x

ziarah di makam Gusdur dan KH.hasyim Asy\x27ari Jombang

Iklan

elfri tago

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 Mei 2022

Senin, 27 Juni 2022 05:15 WIB

Sastra, Film, Budaya, dan Semiotik

Film merupakan sebuah gambaran dari realitas kehidupan, hal ini sama seperti film Ziarah yang sangat kuat akan budaya jawa dan dalam film ini kita bisa mendapatkan sedikit ilmu tentang budaya dan juga tentang perjuangan cinta sejati.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Film Ziarah karya BW Purbanegara tahun 2016. (kajian semiotik)

Film merupakan salah satu seni dalam dunia sastra. Dari film kita bisa mendapatkan pembelajaran baik itu secara alur cerita ataupun dari kebudayaan sejarah. Film juga bisa memberikan tanda-tanda budaya atau maksud dari sebuah film itu sendiri, baik secara teks atau dari gambar tempat. Hal ini bisa kita menalaah film tersebut dengan beberapa kajian sastra, dan salah satunya adalah kajian semiotik.

Semiotik merupakan dari bahasa linguistik yang berarti semiologi, sampai saat ini semiotik masih sering digunakan dalam kajian film. "Pembahasan yang luas tentang bidang studi yang di sebut semiotika telah muncul di negara-negara" (Sobur : 2003). Di era zaman sekarang film banyak sekali menggusung tema atau genre, sama seperti film Ziarah karya BW Purbanegara yang bertemakan drama.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dalam film Ziarah banyak sekali tanda-tanda untuk menganalisa dari segi semiotik, baik itu tanda secara filosofi, budaya ataupun sebuah pesan yang ingin di sampaikan kepada penonton. "Semiologi merupakan sebuah yang mengkaji kehidupan tanda-tanda di tengah masyarakat dan dengan demikian menjadi bagian dari disiplin psikologi sosial" (definisi Saussure dalam Sobur : 2003). Dalam film Ziarah tokoh nenek Sri mencari tanda-tanda kehidupan atas suaminya yang bernama Perwiro Sahid yang telah hilang di tengah-tengah peperangan di era zaman Sukarno saat terjadinya perang dunia ke dua. Tokoh nenek Sri selama perjalanan mencari suaminya menemukan kebuntuan terhadap sebuah informasi akan keberadaan suaminya. Hal ini mengambarkan dampak dari psiokologi.

Dalam film ini bukan hanya nenek Sri saja yang mengalami kebuntuan terhadap informasi, tapi tokoh Rejo sebagai anak Sri juga hal yang sama seperti nenek Sri. Tokoh Rejo juga ikut mencari informasi atas kakeknya dan juga nenek Sri yang hilang berhari-hari tanpa kabar semenjak mencari keberadaan Perwiro Sahid suaminya. Dengan berbekal informasi yang di dapatkan oleh para sekitar, tokoh Rejo ini menemukan tanda-tanda akan keberadaan kakeknya sebagai objek menentukan jawaban. "Memaknai berarti bahwa objek-objek tidak hanya membawa informasi, dalam hal ini objek-objek itu hendak berkomunikasi, tetapi juga mengkondfitasi sistem struktur benda dari benda" (Barthes 1998 : 179 dalam Kurniawan 2001).

Film ini bukan hanya membahas pencarian diri dari dampak psikologis, tapi juga membahas dari segi budaya-budaya jawa dan sedikit berbau hal-hal ghaib (mitos). "Mitos dalam semiotik bukan merupakan sebuah konsep tapi sebuah cara pemberian makna" (Sobur 2016 : 71). Mitos atau hal-hal ghaib masih berkembang saat ini. Hal ini sama Seperti tokoh nenek Sri yang masih mempercayai hal ghaib dengan keris pemberian dari sang suami. Nenek Sri mempercayai jika dia mengikuti keris tersebut maka akan menemukan suaminya. Keris merupakan sebuah pusaka dimana orang jawa masih sangat kental mempercayai adat dan budaya-budaya para pendahulu, bukan hanya berupa mitos belakang dan terkadang keris ini bisa menunjukan sebuah petunjuk.

Seperti dalam film Ziarah bahwa jika keris merupakan lambang atau tanda dari sifat-sifat manusia. Sifat-sifat manusia merupakan sebuah lambang kesempurnan dan kuat, sama seperti keris yang memiliki ukiran-ukiran yang cantik di setiap besinya dan juga kuat  dalam ketajaman. Memang di era zaman sekarang bahwa mitos-mitos hal ghaib jarang di percayai oleh sebagian masyrakat, tapi di dalam film Ziarah ini keris sebagai lambang petunjuk dan sebuah komunikasi antara keris lainnya. Hal ini sejalan dengan Batrhes, 

"Mitos bukan realitas, melainkan sebuah sistem komunikasi atau pesan berfungsi untuk mengungkapan dan memberikan pembenaran bagi nilai-nilai dominan yang berlaku periode tertentu" (Budiman  : 2001 : 120).

Kesimpulan

Zaman sekarang film sangat berpengaruh dalam media berbagi ilmu secara tidak langsung kepada masyarakat banyak. Dan film juga bisa membuat banyak pelajaran dari alur cerita akan sebuah film, sama seperti film Ziarah ini menceritakan kesetian 

Ikuti tulisan menarik elfri tago lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu