x

Iklan

Kokowoyo

Penghancur peradaban
Bergabung Sejak: 20 Maret 2023

Senin, 3 April 2023 17:40 WIB

Kotak Pandora, Mitos untuk Mengatasi Fenomena Nihilisme Post-modernisme


Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

‌Pandora adalah salah satu tokoh dalam mitos Yunani-roman yang dikarang Hesiodos, seorang penyair Yunani. Ia muncul sebagai kutukan para dewa terhadap manusia karena telah berani mencuri api di Gunung Olimpus.

Ia bBerwujud manusia dan dihias para dewa. Pandora diciptakan di bumi untuk mengutuk seluruh manusia melalui siasat dengan sebuah guci misteri, yaitu kotak pandora. Kotak pandora merupakan amarah para dewa berupa kutukan-kutukan kejam yang mendiami sebuah guci.

Ini memberi pelajaran pada manusia bahwa hubungan kausalitas itu nyata. Isi dalam kotak pandora  itu adalah awan hitam yang secara konkret beruapa kematian, kelaparan, kemiskinan, kejahatan, dan kebohongan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tetapi walaupun seluruh isi kotak pandora adalah awan hitam, tetapi ada dasar kekuatan dibalik itu semua, yaitu adalah harapan. Harapan adalah salah satu kunci keberhasilan untuk mengatasi keputusasaan dan kesengsaraan yang diberikan para dewa. Dengan harapan manusia dapat membunuh kutukan-kutukan kejam, dengan harapan manusia mampu untuk mengatasi keputusasaan.

Mitos ini mempunyai peran yang sangat kuat dalam menggambarkan fenomena genting saat ini.  Melihat jaman post-modernisme ini manusia seakan berada dalam lautan lepas yang membuat mereka tidak mempunyai patokan atau pegangan kuat dan tetap. manusia terombang-ambing dalam lautan pikiran, bahasa dan interpretasi, sehingga semua yang muncul hanya lautan subjektivisme.

Fenomena ini bisa dikatakan sebagai sebuah kutukan yang nyata, sehingga aroma -aroma pesimis yang berujung pada nihilis sangat kuat memikat. Orang-orang menjadi putus asa dalam menjalani hidup, orang-orang semakin tak berdaya melihat banyaknya opsi-opsi yang dicanangkan. Betapa tersiksanya manusia dalam lautan kehampaan yang hingar bingar dan banal.

Di balik generalis negatif terhadap realitas, ada satu unsur di bawah sana sebagai obat penawar yang tidak bisa diindera. Ada satu obat penenang yang berpotensi membangun peradaban manusia menjadi sesuatu yang besar dan menjauh dari jurang nihilistik, yaitu harapan. Harapan adalah sesuatu yang benar-benar dapat menciptakan selera hidup yang lebih bijak dan mantap, harapan memberikan kebijaksanaan dalam ketertekanan kita dalam menjalani realitas underpressure.

Ikuti tulisan menarik Kokowoyo lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu