x

image: HelpGuide.org

Iklan

Indrian Safka Fauzi (Aa Rian)

Hamba Allah dan Umat Muhammad Saw. Semakin besar harapan kepada Allah melebihi harapan kepada makhluk-Nya, semakin besar pula potensi dan kekuatan yang kita miliki.
Bergabung Sejak: 28 Mei 2022

Minggu, 10 September 2023 10:52 WIB

Dunia Memang Didesain Dengan Ketidakadilan dan Penderitaan

Tulisan ini ditujukan untuk membangkitkan kesadaran diri akan potensi yang sejatinya dimiliki manusia, dan apa sebenarnya tujuan yang hak untuk membebaskan diri dari ketidakadilan dan penderitaan panjang ini?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Wow, judulnya kok pesimis begitu admin? Eits, memang begitu realitanya, karena Dunia yang kita huni itu memang didesain seperti itu agar kita mengembalikan kepasrahan kita hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan segala keadilan-Nya dan membebaskan kita dari segala penderitaan.

Ketidakadilan dan penderitaan memang satu paket, dimana penderitaan yang dialami manusia disebabkan ketidakadilan sesamanya bahkan penguasa atas diri kita. Mengapa? Karena manusia yang berkuasa atas diri kita, realitasnya tidak benar-benar Mahakuasa ... potensinya terbatas. Lantas kalau potensinya terbatas ... kenapa memaksakan diri hingga mencalonkan diri menjadi penguasa?

Dengan ketidaksempurnaan manusia dan potensinya yang terbatas, tentu membuat manusia menjadi berfikir, merasa, dan bergerak maju kedepan ... menuju tingkatan atau level kehidupan berikutnya. Penderitaan adalah sumber kemajuan manusia. Rasa sakit yang diterima manusia menjadikan manusia lebih kuat dari sebelumnya, selama memaknainya tidak dengan keputusasaan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Semakin manusia terluka, tersakiti, ia menjadi tersadar ... bahwa realitanya dunia ini bukanlah tujuan sebenarnya. Tapi mulai menyadari bahwa Tuhan Yang Maha Esa adalah tujuan yang hakiki.

Semakin manusia bersandar dan berharap hanya pada-Nya ... kemarahan diri, kesedihan, kekecewaan dan segala emosi negatif mereda dengan sendirinya. Ia menjadi mengetahui bahwa manusia sesamanya tidak dapat memuaskan segala keinginannya dan tidak dapat merealisasikan segala harapannya. Ternyata orang yang sudah melalui berbagai ketidakadilan dan penderitaan semasa hidup didunia, dan ia tetap tegar bertahan, ia sudah mencapai level diri yang melampaui kebanyakan orang.

Level diri yang ia peroleh itu mencakup kualitas potensi yang dimilikinya, didalamnya terdapat:

  • Pengetahuan
  • Kebijaksanaan
  • Kesabaran
  • Keikhlasan
  • Ketidakterikatan
  • Kemasyhuran
  • Kekayaan
  • Keelokan budi pekerti

Maka jangan sangka seorang yang dahulunya merasa ditindas atau dizalimi, namun ia tetap tegar dan teguh dengan prinsip yang benar, tidak dendam kepada yang pernah menyakiti, malah meluhurkan sesamanya ... sungguh Tuhan Yang Maha Esa memuliakan derajat hidupnya. Ini dikarenakan fokus pikirannya yang sebelumnya adalah makhluk atau sesamanya, kini berubah kepada fokus pikiran kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk selama-lamanya, dimana ia meminta, memohon, dan berharap.

Karena transformasi fokus pikiran tersebut, energi dahsyat mengalir pada dirinya. Dirinya menjadi kuat melalui penghambaannya, segala sifat mulia ketuhanan terpatri dalam dirinya, dan potensi dirinya meningkat pesat sederajat mendekati Tuhan yang ia sembah. Karena memang apa yang kita pikirkan, menjadi magnet yang membentuk kualitas karakter kita.

Kalau kita masih mengeluhkan dunia ini penuh ketidakadilan dan penderitaan ... mengapa kita tidak memulai untuk mengubah fokus pikiran kita sembari melaksanakan kewajiban dan tugas sebagai manusia di dunia? Yang semula berfokus pada dunia, menjadi berfokus pada Tuhan Yang Maha Esa yang menguasai bumi yang kita pijak, dan langit yang menjadi kerajaan-Nya?

Cimahi, 10 September 2023.

Ikuti tulisan menarik Indrian Safka Fauzi (Aa Rian) lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu