Perlahan Kembali - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Okty Budiati

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 Juli 2022

Senin, 26 September 2022 11:16 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Perlahan Kembali

    Jauh sebelum kita berada di antara pecahan legenda | Serupa saum mendesah sebelum penghujan di akhiran | Pejalan bergaun sutra mendobrak barat timur di selatan | Menyulam kehilangan atas ingkar mata kompas kardinal --“lepaskanlah dahaga sehabis ikatannya menafsir paron”

    Dibaca : 565 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Inikah regang ilalang meneduh ada dalam tanah basah?

     

    Bukitan pasir menenun ayakan udara pada lautan gurun

    Mungkin para penjelajah tiada pernah menetapkan kisahnya

     

    Mungkin merahasiakan kematiannya; percaya bergelombang

     

    Pada saat dihantam karang tepat pada paras nurani yang tertutup

    Sementatra kedalaman tanah berdenyut, istirahatlah perdamaian

    Dahsyat karangan tentang indung setia ditenggelamkan kegelapan

     

    Seumpama lisan menjabar keruntuhannya kepada putik sederhana

    Merunutlah embun yang gugur di hari buta; terlihat-tersentuh

     

    Jauh sebelum kita berada di antara pecahan legenda

    Serupa saum mendesah sebelum penghujan di akhiran

    Pejalan bergaun sutra mendobrak barat timur di selatan

    Menyulam kehilangan atas ingkar mata kompas kardinal

     

    Seumpama lisan menjabar keruntuhannya kepada putik sederhana

    Merunutlah embun yang pecah di retak hari; terukir-tersenyum

     

    lepaskanlah dahaga sehabis ikatannya menafsir paron”

     

    Seumpama lisan menjabar keruntuhannya kepada putik sederhana

    Merunutlah embun yang renjis di lembar melati; tertera-tersapu

    Ikuti tulisan menarik Okty Budiati lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.