x

Jokowi

Iklan

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Sabtu, 23 September 2023 07:57 WIB

Pak Jokowi, Mohon Ingatlah Aspal Buton !

Pak Jokowi, mohon ingatlah aspal Buton! Mohon cintai dan sayangi dia!. Karena aspal Buton itu adalah anak kandung ibu pertiwi. Dan dia bukan anak tiri. Berlakulah adil terhadap aspal Buton!.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pada tanggal 27 September 2022, setahun yang lalu, pak Jokowi telah datang berkunjung ke pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Pak Jokowi adalah presiden ke-2, setelah pak Harto, yang telah datang ke pulau Buton pada tahun 1990. Kunjungan pak Jokowi ke pulau Buton ini merupakan penghormatan dan penghargaan besar bagi rakyat di pulau Buton. Karena setelah menunggu dan mengharapkan selama 32 tahun, akhirnya pak Jokowi datang juga ke pulau Buton untuk menyaksikan deposit aspal alam yang jumlahnya sangat melimpah.

Pak Jokowi, apakah pak Jokowi masih ingat, bahwa setahun yang lalu pak Jokowi telah datang berkunjung ke pulau Buton?. Kalau pak Jokowi lupa, mohon ingatlah aspal Buton!. Karena aspal Buton selalu ingat kepada pak Jokowi siang dan malam. Aspal Buton telah menunggu dengan ikhlas dan sabar, apa kiranya tindaklanjut pak Jokowi setelah pak Jokowi telah datang ke pulau Buton. Apakah pak Jokowi masih ingat bahwa pak Jokowi telah memutuskan akan stop impor aspal pada tahun 2024? Kalau pak Jokowi lupa, mohon ingatlah!. Karena aspal Buton ingin bertanya. Setelah pak Jokowi stop impor aspal pada tahun 2024, lalu bagaimana dengan nasib aspal Buton selanjutnya?

Pak Jokowi, apakah pak Jokowi masih ingat bahwa pada saat pak Jokowi datang berkunjung ke pulau Buton, pak Jokowi telah melihat pabrik ekstraksi aspal Buton yang relatif baru, tetapi tidak berproduksi. Sudah berapa besarkah kerugian negara? Melihat musibah ini, mengapa pak Jokowi justru memutuskan akan stop impor aspal pada tahun 2024, dan bukan memutuskan akan membangun pabrik ekstraksi aspal Buton yang baru, yang akan benar-benar mampu memproduksi aspal Buton ekstraksi untuk mengsubstitusi aspal impor?

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pak Jokowi, apakah pak Jokowi tahu bahwa aspal Buton itu lebih baik dan bagus daripada aspal minyak impor? Aspal Buton memiliki daya tahan dan stabilitas yang lebih tinggi, memiliki resistensi yang baik terhadap panas, tidak mudah meleleh atau titik lembeknya lebih tinggi daripada aspal minyak impor, memiliki titik lembek di atas aspal buatan, berdasarkan uji fatique mampu meningkatkan umur konstruksi jalan, dan lebih kuat menahan perubahan suhu di lingkungan. Dan apabila pak Jokowi telah tahu, mengapa pak Jokowi diam saja, dan tidak mau berbuat sesuatu untuk aspal Buton?

Adapun kelemahan-kelemahan dari aspal Buton dibandingkan dengan aspal minyak impor adalah memiliki daya penetrasi dan daktilitas rendah, partikel mineral tidak homogen, cenderung mudah pecah, biaya transportasi pengiriman dari produsen ke konsumen mahal, pasokan hasil produk belum sesuai dengan proyek konsumen, dan kualitas aspal Buton sering mengalami inkonsistensi, terutama mengenai kandungan air, bitumen dan penetrasi bitumen. Apakah pak Jokowi sudah tahu mengenai kelemahan-kelemahan aspal Buton ini? Dan kalau pak Jokowi sudah tahu, apa yang akan pak Jokowi lakukan untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan aspal Buton ini?

