x

Kebencian

Iklan

Rikhardus Roden Urut Kabupaten Manggarai-NTT

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 Oktober 2022

Jumat, 13 Oktober 2023 13:55 WIB

Dengan Menggendong Benci Kita Tak Akan Sanggup Lewati Tembok Kasih Tuhan

Masih ada yang terganjal di hati Yunus. Itulah rasa tak senangnya pada sikap Tuhan yang bermurah hati. Yang sekian mudahnya mengampuni Niniwe. 

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Masih ada yang terganjal di hati Yunus. Itulah rasa tak senangnya pada sikap Tuhan yang bermurah hati. Yang sekian mudahnya mengampuni Niniwe. 

Yunus memang beritakan pertobatan. Namun, di sudut hatinya tetap terdapat harapan seram. Bencana bagi Niniwe  sepantasnya mesti ditimpahkan Tuhan, betapapun ada rasa sesal dan tobat di hati penduduk Niniwe. 

Yunus merasa tak berdaya di hadapan Tuhan yang mahapengasih dan mahapengampun. Yunus sekian kecewa dan sungguh marah dan lantas memilih kematian sebagai reaksi atas sikap Tuhan itu. "Jadi sekarang Tuhan, cabutlah kiranya nyawaku, karena aku lebih baik mati dari pada hidup" (Yun 4:3).

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tetapi Tuhan mesti menuntun Yunus untuk satu pertobatan total dalam dirinya. Tak hanya berbalik arah untuk kembali ke Niniwe dan serukan pertobatan, tetapi bahwa Yunus mesti turut alami sukacita bersama penduduk Niniwe yang bertobat. Yunus sepantasnya masuk dalam daya kasih Tuhan Yang Membebaskan!

Kita bisa wartakan pertobatan. Kita rajin serukan kasih dan pengampunan. Tetapi, tidak kah mata dan hati kita terkadang jadi tak karuan sekiranya yang dianggap laknat dan berdosa ternyata tak tertimpah derita dan tak ditunggangbalikkan.  

Bukankah acap kali terjadi bahwa suara kasih tetap ditopang oleh lidah penuh ketaksukaan dan penuh amarah? Si bijak ingatkan dengan satu alarm tanya: ''Mengapakah mulutmu bersuara kasih, tapi lidahmu tetap saja asyik menjilat dan mengecap kebencian?"

Yunus yang  marah dan amat kecewa pada Tuhan bisa wakili pula kemarahan dan ketaksukaan kita pada Tuhan yang penuh kasih dan mahapengampun. 

Kita rasa diri sanggup untuk 'bekerja sama dengan orang-orang sejiwa demi saling menghasut dalam ketaksukaan dan benci. Untuk menghancurkan yang lain. Untuk mencekik yang bukan kita. Untuk memusnahkan segala yang dianggap penuh kenistaan. Namun, kita tetap akan tak berhasil membujuk Tuhan masuk ke dalam amarah, dalam benci dan ketaksukaan sesuai pesanan, harapan dan rancangan kita.

Tuhan yang kita imani dalam Yesus adalah Bapa mahapengasih dan penyayang. IA bukan Allah kekerasan, yang menghukum sesuai selera manusiawi. Betapa kita mencoreng dan gugurkan  kedaulatan Kasih Tuhan saat kita ikhtiarkan kutuk, kekerasan dan kehancuran terhadap sesama atas nama Tuhan. Itulah yang masih dialami Yunus dalam kata hati dan pikirannya. 

Sungguh! Dengan amarah, benci dan rasa tak suka pada sesama, kita tak bakal lewati tembok Kasih Tuhan. Demi menuju rasa bebas dan ceriah di hati kita sendiri

Ikuti tulisan menarik Rikhardus Roden Urut Kabupaten Manggarai-NTT lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler