Fenomena Sandwich Generation: Anak Adalah Aset di Masa Tua

Selasa, 7 November 2023 19:12 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sandwich generation adalah kondisi di mana seseorang berada di antara dua generasi, dan berperan untuk bertanggung jawab atas kehidupan dua generasi tersebut, termasuk dirinya sendiri. Fenomena ini banyak sekali terjadi di sekitar kita. Tentunya hal ini menjadi tantangan hidup seseorang yang berada dalam posisi tersebut.

Apa itu generasi sandwich

 

Keluarga modern sering dihadapkan pada tuntutan yang kompleks dan dinamis, terutama dalam hal merawat dua generasi yang berbeda usia secara bersamaan. Fenomena yang dikenal sebagai Generasi Sandwich ini menjadi semakin umum di masyarakat, di mana para seseorang harus mengatasi tanggung jawab merawat orang tua mereka yang lanjut usia, dan dalam waktu yang bersamaan juga bertanggung jawab mengurus anak-anak mereka, termasuk diri mereka sendiri. 

Dalam buku Dilema Generasi Sandwich Mempersiapkan Kesejahteraan Finansial dan Psikologi, dijelaskan bahwa  generasi sandwich merupakan orang-orang dewasa yang pada umumnya berusia di atas 25 tahun yang memiliki peran ganda. Istilah generasi sandwich sendiri dipopulerkan oleh seorang profesor pekerja sosial di Amerika Serikat, yakni Dorothy A. Miller (1981). Posisi yang berada di antara dua generasi membuat seseorang diibaratkan seperti roti sandwich.

Generasi sandwich muncul dengan sejumlah tantangan yang beragam. Memenuhi kebutuhan sehari-hari dari dua kelompok usia yang berbeda, seringkali memperkenalkan ketegangan dan tekanan pada keluarga yang merangkap sebagai "sandwich generation." Selain itu tantangan lain yang muncul ialah:

1. Beban Finansial

Merawat dua generasi sekaligus seringkali mengakibatkan tekanan finansial yang substansial. Biaya perawatan orang tua, biaya pendidikan anak, dan kebutuhan rumah tangga bisa meningkat secara signifikan.

2. Stres Emosional

Tanggung jawab ganda yang diemban seringkali memicu stres emosional yang luar biasa. Perasaan bersalah, kekhawatiran akan kesehatan dan kebutuhan keluarga dapat menjadi beban berat secara psikologis.

3. Waktu dan Perhatian

Perawatan terhadap dua kelompok usia yang berbeda membutuhkan waktu dan perhatian ekstra. Hal ini dapat mengganggu keseimbangan kehidupan pribadi dan profesional mereka.

Anak Sebagai Aset Tak Ternilai

Meskipun tantangan yang dihadapi oleh generasi sandwich bisa sangat menekan, anak seringkali menjadi aset yang sangat berharga dalam konteks ini.

1. Keterampilan Teknologi dan Pengetahuan

Anak-anak muda sering memiliki keahlian teknologi yang lebih baik. Mereka bisa membantu orang tua dalam memahami dan mengoperasikan perangkat-perangkat modern.

2. Pertukaran Perawatan

Ada dinamika saling bantu di mana orang tua membantu merawat cucu mereka sementara orang tua merawat anak mereka. Ini menciptakan lingkungan yang saling mendukung.

3. Dukungan Emosional

Anak seringkali menjadi sumber dukungan emosional bagi orang tua mereka. Mereka bisa memberikan cinta, perhatian, dan dukungan yang sangat dibutuhkan.

4. Perencanaan Masa Depan

Anak-anak juga bisa memberikan bantuan dalam hal perencanaan masa depan, baik itu keuangan maupun keputusan medis.

Generasi sandwich membawa tantangan yang nyata dalam masyarakat. Merawat dua generasi membutuhkan keseimbangan yang halus dan seringkali membawa beban finansial dan emosional yang besar. Meskipun demikian, anak sering kali menjadi aset berharga, memberikan dukungan emosional, pengetahuan teknologi, saling bantu, dan bantuan dalam perencanaan masa depan. Ini menegaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam mendukung satu sama lain dalam perjalanan kehidupan yang penuh tantangan.

 

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler