x

Iklan

Bagus Nur Alim

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 18 April 2023

Selasa, 25 April 2023 06:31 WIB

Mudik Tak Hanya Fisik, Jiwa Juga Butuh Mudik

Mudik telah menjadk tradisi di penghujung Ramadhan. Setiap orang berusaha untuk kembali ke kampung halaman untuk bertemu sanak saudara dan menghangatkan tali silaturahmi. Namun, mudik tak hanya soal fisik, tapi jiwa juga butuh mudik.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Di penghujung bulan Ramadhan, terdapat tradisi yang dikenal dengan mudik. Mudik dilakukan oleh seseorang yang di kota, dan kembali menuju kampung halaman untuk bertemu sanak saudara. Tradisi ini tidak pernah lepas ketika menjelang idul fitri. 

 

Mudik ini tak hanya soal diri yang dibawa ke kampung halaman, tapi juga harus diresapi secara spiritual. Mudik yang bisa diartikan sebagai kembali ke asal, dalam hal spiritual bisa diartikan kembali ke Tuhan. Maka dari itu, mudik tak hanya berpergian ke kampung halaman masing-masing, tetapi juga berusaha mengembalikan jiwa yang suci.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

Penyucian jiwa bisa dilakukan dengan cara zikir, shalat sunnah, dan lainnya. Umat muslim diwajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadhan untuk mengendalikan nafsunya dan berzakat untuk kembali menyucikan diri secara spiritual. Setelah melakukan kedua hal tersebut, lebih tepatnya pada hari raya idul fitri, menjadi moment emosional dan spiritual yakni saling memaafkan. Hal tersebut jika diresapi secara spiritual akan sangat bermakna.

Jadi sebenarnya, mudik itu tidak soal membawa diri ke kampung halaman bertemu sanak saudara, tetapi juga tentang jiwa kita yang diusahakan untuk suci kembali.

Ikuti tulisan menarik Bagus Nur Alim lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu