Kembangkan Desa Wisata, Abpednas Dorong Granada Land Jadi Percontohan - Analisis - www.indonesiana.id
x

Isykariman Property

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 20 September 2022

Selasa, 20 September 2022 13:00 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Kembangkan Desa Wisata, Abpednas Dorong Granada Land Jadi Percontohan

    Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) dalam acara bertajuk “Pengelolaan Kawasan Eduwisata Untuk Kemajuan Desa Indonesia” mendorong Granada Land sebagai kawasan eduwisata yang bisa menjadi percontohan pembangunan desa di Indonesia. 

    Dibaca : 289 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    ISYKARIMANPROPERTY.COM, BEKASI -  Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) dalam acara bertajuk “Pengelolaan Kawasan Eduwisata Untuk Kemajuan Desa Indonesia” mendorong Granada Land sebagai kawasan eduwisata yang bisa menjadi percontohan pembangunan desa di Indonesia. 

    Acara yang diselenggarakan secara daring pada hari Minggu, 18 September 2022 dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri dari anggota ABPEDNAS, Purna Tugas DPRD Sukabumi, Dosen, Alumni Universitas Indonesia, Alumni Fakultas Akuntansi Universitas Pancasila, Mahasiswa Jurusan Pariwisata, dan Masyarakat Umum.

     

    Isykariman Property Syariah

     

    IR.H. Indra Utama, M.PWK selaku Fouder dan Sekretaris Jendral ABPEDNAS dalam sambutannya menyampaikan keinginannya menjadikan Granada Land sebagai salah satu percontohan dalam pembangunan desa dan kawasan eduwisata di seluruh Indonesia. Menurutnya, Isykariman Property melalui Granada Land telah berhasil meningkatkan nilai dan kualitas kawasan di sekitarnya.

    Dukungan lain juga disampaikan oleh Prof. Dr. H Suratno., MM., Ak., CA sebagai Dewan Pembina ABPEDNAS. Dalam keynote speech  nya menyampaikan dukungan dengan mendorong peningkatan pengelolaan modern yang ditunjang sistem berbasis teknologi dan berencana untuk memasukan sistem manajemen akuntansi untuk membantu pengelolaan kawasan eduwisata. 

    “jika perlunya manajemen pengelolaan yang modern dengan membuat sistem-sistem yang ditunjang dengan teknologi,” kata Dewan Pembina ABPEDNAS.

    Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. H Suratno., MM., Ak., CA menyampaikan harapannya agar kedepannya pengelolaan eduwisata di desa-desa semakin maju dan dapat memberikan lebih banyak manfaat untuk masyarakat sekitar.

    Menerima dukungan yang besar dari ABPEDNAS, Isykariman Property Syariah sebagai manajemen pengelola Granada Land menyampaikan kesiapannya untuk menjadikan Granada Land sebagai kawasan percontohan eduwisata di Indonesia.

    M Nur Ichsan sebagai Head of Marketing Isykariman Property menuturkan, Granada Land telah berkembang menjadi kawasan eduwisata terbesar di Bogor Timur dan berhasil menarik banyak minat masyarakat Jabodetabek untuk berkunjung.

    Sejak awal dikembangkan, Granada Land mengusung konsep eduwisata agro yang dilengkapi berbagai macam fasilitas penunjangnya. Fasilitas di Granada Land yakni Dairy Farm, perkebunan hidroponik, camping ground, wahana bermain dan gedung convention center menjadi fasilitas yang menarik banyak orang untuk berkunjung dan berinvestasi.

    Dalam perbincangannya diacara tersebut, M Nur Ichsan menuturkan sudah lebih dari 1000 konsumen membeli kavling di kawasan eduwisata Granada Land. Pencapaian tersebut tidak lepas dari keberhasilan Isykariman Property dalam mengusung konsep Eduwisata. Sebagian besar konsumen tertarik dengan konsep dan didorong oleh minat konsumen untuk memiliki aset ditengah lingkungan alam pegunungan yang asri dan dapat dibangun villa maupun untuk berinvestasi.

    Dalam akhir acara tersebut, ABPEDNAS dan Isykariman Property serta pihak terkait lainnya sepakat untuk terus membahas pengembangan desa eduwisata dengan lebih intens dalam rangka memajukan desa-desa di Indonesia.

    Ikuti tulisan menarik Isykariman Property lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.


    Oleh: Hadirat Syukurman Gea

    10 jam lalu

    Analisis Sistem Jual-Beli Ijon pada Komoditas Mangga Berdasar Ekonomo Makro

    Dibaca : 81 kali

    Mangga merupakan salah satu komoditas buah yang digemari hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mangga turut menyumbang perekonomian Indonesia karena menjadi komoditas yang di ekspor. Pada tahun 2015, ekspor mangga sebesar 1.515 jutatonyangsebagianbesarmerupakanjenis Mangga Gedong Gincu dan Mangga Arumanis. Kabupaten Kediri merupakan salahsatudaerahyang menjadikan mangga khususnya Mangga Podang sebagai oleh - oleh khas daerah dikarenakan banyaknya pohon mangga yang tumbuh di sekitar lereng GunungWilis.ManggaPodangkhasKediri banyak ditemukan di daerah sekitar lereng Gunung Wilis yaitu Kecamatan Banyakan, Tarokan, Grogol, Mojo, dan Semen. Semakin berkembang perekonomian suatudaerahmakasemakinberagam pula cara produsen dan konsumen melakukan jual beli.Salah satu sistem jual beli yang dilarang dalam Islam adalah jual beli yang mengandung unsur gharar. Sistem jual beli ijon adalah salah satu sistem jual beli yang mengandung unsur gharar sehingga dilarang oleh Allah SWT. Ijon berkaitan dengan perilaku produsen dan konsumen. Hal ini dapat dikaitkan dengan ekonomi mikro berupa keputusan pengusaha dan konsumen, terbentuknya harga barang atau jasa dan faktor produksi tertentu di pasar, dan alokasi sumber daya ekonomi.Penelitian ini menggunaka nmetode penelitian studi literatur. Jenis data yang digunakan berupa data sekunder dengan metode pengumpulan data berupa pengumpulan sejumlah studi pustaka. Berdasarkan studi literatur terkait sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro, diperoleh hasil analisis bahwa sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro saling berhubungan. Hal ini dikarenakan ijon berkaitan langsung dengan perilaku produsen dan konsumen dan ekonomi mikro turut mengatur perilaku produsen dan konsumen. Keywords: Ijon, Komoditas Mangga,Ekonomi Mikro