x

ilustr: Medium

Iklan

Indrian Safka Fauzi (Aa Rian)

Hamba Allah dan Umat Muhammad Saw. Semakin besar harapan kepada Allah melebihi harapan kepada makhluk-Nya, semakin besar pula potensi dan kekuatan yang kita miliki.
Bergabung Sejak: 28 Mei 2022

Jumat, 13 Oktober 2023 10:07 WIB

Mendeteksi Jenis Keinginan Manusia

Meninjau keinginan manusia berdasarkan sumber kitab suci Bhagavad gita, dan melihat arah keinginan tersebut yang pada akhirnya menentukan nasib seorang.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kita sejatinya dapat mendeteksi keinginan manusia jika dilihat dari jenis sifat alam yang mengikatnya (bersumber dari Bhagavad Gita yakni Percakapan Rohani antara Sri Krsna kepada Arjuna saat sebelum perang di kuruksetra yang meneguhkan hati Arjuna untuk siap bertempur yang kemudian penulis dijelaskan secara universal) yakni Kebaikan, Nafsu dan Kegelapan yang membentuk kehidupan alam semesta material fana yang kita singgahi saat ini.

Seorang diikat Keinginan Luhur, maka ia diikat oleh sifat kebaikan (Sattvam) yang mana keinginan ini dapat membawa keberuntungan hidup di dunia hingga kehidupan akhirat. Keinginan Luhur ini dapat berupa:

  • Keinginan menderma atau berbagi apa yang dimiliki (harta, ilmu, tenaga, jasa, dan sebagainya yang memberikan manfaat)
  • Keinginan meringankan beban yang dipikul sesama atau memberikan pertolongan
  • Keinginan melayani dengan tulus tanpa harap imbalan
  • Keinginan untuk menyayangi dan mengasihi sesama hidup
  • Keinginan untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama hidup dan alam
  • Keinginan untuk belajar memperoleh pengetahuan tiada henti
  • Keinginan untuk memecahkan persoalan krisis yang dihadapi keluarga hingga skala negara
  • Keinginan untuk mensejahterakan yang hidup
  • Keinginan untuk memberikan perdamaian bagi kehidupan
  • Keinginan untuk memberikan perlindungan dan menyelamatkan nasib seorang dunia dan akhiratnya dengan segala sumber daya yang ia miliki

Seorang diikat Keinginan Duniawi, maka ia diikat oleh sifat Nafsu (Rajas) yang mana keinginan ini hanya dirasakan manfaatnya saat masih hidup di alam dunia, dan menjadi "jubah kebesaran" selama masih memilikinya semasa hidup. Keinginan Duniawi ini dapat berupa:

  • Keinginan untuk mendapatkan pengakuan
  • Keinginan untuk dihargai atau dipuji/diapresiasi
  • Keinginan untuk dihormati
  • Keinginan untuk memenuhi gengsi
  • Keinginan untuk mendapatkan posisi
  • Keinginan untuk memperoleh kekayaan dan keberlimpahan sumber daya
  • Keinginan untuk memperoleh kekuasaan
Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Seorang diikat Keinginan Jahat, maka ia diikat oleh sifat kegelapan (Tamas) yang mana keinginan ini timbul disebabkan anggapan atau persepsi bahwa materi adalah segalanya dibanding sesama hidup, sehingga menjadi gelap mata dan buta hati, yang menyebabkan seorang dengan keinginan jenis ini hidup dalam kemalangan dan terjebak dalam keputusaasaan. Keinginan Jahat ini dapat berupa:

  • Keinginan untuk merendahkan sesama melalui lisan dan tulisan
  • Keinginan untuk mencuri atau merampas hak milik orang
  • Keinginan untuk memuaskan nafsu birahi dengan cara yang dimurkai Tuhan secara paksa dan/atau melanggar norma juga agama
  • Keinginan untuk memanipulasi fakta dan/atau pikiran seorang
  • Keinginan untuk mengeksploitasi secara tidak sah (dimata hukum, aturan berlaku, dan keagamaan)
  • Keinginan untuk menyiksa sesama hidup
  • Keinginan untuk memecah belah dan/atau mengadudomba sesama dan mengambil keuntungan dibalik kekejian itu
  • Keinginan untuk melakukan kekerasan yang tidak dibenarkan hukum dan agama
  • Keinginan untuk melakukan penghilangan nyawa sesama dan makhluk hidup secara paksa yang tidak dibenarkan hukum dan agama

Apa yang menjadi orientasi hidup manusia dapat terlihat dari kata-kata yang mencerminkan pikirannya, terkadang hal itu terlihat dari harapan yang ia katakan dan tulis kepada sesamanya sebagai respon yang ia berikan dari apa yang ia dapatkan, yang ternyata itu mencerminkan gambaran dirinya. Seperti misal:

Saat seorang mendapati dirinya tidak disimak oleh para pemirsa, tiba tiba seorang itu berkata, "Saya tidak muluk muluk, hargailah orang saat sedang berbicara!"

Berarti hal ini menggambarkan, dirinya diikat keinginan duniawi untuk ingin dihargai.

Dan contoh lainnya:

Seorang pembeli mengeluh di warung tidak ada produk yang ukurannya lebih kecil, dan seorang pembeli lain merespon pembeli yang mengeluh tersebut.

"Sudah beli saja yang ukuran sedang, saya yang bayar, Ibu lebih membutuhkannya."

Berarti hal ini menggambarkan, dirinya diikat keinginan luhur untuk ingin menderma.

Dengan mendeteksi apa keinginan manusia, maka kita dapat melihat kualitas keinginannya. Apakah yang mendominasi pada dirinya adalah keinginan luhur, keinginan duniawi atau keinginan jahat.

Dan dengan mengetahui keinginan terbesar manusia, kita tentu dapat melihat kualitas kisah hidupnya yang ia ciptakan dihadapan Tuhan dan Semesta yang menyaksikan.

Cimahi, 13 Oktober 2023.

 

Ikuti tulisan menarik Indrian Safka Fauzi (Aa Rian) lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Interpolasi

Oleh: Taufan S. Chandranegara

21 jam lalu

Terpopuler

Interpolasi

Oleh: Taufan S. Chandranegara

21 jam lalu