x

Anjing dengan gejala rabies. Foto: Wikipedia

Iklan

Ruang Dakwah Medis Indonesia

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Maret 2023

Selasa, 20 Juni 2023 19:35 WIB

Kenapa Virus Rabies Berbahaya dan Tidak Bisa Disembuhkan?

Kenapa Virus Rabies Berbahaya dan Tidak Bisa Disembuhkan

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Solo – Negara Indonesia harus kembali menghadapi wabah virus Rabies yang kembali meraja rela di Indonesia. Setelah Pulau bali menjadi urutan pertama angka kasus Rabies, kemudian diikuti dengan pula Nusa Tenggara menduduki kasus Rabies tertinggi nomor dua. Tentunya hal ini harus segera ditindaklanjuti pemerintah supaya virus Rabies tidak menjalar ke seluruh Indonesia.

                Virus Rabies sendiri merupakan salah satu virus yang mayoritas penelitian dikarenakan gigitan oleh anjing. Sedangkan untuk pengobatannya hingga saat ini belum ditemukan meskipun banyak penelitian sudah dilakukan. Yang bisa ditemukan hingga saat ini adalah cara pencegahan supaya tidak tertular virus Rabies.

                Virus Rabies sendiri sangat berbahaya dan presentase untuk sembuh sangat sedikit apabila sudah terjangkit virus ini. Bahkan apabila manusia ketika sudah terjangkit virus Rabies dan sudah masuk dalam tahap fase takut air atau Hidrofobia maka kemungkinan untuk hidup sangat tipis dan mayoritas pasien akan mengalami kematian.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

                Gejala hidrofobia pada Rabies merupakan gejala rasa sakit atau nyeriyang luar biasa yang dirasakan oleh oleh manusia ketika menelan cairan, air ataupun menelan air liur sendiri. Hal ini tentunya akan membuat pasien dehidrasi karena kekurangan cairan. Selain itu virus Rabies juga menyerang saraf manusia sehingga pada pasien yang mengalami rabies maka akan terjadi kejang berulang.

                Kenapa orang yang sudah terjangkit virus pasien tidak bisa sembuh? Dikarenakan pada otak terdapat pembatas yang mengahalngi antara pembuluh darah dan otak yang disebut dengan sawar darah otak. Sawar Darah Otak (SDO) merupakan membran pemisahan sirkulasi darah dari cairan ekstraselular otak (BECF) dalam sistem saraf pusat (SSP). Sawar Darah Otak merupakan penghalang fisik antara pembuluh darah lokal dan sebagian besar dari sistem saraf pusat itu sendiri, dan tempat berhentinya zat yang melewati bagian atas otak.

                Jadi apabila seseorang sudah terjangkit virus rabies, maka terapi pengobatan pembuluh darah tidak akan bisa menjangkau ke dalam otak manusia. Maka dari itu hal yang paling tepat adalah menjauhi virus rabies tersebut yaitu apabila diduga ada anjing yang terjangkit virus rabies maka menjauhi. Selain itu pemberian vaksin rabies juga efektif untuk menyelamatkan angka kematian akibat virus rabies ini.

                Dosen Spesialis Medikal bedah Prima Trisna Aji menyampaikan bahwa terdapat ciri – ciri yang harus diketahui Anjing yang terkonfirmasi positif virus Rabies. Tanda gejala tersebut antara lain : Lesu, Demam, Muntah, Anjing lebih agresif dalam menggigit sesuatu yang didepannya, air liur berlebih, susah berjalan dan sesnsitif terhadap cahaya dan suara. *Red

Ikuti tulisan menarik Ruang Dakwah Medis Indonesia lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB