x

sumber gambar: matamatapolitik.com

Iklan

elfri tago

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 Mei 2022

Kamis, 30 Juni 2022 13:46 WIB

Sastra, Politik dan Meme

Politik bahasa merupakan salah satu unsur untuk menarik masyarakat, bukan hanya melalui bajasa tapi juga melalui meme sebagai hiburan dalam dunia politik

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sastra, Bahasa, Politik dan Meme

 

Sastra merupakan ilmu yang mempelajari segala aspek kehidupan. Sejak dari kecil kita telah di kenalkan oleh orang tua sastra, baik itu melalui cerita rakyat ataupun dari film-film sejarah. Secara tidak langsung sastra merupakan kehidupan kita sehari-hari tanpa kita sadari, dan juga sastra merupakan sebuah keindahan yang di ciptakan oleh tuhan. Defini sastra sendiri beragam, hingga saat ini belum menemukan apa arti sastra yang sesungguhnya. Dalam kajian sastra kita bisa mempelajari banyak ilmu, baik itu agama, sejarah, feminisme, psikologi, dan lain-lainnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sastra sendiri tidak terlepas dari bahasa.

Bahasa merupakan suatu kata dan makna. Bahasa juga merupakan sebuah media untuk interaksi bagi inividu dan inividu, kelompok dan kelompok, masyarakat dan masyarakat. Tanpa adanya bahasa maka kita akan susah untuk menuangkan ide dan pendapat. Bahasa juga sebagai sebuah simbol dari sebuah negara, salah satunya bahasa Indonesia yang merupakan sebagai interaksi. Indonesia sendiri memiliki berbagai bahasa daerah masing-masing dari sabang sampai marauke, bahasa Indonesia sebagai persatuan. Bahasa Indonesia memiliki sejarah yang panjang, yaitu salah satunya sumpah pemuda.

Bahasa juga merupakan sebagai media politik, dalam hal ini merupakan sebagai media untuk meraih kemakmuraan negri.

Asal kata politik sendiri dari berasal dari kata Pholis dari Yunani yaitu negara kota.

Setiap negara pasti memiliki sistem politik sendiri termasuk Indonesia. Politik di Indonesia sendiri merupakan sebagai kekuatan untuk membangun negri. Tapi ada juga sebagian masyarakat beranggapan bahwa politik merupakan sebagai untuk meraih sebuah kekuasaan. Hal ini tidak lepas dari pro dan kontrak dalam politik begitu juga penggunaan bahasa dalam politik merupakan sebagai media untuk menarik masyarakat untuk meraih simpati. Tapi seiring zaman bahasa politik banyak perubahan, baik itu menggunakan bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Daerah dan lain-lainnya. Tapi seiring zaman bahasa politik juga merambat ke media sosial sebagai unjuk rasa, kritik ataupun humor. Biasanya di dalam media sosial bahasa politik lebih banyak menggunakan meme.

Meme sendiri merupakan salah satu untuk menyalurkan ide dari politik, tapi kebanyakan meme lebih sebagai hiburan untuk menghibur masyarakat banyak yang telah bosan dengan politik. Hal ini bisa kita lihat dari berbagai media internet, baik itu twitter, instalgram atau lain-lainnya. Meme bukan hanya sebagai hiburan belaka tapi juga bisa sebagai bahan penelitian terhadap sebuah bahasa, penelitian meme sendiri banyak terjadi di universitas untuk mengungkapkan makna dari bahasa meme tersebut.

Tapi zaman sekarang banyak meme yang menyindir para kaum politik untuk menjatuhkan satu sama lainnya, salah satunya seperti kasus pemimpin dengan benda sejarah yang belum lama ini terjadi di media. Hal ini sangat membuat kita berfikir bahwa sebuah kata untuk menghibur terkadang bisa membuat kita mendapatkan hukuman, maka dari itu kita harus menggunakan bahasa dalam meme untuk lebih berhati-hati lagi akan apa yang kita tulis.

Ikuti tulisan menarik elfri tago lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu