Manfaat dan Trik Pembacaan Dongeng Untuk Membentuk Karakter Anak - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Menggambarkan bagaimana pengaruh sastra dalam pendidikan juga perkembangan anak-anak.

putri winda

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Juli 2022

Senin, 4 Juli 2022 13:39 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Manfaat dan Trik Pembacaan Dongeng Untuk Membentuk Karakter Anak

    Dongeng sebagai alat pembentuk karakter anak dan cara penyampaiannya

    Dibaca : 895 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Anak merupakan sebuah tanggung jawab yang di karuniakan Tuhan kepada orang tua. Orang tua yang baik harus bertanggung jawab atas segala kehidupan anaknya. Salah satu contoh tanggung jawab besarnya yaitu membentuk karakter anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang baik.

    Membentuk karakter anak tentu harus melalui jalur pendidikan. Sementara sumber pendidikan utama untuk anak berasal dari kedua orang tuanya. Orang tua harus memberi asupan pendidikan mulai sejak dini, mulai dari belajar mengucap salam, terimakasih, dan permisi misalanya.

    Anak usia dini cenderung lebih menikmati dunia khayalan. Di mana dunia khayalan dapat kita manfaatkan untuk di jadikan sebuah tempat pembelajaran. Maka dari itu, salah satu hal yang dapat kita lakukan adalah membacakan sebuah cerita atau dongeng.

    Cerita atau dongeng dapat membentuk nilai personal seperti perkembangan emosional, intelektual, imajinasi, dan juga menumbuhkan rasa sosial, etis serta religius. Selain itu, cerita atau dongeng juga dapat memberikan nilai pendidikan eksplorasi, penemuan, perkembangan bahasa dan lain sebagainya. Kita dapat menyesuaikan cerita atau dongeng seperti apa yang harus di sampaikan untuk membentuk karakter anak sesuai yang kita harapkan.

    Salah satu cara menguji seberapa dalam masuknya pendidikan yang di sampaikan melalui sebuah cerita atau dongeng adalah dengan cara memotong cerita yang kita bacakan. Kita dapat mengambil setengah cerita untuk hari ini, dan melanjutkannya esok hari. Dengan catatan memotong bagian cerita yang sekiranya membuat anak penasaran untuk mendengar cerita berikutnya. Setelah itu, keesokan harinya sebelum melanjutkan cerita kita dapat menguji dengan sedikit bertanya kepada anak tentang cerita yang kita bacakan sebelumnya. Contoh : “Kemarin bunda cerita apa ya? Siapa saja tokohnya? Bagaimana karakter tokohnya?”, kemudian setelah mendapatkan jawaban kita dapat melanjutkan cerita hingga selesai.

    Dengan hal ini, anak dapat menimbang baik buruknya isi cerita. Dan untuk melihat perkembangan terhadap anak, kita harus bertanya kembali sesuai tujuan kita bercerita. Contoh : “bagaimana akibatnya jika menjadi tokoh jahat? Kamu ingin menjadi seperti siapa (sebut nama tokoh)?”. Setelah itu kita dapat memperhatikan pola kehidupan anak sehari-hari untuk menilai seberapa besar manfaat dari membacakan cerita atau dongeng untuknya.

    Ikuti tulisan menarik putri winda lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.