SAE LSIMA Lapas Kelas I Malang di Ngajum Dibuka Lagi untuk Pembinaan Warga Binaan

Rabu, 25 Oktober 2023 07:10 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Lapas Kelas I Malang Kanwil Kemenkumham Jawa Timur kegiatan pembukaan ulang New SAE LSIMA yang berada di Desa Maguan, Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang.

Kegiatan ini dihadiri Kalapas Kelas I Malang, Ketut Akbar Herry Achjar beserta Pejabat Struktural pada Senin 16 Oktober 2023. Tamu Undangan dari Forkompimda dan Tokoh Masyarakat Kecamatan Ngajum juga hadir dalam kegiatan ini. Tamu Undangan memberikan apresiasi dan penguatan agar program Pembinaan di SAE L'SIMA ini berjalan dengan baik dan lancar.

SAE (Sarana, Asimilasi dan Edukasi) adalah sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan produktif serta mengedukasi sebelum kembali ke masyarakat. Kegiatan ditutup dengan pemotongan Tumpeng oleh Kalapas, sebagai bentuk syukur dam doa agar kegiatan di SAE berjalan sesuai tujuan program.

Penyelenggaraan SAE ini bertujuan untuk mengoptimalkan pembinaan kemandirian dengan membaurkan WBP ke tengah masyarakat dan membuka peluang partisipasi serta edukasi bagi masyarakat tentang kegiatan dan hasil produk pembinaan kemandirian sehingga terbangun citra positif penyelenggaraan Sistem Pemasyarakatan.

"Terima kasih atas dukungan berbagai pihak pada hadirnya SAE L'SIMA Ngajum ini. Dengan sinergitas berbagai pihak diharapkan program Pembinaan Kemandirian disini bisa Optimal," kata Ketut Akbar Herry Achjar, Kalapas Kelas I Malang.

Lembaga Pemasyarakatan/ Lapas Kelas I Malang Kanwil Kemenkumham Jawa Timur adalah salah satu pilot project Lapas Industri dan Zona Integrasi (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi / Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM) Unit Pelaksana Teknis/ UPT Pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Perbaikan terus menerus dilakukan di Lapas Kelas 1 Malang ke arah yang lebih baik untuk pelayanan pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) maupun Masyarakat.

Lapas Kelas I Malang Kanwil Kemenkumham Jatim memiliki program pembinaan kepribadian dan kemandirian bagi seluruh WBP. Diharapkan dengan program pembinaan yang dilakukan bisa membuat WBP bisa menunjukkan penurunan tingkat resiko melakukan pidana kembali dengan berkelakukan baik juga bisa sebagai agen moral kebaikan saat telah bebas kembali ke Masyarakat. Lapas Kelas I Malang meraih Penghargaan sebagai Zona Integritas WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani).

Mantan Kalapas Kelas I Malang, Heri Azhari telah banyak melakukan perubahan yang lebih baik di Lapas Kelas I Malang. Mulai dari meminimalisir penyelundupan barang terlarang ke dalam Lapas hingga memaksimalkan program Pembinaan Kepribadian dengan adanya program Tahfidz/Hafidz (hafalan Al-Qur'an) di Pondok Pesantren At Taubah. Kalapas Kelas I Malang sekarang, Ketut Akbar Herry Achjar bertekad menjadi Lapas yang Lebih Baik dan Anti Narkoba.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna Laoly pernah meresmikan Pondok Pesantren At Taubah di Lapas Kelas 1 Malang. Kakanwil Kemenkumham Jatim, Heni Yuwono berikan dukungan pada program kepribadian dan kemandirian yang dilakukan di Lapas.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang adalah salah satu pilot project WBK/WBBM UPT Pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Lapas Kelas I Malang atau Lapas Siji Malang (L'Sima) memiliki jargon APIK (Akuntabel, Profesional, Inovatif dan Kreatif).

L'SIMA PASTI APIK !
(HUMAS LAPAS KELAS I MALANG)

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler