. Strategi demikian ini tentu berbeda dengan Strategi Lump Sum yang dalam depositnya dengan jumlah nominal duit yang banyak.

    Ikuti tulisan menarik Setyo lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.