Kalau pak Jokowi tidak mau berbuat apa-apa untuk aspal Buton, rasanya aneh. Karena untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan karakteristik aspal Buton ini, sejatinya solusinya adalah sangat mudah dan sederhana. Solusinya adalah dengan memproduksi aspal Buton dalam bentuk aspal Buton ekstraksi atau aspal cair. Teknologinya sekarang sudah ada. Aspal Buton ekstraksi ini lebih baik daripada aspal minyak impor. Dan kalau pak Jokowi tidak percaya bahwa aspal Buton ekstraksi ini lebih baik daripada aspal minyak impor, silakan pak Jokowi menginstruksikan kepada Kementerian PUPR untuk segera melakukan uji coba di lapangan.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa apabila aspal Buton diolah menjadi aspal Buton ekstraksi, maka kualitasnya akan meningkat menjadi lebih baik daripada kualitas aspal minyak impor. Tetapi bagaimana dengan harganya? Apakah lebih murah atau lebih mahal daripada harga aspal minyak impor? Aspal minyak impor itu bahan bakunya adalah minyak bumi. Pada saat ini harga minyak bumi dunia sedang tinggi. Sehingga dengan demikian harga aspal minyak impor juga sangat tinggi. Sedangkan aspal Buton ektraksi bahan bakunya adalah batuan aspal alam Buton. Harganya murah dan stabil, karena mudah diperoleh dan diproduksi. Oleh karena itu harga aspal Buton ekstraksi harganya bisa lebih murah daripada harga aspal minyak impor.

Kelihatannya mengapa selama ini pak Jokowi tidak mau berbuat sesuatu untuk aspal Buton adalah mungkin karena pak Jokowi tidak paham mengenai apa akar masalah aspal Buton. Pak Jokowi tidak memiliki data-data dan informasi yang valid, lengkap, dan akurat, mengenai teknologi ekstraksi aspal Buton, dan kelebihan-kelebihan maupun kekurangan-kekurangan aspal Buton ekstraksi dibandingkan dengan aspal minyak impor.

Untuk informasi pak Jokowi, berikut ini adalah kelebihan-kelebihan aspal Buton ekstraksi dibandingkan dengan aspal minyak impor untuk menjadi perhatian dan tindak lanjut pak Jokowi:

  1. Aspal Buton ekstraksi 100% produk dalam negeri.
  2. Aspal Buton ekstraksi merupakan produk dari program hilirisasi aspal Buton.
  3. Harga aspal Buton ekstraksi lebih murah daripada harga aspal minyak impor.
  4. Aspal Buton ekstraksi lebih awet dan tahan lama dibandingkan dengan aspal minyak impor.
  5. Aspal Buton ekstraksi dapat diekspor dengan harga yang lebih tinggi.
  6. Industri hilirisasi aspal Buton akan menciptakan banyak sekali lapangan pekerjaan baru.
  7. Industri hilirisasi aspal Buton akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
  8. Industri hilirisasi aspal Buton akan meningkatkan pendapatan daerah dan negara.
  9. Industri hilirisasi aspal Buton akan menyejahterakan rakyat Buton dan sekitarnya.
  10. Industri hilirisasi aspal Buton sudah sesuai dengan UUD’45, Pasal 33, Ayat 3.

Diantara ke-10 kelebihan-kelebihan ini, butir manakah yang paling penting dan utama untuk menjadi perhatian dan tindaklanjut pak Jokowi? Butir ke-10 adalah yang paling penting dan utama untuk menjadi perhatian dan tindaklanjut pak Jokowi, sebagai seorang presiden Republik Indonesia. Mengapa? Karena mengimplementasikan hilirisasi aspal Buton berarti melaksanakan UUD’45, Pasal 33, Ayat 3. Hal ini adalah impian dan cita-cita dari 270 juta rakyat Indonesia selama 78 tahun Indonesia merdeka. Diharapkan apabila pak Jokowi berani mengimplementasikan UUD’45, Pasal 33, Ayat 3 ini untuk mewujudkan hilirisasi aspal Buton, maka hal ini pastinya juga akan berlaku untuk semua program hilirisasi-hilirisasi sumber daya alam di seluruh Indonesia.

Pak Jokowi, mohon ingatlah aspal Buton! Mohon cintai dan sayangi dia!. Karena aspal Buton itu adalah anak kandung ibu pertiwi. Dan dia bukan anak tiri. Berlakulah adil terhadap aspal Buton!. Ingat Al Quran surat Al Maidah ayat 8: “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, membuatmu berlaku tidak adil. Berlakulah adil, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan betaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler