Cerita Aji Kilat Buwono - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Kamis, 3 November 2022 13:55 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Cerita Aji Kilat Buwono

    Ada orang yang mampu melihat dalam gelap. Sehingga dia tidak nyasar ketika berjalan dalam gelapnya malam. Tapi lebih penting lagi melihat jalan hidup yang benar. Orang modern harus visoner. Sila baca paparannya.

    Dibaca : 1.165 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Bambang Udoyono, penulis buku

     

    Dulu seorang pejuang kemerdekaan sering bercerita pada saya tentang pengalamannya dalam perang kemerdekaan.  Suatu saat saya bertanya tentang bekal ilmu yang dimilikinya.  Awalnya dia tidak seketika bersedia menjawab tapi kemudian keluar juga pengakuannya.  Salah satunya adalah tentang sebuah ilmu yang dinamai aji Kilat Buwono.

    Aji  artinya kekuatan.  Kilat dalam bahasa Jawa artinya sinar. Buwono artinya dunia.  Jadi  arti keseluruhannya kekuatan yang menerangi dunia.   Menurut beliau ilmu ini sangat bermanfaat ketika perang kemerdekaan karena ilmu ini bisa membuat pandangan matanya sangat tajam.  Di malam hari ketika keadaan gelap gulita beliau lalu memusatkan pikirannya, berdoa kepada Allah swt lalu beberapa saat kemudian pandangan matanya menjadi sangat tajam.  Sesungguhnya keadan tetap saja gelap tapi beliau bisa melihat semuanya dengan sangat jelas.  Bahkan orang lain yang bersembunyi di balik semak belukarpun terlihat seperti bayangan merah.  Jadi seolah beliau memakai teropong bidik malam yang punya pengindra infra merah. 

     

    Kekuatan itu juga memagarinya dari kekuatan yang berlawanan yang dalam budaya Jawa dikenal dengan nama Aji Siwer.   Ini adalah kekuatan untuk bertahan atau melindungi suatu tempat dari serangan musuh.  Penyerang atau pencuri dibuat bingung sehingga nyasar.  Mungkin anda pernah mendengar cerita pengendara mobil yang nyasar ke sebuah tempat seperti sawah atau desa, bisa jadi dia menjadi sasaran orang yang sedang berlatih ilmu Aji Siwer ini.  Siwer dalam bahasa Jawa artinya rabun atau kurang tajam matanya.

     

    Nah dengan Aji Kilat Buwono orang bisa sampai ke tujuan dengan selamat dan lancar.  Dia akan mampu melihat dengan terang benderang semua situasi meskipun gelap gulita. Menurut beliau setelah menguasai ilmu ini ketika berjalan di malam gelap gulita sekalipun jalan akan tampak terang benderang.  Katanya tidak seperti siang hari, tidak menyilaukan mata tapi semuanya tampak jelas.  Saya membayangkan seperti sinar purnama tapi kata beliau lebih terang dan jelas lagi.

     

    Selain itu beliau mampu bertahan dari Aji Siwer dan berbagai gangguan lain.  Jadi ini sebenarnya adalah sebuah cara memusatkan kekuatan lahir batin dan dengan memohon kepada Allah swt perlindungan dan bimbingan dalam perjalanan fisik.

     

    Beliau menceritakan berbagai pengalaman seputar pemakaian aji itu dalam situasi perang dan damai.  Pernah ada gangguan tapi berhasil diatasi.  Sejak itu tidak pernah ada lagi.  Sayang beliau tidak bersedia bercerita gangguan macam apa. 

     

    Ilmu itu memang ada manfaatnya tapi sejatinya ada yang lebih penting lagi yaitu adalah menemukan jalan hidup yang benar agar kita tidak kesasar dalam perjalanan hidup di dunia ini sehingga kita bisa pulang ke tempat kembali yang terbaik yaitu sorga.  Dengan kata lain agar kita tidak nyasar ke jalan hidup yang salah yang menuju ke neraka.  Jadi agar kita bisa sampai di final destination yaitu sorga dengan lancar dan selamat.

     

    Karena itu kita memang harus terus menerus memohon petunjuk dan panduannya.  Kita perlu berdoa “Allahumma arinal haqqa haqqa warzuqnattiba’ah, wa arinal bathila bathila warzuqnajtinabah.“

    (Ya Allah, tampakkanlah kepadaku kebenaran sebagai kebenaran dan kuatkanlah aku untuk mengikutinya serta tampakkanlah kepadaku kesalahan sebagai kesalahan dan kuatkan pula untuk menyingkirkannya.) ‘ (HR Imam Ahmad).

     

    Doa itu sangat penting karena kadang orang mengira bahwa jalan yang benar itu salah dan mengira jalan salah itu benar.  Jadi terbalik pandangan mata nalar dan mata hatinya.  Doa itu untuk menjaga agar tidak keliru, jalan salah dikira benar dan sebaliknya.

     

    Bagaimana kalau sudah kesasar?  Jangan kuatir.   Selama manusia belum mati masih ada harapan.  Asal mau bertobat.  Allah swt maha pengampun.  Tentu saja ada tata caranya memohon ampunan. 

     

    Saya lagi berpikir bagaimana kalau aji kilat buwono ini saya jadikan bumbu cerita novel.  Pasti seru kalau ada tokoh utama yang menguasainya lalu menerapkannya dalam berbagai situasi.   Saat ini gagasan novel itu masih dalam tahap awal.  Saya sedang “hamil sastra” dalam istilahnya Ahmad Tohari.

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.