Memahami Hak dan Kewajiban dalam Bermimpi - Analisis - www.indonesiana.id
x

Ruang baca by mbi ✍ Rifky Muhammad firdaus

pusat bantuan customerservicebymbi@gmail.com
Bergabung Sejak: 9 Juni 2022

Minggu, 22 Januari 2023 06:00 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Memahami Hak dan Kewajiban dalam Bermimpi

    , karena dengan adanya mimpi manusia memiliki tujuan dan nilai dalam kehidupannya. ‘Lalu apa itu mimpi?’

    Dibaca : 143 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

           Dulu, saat kita masih menginjak usia anak-anak. Tentu, kita pernah di tanyakan apa mimpi kita di masa yang akan datang. Mungkin sebagian kita menjawab dokter, polisi, guru, atau yang lainnya. Lalu, pernah terpikirkan tidak 'kenapa kita harus memiliki mimpi?’ dan ‘apa itu mimpi?’. Yuk, kita gali lebih dalam lagi.

     

    • Pengenalan apa itu mimpi

           Sobat miba, perkenalkan namaku Rifki. Mimpi itu bagikan gelas yang kosong. ‘kenapa begitu?’ Karena gelas yang kosong tidak akan berguna jika tidak ada isinya. Sama halnya dengan mimpi, manusia tidak akan berguna jika tidak memiliki mimpi, karena dengan adanya mimpi manusia memiliki tujuan dan nilai dalam kehidupannya. ‘Lalu apa itu mimpi?’

            “Mimpi adalah suatu keinginan yang kita bayangkan secara sadar dan mewujudkan ambisi di dalam diri

           Sobat miba, memiliki mimpi itu bagaikan kita mengisi air di gelas kosong tadi. Mungkin, terdengar sepele di telinga kamu. Akan tetapi, itu mewakili kenapa kamu harus memiliki mimpi. Sobat miba, kita sudah tau ‘apa itu mimpi?’ dan ‘mengapa kita harus bermimpi?’. Untuk selanjutnya, aku akan mengajak sobat miba untuk membahas hubungan hak dan kewajiban di dalam mimpi. Yuk, kita baca selengkapnya di bawah,

     

    • Hak anak muda dalam bermimpi

         Sobat miba, pernah nggak sih merasa bahwa mimpi kita itu di atur dan di pilih oleh orang lain. Entah itu, secara sadar maupun tidak sadar atau secara langsung maupun tidak. Contohnya, kita ingin menjadi polisi atau tentara. Tetapi, karena ideal tubuh kita kurang bagus jadinya banyak kritikan dari orang lain. Bahkan, ada banyak orang yang bilang seperti ini kepadamu,

        “Kamu nggak patut jadi polisi. Tubuh aja gemuk kayak kebo gitu mau jadi polisi. Bagusnya mah kamu jadi chef aja. Soalnya pas sama tubuhmu”

         Rasanya itu sakit banget di hati dan mental nggak sih? Kayak ingin membunuh orang yang bilang seperti itu. Tapi sebenarnya, ada solusi untuk menangani masalah tersebut. Yap, kamu harus punya pendirian dan kepercayaan diri dengan mimpimu. Soalnya, kamu punya hak untuk memilih cita-cita yang kamu inginkan. Hak untuk berangan-angan kamu mau jadi apa di hari esok dan Hak untuk bermimpi. Jadi, jangan terpengaruh dengan omongan orang lain dan terus pegang cita-citamu hingga kamu berhasil.

     

    • Kewajiban anak muda dalam mewujudkan mimpi

         Sobat miba, setelah kamu memilih impian yang disukai dan didambakan, kamu masih memiliki satu tugas lagi sebelum mimpi itu bersinar. Yaitu kewajiban dalam bermimpi, kamu memiliki kewajiban untuk mewujudkan dan bertanggungjawab atas apa yang akan terjadi. Miba, bermimpi saja belum cukup jika kamu tidak berikan tindakan di dalamnya. Ia hanya akan menjadi angan-angan dan halusinasi di pikiranmu. Lalu, jangan lupa bertanggungjawab atas mimpimu. Maksudnya adalah jika kamu ingin menjadi pengusaha, kamu harus siap akan naik turunnya harga dalam produkmu. Atau, terjadinya bankrut karena kehabisan dana untuk memulihkan semua usahamu. Jadi, kamu juga harus berhati-hati juga terhadap tindakanmu. Jangan sampai tindakanmu menghancurkan semua mimpi dan rencanamu.

         Sobat miba, jadi jangan takut untuk bermimpi. Walaupun, mimpi itu sangat biasa dan kecil tapi itulah awal dari kesuksesanmu di masa depan.

    Ikuti tulisan menarik Ruang baca by mbi ✍ Rifky Muhammad firdaus lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.