x

Warna Bendera Palestina. David Peterson dari Pixabay

Iklan

Indrian Safka Fauzi (Aa Rian)

Hamba Allah dan Umat Muhammad Saw. Semakin besar harapan kepada Allah melebihi harapan kepada makhluk-Nya, semakin besar pula potensi dan kekuatan yang kita miliki.
Bergabung Sejak: 28 Mei 2022

Selasa, 17 Oktober 2023 10:04 WIB

Strategi Kemenangan Palestina atas Penjajah Zionis

Disclaimer: Tulisan ini adalah Prediksi Penulis.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Perang adalah pertempuran keinginan, siapa yang paling kuat dan hebat keinginannya, maka ia yang menang.

Seperti kisah moral Arjuna di medan perang yang sempat kehilangan keinginan berperang di kuruksetra melawan keluarga dan saudaranya juga guru-gurunya. Namun Sri Krsna menguatkan moral dan keinginan perang Arjuna dengan menyabdakan Bhagavad Gita. Dan hal inilah yang menjadi "Reason" Arjuna untuk memenangkan pertempuran.

Begitupula yang dialami oleh Pejuang Palestina, mengapa keinginan mereka untuk menang sangat kuat. Disebabkan Allah tanamkan "Reason" bagi mereka untuk memenangkan peperangan, yakni merebut tanah air mereka dari penjajah Zionis.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sementara apakah "Reason" dari Bala Tentara Zionis? Bahkan banyak sipil Zionis sendiri mengutuki pemerintahan dari "Bibi". Dan ini adalah fakta tak terbantahkan.

Semakin merosot "Reason" seorang untuk berperang, maka semakin melemahlah daya tempur pasukan, karena mereka kehilangan keinginan kuat untuk berperang.

Membunuh sipil, ratusan anak-anak dan wanita yang lemah, hanya akan memperparah kondisi dorongan moral pasukan penjajah Zionis, disebabkan mereka menyerang sipil yang tidak berdaya.

Disaat moralitas merosot tajam bagi penjajah Zionis, dan penguasa Zionis tidak dapat mempengaruhi sipil agar percaya kembali pada rezimnya. Disaat itulah Zionis bubar dengan sendirinya, dan menjadi era babak baru dimana Jazirah Arab memiliki keinginan kuat untuk "membalaskan perbuatan imperialis" dari Uni Eropa, Inggris dan Amerika Serikat.

Dan ini akan terjadi dalam waktu yang cukup dekat. Karena persatuan kaum muslimin di Jazirah Arab sudah tak terbendung, disebabkan "Reason" yang sangat kuat, juga karena dorongan doa dari Rakyat Indonesia untuk kemenangan orang orang benar lagi beriman diatas tangan-tangan Neo-Imperialis. Ini akan menjadi sejarah emas bagi para pemenang yang memperjuangkan kebenaran serta membela yang lemah, dan para pecundang dipihak penjajah juga para pendukungnya akan di cap sebagai orang-orang jahat di mata generasi penerus selanjutnya.

NB: "Reason" adalah bahasa inggris dari kata "alasan" yang menjadi rasionalitas manusia. Sementara "Bibi" adalah Benyamin Netanyahu Perdana Menteri Israel Desember 2022.

Cimahi, 17 Oktober 2023.

Ikuti tulisan menarik Indrian Safka Fauzi (Aa Rian) lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Jumat, 23 Februari 2024 20:47 WIB

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Jumat, 23 Februari 2024 20:47 WIB