x

Astungkara Way, sumber: https://www.astungkaraway.com/about-us?lang\x3did

Iklan

Cak Daus

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 Juli 2021

Selasa, 18 Juli 2023 12:26 WIB

Astungkara Way, Wujudkan Pertanian Ramah Lingkungan di Bali

Sebagai negara agraris, Indonesia memerlukan inovasi pertanian yang ramah lingkungan hidup. Astungkara Way sudah memulainya. Tak heran organisasi itu mendapatkan apresiasi dari Satu Indonesia Award 2021. Di tahun ini Satu Indonesia Award 2023 kembali membuka kesempatan bagi individu atau kelompok masyarakat untuk inovasi-inovasi yang ramah lingkungan hidup dan bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sudah bukan rahasia lagi jika bahan kimia telah membuat pertanian tidak lagi ramah lingkungan hidup. Bahan kimia untuk pertanian telah mencemari air dan tanah. Akibatnya, kesuburan tanah menurun, petani pun kehilangan pendapatannya. Sementara bagi konsumen, berbagai penyakit pun muncul akibat memakan produk pertanian yang telah tercemar bahan kimia.

Perlu sebuah gerakan untuk mempromosikan pertanian alami, bebas dari bahan kimia. Salah satu gerakan pertanian alami itu muncul di Bali. Adalah Astungkara Way, salah satu organisasi, yang mulai mempromosikan pertanian alami di Bali. “Kami mulai gerakan ini dengan membawa turis internasional ke Subak Uma Lambing untuk mengikuti ‘Rice Cycle Course’, ungkap Desliyana Delista Togatorop kepada tim Satu Indonesia Award 2021,  “Dalam kegiatan itu peserta tidak hanya belajar teori, tetapi langsung turun ke sawah bersama para petani.”

Dalam kegiatan itu, lanjut Desliyana Delista Togatoro, kami berdiskusi dengan para petani, mempelajari kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi, seperti gagal panen, penggunaan bahan kimia, masalah biodiversitas, dan rendahnya minat anak muda Bali untuk bertani. “Kemudian kami bekerjasama dengan para petani untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut,” jelasnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menurutnya, Astungkara Way merupakan gerakan lokal yang memiliki misi untuk membangun tanah dan ekosistem yang lebih sehat, “Selain itu kami, juga mencoba menghubungkan kembali manusia dengan alam dan sumber makanan yang kita makan,” ungkap Desliyana, begitu ia akrab dipanggil.

Untuk mencapai tujuan tersebut, lanjut Desliyana, Astungkara Way melakukan empat kegiatan. “Pertama, program Sekolah Subak,” jelasnya, “Dalam program ini, kami mendukung pemuda Bali untuk memiliki peluang yang lebih baik sebagai agro-entrepreneur. Astungkara Way menghubungkan kembali pemuda Bali dengan tanah dan budaya mereka, memberikan bimbingan (mentorship), menyediakan peralatan, dan dukungan finansial insentif untuk terlibat kembali dalam kegiatan bertani.”

Kedua, lanjutnya, kami membangun pusat pembelajaran yang kami sebut sebagai Regenerative Farming Learning Center (RFLC). “Tempat pembelajaran ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menjadi ruang bertukar pikiran antar lintas generasi dari para petani senior dengan anak-anak muda,” jelasnya, “Di tempat ini, para petani dapat berbagi ilmu untuk melakukan gerakan pertanian secara regeneratif.”

Ketiga, Astungkara Way melakukan kampanye ‘Beras Sehat’. “Dalam kegiatan ini Astungkara Way membantu memasarkan hasil pertanian beras yang ditanam secara regenerative,” jelasnya, “Program ini tidak hanya meningkatkan penghasilan tetapi juga memberikan jaminan kepada para petani untuk meninggalkan praktik pertanian secara konvensional, dan beralih untuk menanam beras yang lebih bergizi bagi masyarakat.”

Dalam program itu, lanjut Desliyana, kami juga melakukan subsidi silang. “Astungkara Way akan mendonasikan 1 kg beras untuk setiap 10kg beras sehat yang terjual kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Keempat, Astungkara Way menghubungkan dan memperkuat jaringan komunitas petani lokal. Caranya, jelas Desliyana,  Astungkara Way juga membuat program Astungkara Trail. “Kegiatan itu mengajak orang-orang baik dari lokal maupun Internasional untuk berjalan kaki melintasi pulau Bali sepanjang 130 km terdiri berbagai tempat di Bali yang telah mencoba melakukan aksi regenerative,” jelasnya, “Melalui program ini, Astungkara Way memperlihatkan sisi pariwisata dengan cara yang berbeda dan diharapkan menjadi cara untuk membangun dan memperkuat koneksi para petani lokal yang terhubung di setiap 10 destinasi tersebut, serta memberikan pendapatan tambahan bagi mereka.”

Sebagai negara agraris, Indonesia memerlukan inovasi pertanian yang ramah lingkungan hidup. Astungkara Way sudah memulainya. Tak heran organisasi itu mendapatkan apresiasi dari Satu Indonesia Award 2021. Di tahun ini Satu Indonesia Award 2023 kembali membuka kesempatan bagi individu atau kelompok masyarakat untuk inovasi-inovasi yang ramah lingkungan hidup dan bermanfaat bagi masyarakat banyak.

 

 

Ikuti tulisan menarik Cak Daus lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu