x

Iklan

Frank Jiib

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 November 2021

Sabtu, 21 Oktober 2023 13:53 WIB

Penelusuran Berdarah (6)

Mobil Toyota Avanza yang Ricky kemudikan melaju dengan kecepatan yang diizinkan dalam jalanan kota yang terlihat padat. Di beberapa titik mobil sempat terjebak kemacetan lalu lintas. Setelah hari berubah gelap mobil Toyota Avanza telah jauh meninggalkan pusat kota, dan saat ini mobil sedang melaju di jalan antar provinsi yang tidak terlalu ramai menuju ke sebuah desa terpencil.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

6

Sore itu Ricky yang duduk di balik kemudi mobil agar pada malam harinya ia dapat beristirahat sejenak, dan di sampingnya duduk Usman menemani Ricky di kursi depan. Sedangkan di kursi tengah duduk Vanesa bersama Andre. Mobil Toyota Avanza yang Ricky kemudikan melaju dengan kecepatan yang diizinkan dalam jalanan kota yang terlihat padat. Di beberapa titik mobil yang dikemudikan Ricky sempat terjebak kemacetan karena jumlah kendaraan yang begitu padat. Di dalam mobil, Andre menyalakan pemutar musik untuk mengusir kebosanan, dan kemudian terdengarlah alunan musik pop kesukaanya, yang segera diikuti oleh suara Vanesa yang ikut bernyanyi terbawa suasana alunan musik pop yang menggembirakan.

   Setelah hari berubah gelap dan malam pun tiba, mobil Toyota Avanza yang dikemudikan Ricky telah jauh meninggalkan pusat kota, dan saat ini mobil sedang melaju di jalan antar provinsi yang tidak terlalu ramai. Pada saat inilah Ricky bisa memacu kecepatan mobilnya hingga kecepatan di atas 80 km/jam, dan pada beberapa kesempatan hampir menyentuh angka 100 km/jam. Pada pukul dua puluh dua malam, mobil yang dikemudikan Ricky berbelok memasuki area SPBU untuk mengisi bahan bakar dan beristirahat sejenak melepas lelah setelah beberapa jam duduk di dalam mobil. Setelah selesai mengisi bahan bakar mobilnya hingga penuh, Ricky segera melajukan mobilnya menuju ke area parkir SPBU yang terlihat sepi lalu berhenti. Keempat sahabat itu segera turun dari mobil untuk meregangkan tubuh dan berjalan-jalan sejenak sambil menikmati suasana malam yang hangat dengan taburan bintang yang menghiasi langit malam.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

   ketika sedang berjalan-jalan santai di area parkir SPBU, Ricky tanpa sengaja melihat sebuah warung makan yang berada tepat di seberang SPBU. Ricky segera mengajak ketiga sahabatnya untuk makan malam terlebih dahulu sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Ricky, Usman, Vanesa, dan Andre berjalan masuk ke dalam warung yang sudah terlihat sepi dari para pengunjung dan sepertinya tidak lama lagi akan segera tutup. Ricky dan Usman berjalan menuju ke meja pemesanan untuk memesan beberapa makanan yang masih tersedia beserta minuman berupa tiga teh hangat dan secangkir kopi panas. Dengan ramah dan sabar pemilik warung mencatat semua pesanan dari pengunjung yang baru saja tiba dan sepertinya sedang melakukan perjalanan jauh. Setelah mencatat semua pesanan makanan beserta minuman dari pengunjung baru warungnya, dengan cekatan pemilik warung segera menyiapkannya.

   Ricky dan Usman kembali berjalan menuju ke tempat Vanesa dan Andre yang telah lebih dulu memilih tempat duduk. Sambil menunggu pesanan tiba, mereka berbicara santai sambil menikmati suasana malam dalam perjalanan yang luar biasa ini. Tidak berapa lama, seorang wanita paruh baya datang mengantarkan makanan yang telah dipesan sebelumnya. Dengan sopan wanita paruh baya itu menghidangkan beberapa makanan juga minuman yang terdiri dari tiga teh hangat dan secangkir kopi hitam di atas meja. Sebelum pergi meninggalkan meja pengunjung baru warungnya, wanita paruh baya itu berkata dengan sopan:

   “Silakan dinikmati makanannya dan semoga kalian semua suka.” Senyum keibuan terpancar jelas di wajah wanita paruh baya menyambut pengunjung baru warungnya yang jelas bukan dari warga sekitar. “Mbak, kamu terlihat sangat cantik dan menawan. Kalau ibu boleh tahu, siapa nama mbak ini?”

   “Nama saya Vanesa ibu dan ketiga pria ini adalah teman baik saya,” jawab Vanesa dengan senyum cantiknya.

   “Vanesa adalah sebuah nama yang indah, cocok seperti orangnya yang terlihat sangat cantik dan menawan,” balas si ibu paruh baya memuji kecantikan wajah Vanesa. “Ya sudah ibu balik ke belakang dulu, dan kalian semua selamat menikmati makanannya.” Lalu si ibu paruh baya itu segera kembali ke belakang warungnya.

   Vanesa, Ricky, Usman, dan Andre segera menyantap hidangan yang telah tersedia. Terjadi keheningan di meja tempat mereka sedang makan, karena masing-masing dari mereka begitu menikmati cita rasa makanan yang sangat memanjakan lidah. Setelah mereka semua selesai menghabiskan makanan beserta minuman, Ricky segera bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan ke meja kasir untuk membayar semuanya. Setelah selesai membayar, Ricky mengajak ketiga sahabatnya untuk kembali melanjutkan perjalanan. Malam ini yang duduk di belakang kemudi adalah Usman, dan di sampingnya duduk Andre sebagai teman perjalanan. Ricky memilih duduk di kursi tengah karena ingin beristirahat dan tentunya dekat dengan Vanesa wanita yang selalu membuat hatinya naik turun bagai menaiki rollercoaster.

&&&

Ikuti tulisan menarik Frank Jiib lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu