x

Aspal. Ilustrasi Pembangunan Jalan

Iklan

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Rabu, 6 Desember 2023 11:10 WIB

Aspal Buton Mencari Presiden Baru Periode 2024 –2029

Indonesia sudah 78 tahun merdeka. Dan sudah 7 kali berganti presiden. Tetapi mirisnya, belum ada satu orangpun presiden yang mampu mewujudkan industri hilirisasi aspal Buton untuk mensubstitusi aspal impor.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa pada tanggal 14 Februari 2024, adalah “Hari Pemilihan Umum” untuk memilih presiden dan wakil presiden baru periode 2024 - 2029. Ini adalah hari yang sangat istimewa, yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh rakyat Indonesia. Mengapa? Karena dengan terpilihnya presiden dan wakil presiden yang baru, maka rakyat akan memiliki harapan baru untuk dapat hidup lebih makmur dan sejahtera. Presiden dan wakil presiden memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang besar untuk melaksanakan Undang-Undang Dasar 1945. Antara lain UUD’45, Pasal 33, Ayat 3.

Indonesia sudah 78 tahun merdeka. Dan sudah 7 kali berganti presiden. Tetapi mirisnya, belum ada satu orangpun presiden yang mampu mewujudkan industri hilirisasi aspal Buton untuk mensubstitusi aspal impor. Fenomena sudah 45 tahun Indonesia mengimpor aspal ini, sejatinya tidak dapat diterima oleh akal sehat sama sekali oleh rakyat. Karena Indonesia memiliki sumber daya aspal alam di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, yang jumlah depositnya sangat besar. Mengapa Indonesia tidak mau memanfaatkan aspal Buton untuk mensubstitusi aspal impor yang jumlahnya 1,2 juta ton per tahun?. Diharapkan presiden baru periode 2024 – 2029 akan mampu menjawab tantangan ini.

Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan tiga pasangan capres dan cawapres sebagai berikut: Nomor urut 1, Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar. Nomor urut 2: Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Dan nomor urut 3: Ganjar Pranowo – Mahfud MD. Ketiga pasangan calon ini akan bersaing pada Pilpres 2024 dengan mengusung misi – visi  masing-masing untuk membangun Indonesia hingga 5 tahun ke depan atau 2029.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Adapun visi dari pasangan Anies – Muhaimin adalah: “Indonesia Adil Makmur untuk Semua”. Pasangan Prabowo – Gibran membawa visi “Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045”. Dan pasangan Ganjar – Mahfud mengusung visi ”Menuju Indonesia Unggul: Gerak Cepat Mewujudkan Negara Maritim yang Adil dan Lestari”.

Berdasarkan visi dari ketiga pasangan calon ini, visi siapakah yang paling erat kaitannya dengan harapan dari aspal Buton? Sehubungan sudah 7 orang presiden masih belum mampu mewujudkan industri hilirisasi aspal Buton, maka harapannya adalah presiden ke 8, periode 2024 – 2029, inilah yang akan mampu mewujudkan industri hilirisasi aspal Buton. Apa sejatinya, tujuan utama untuk mewujudkan industri hilirisasi aspal Buton? Tujuannya adalah untuk memakmurkan dan menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Kelihatannya, menurut visi dari ketiga pasangan calon tersebut, caranya bisa berbeda-beda, dan disampaikan dengan kalimat yang berbeda. Namun rakyat bisa menilai dengan jujur, siapakah calon pasangan yang paling paham dan mengerti apa sesungguhnya keinginan dan harapan rakyat kepada presiden baru periode 2024- 2029. Termasuk keinginan dan harapan dari aspal Buton sendiri.

Mengutip berita dari cnnindonesia.com, tanggal 8 November 2023, calon presiden Koalisi Indonesia untuk perubahan, Anies Baswedan, menyebut hilirisasi yang telah dijalankan oleh pemerintah selama ini belum cukup untuk mengenjot ekonomi dalam negeri. Hilirisasi perlu diimbangi oleh reindustrialisasi. Hal ini perlu dilakukan agar hilirisasi yang dilakukan bisa mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih besar. Anies menilai reindustrialisasi bisa mendorong tambahan kas negara.

Mengutip berita dari theconversation.com, tanggal 14 November 2023, dibandingkan pasangan lain, pasangan Prabowo – Gibran adalah yang paling banyak menyebutkan kata “hilirisasi” dalam programnya. Titik beratnya terlihat di hilirisasi mineral, meskipun sektor pertanian dan kelautan juga disinggung. Prabowo mengaku bakal melanjutkan program hilirisasi Presiden Joko Widodo.

Mengutip berita dari cnbcindonesia.com, tanggal 25 Oktober 2023, Ganjar bakal memprioritaskan program hilirisasi industri di Indonesia. Hilirisasi akan difokuskan pada Sumber Daya Alam dan Mineral di mana Indonesia memiliki keunggulan komparatif untuk menciptakan kompetitif dengan menggunakan pilihan teknologi yang berkelanjutan dengan cangkupan pasar seluas-luasnya.

Setelah kita mengetahui apa saja janji-janji yang akan diwujudkan oleh ketiga pasang calon presiden dan wakil presiden ini, apabila mereka akan terpilih nanti, apakah kita sudah mantap memiliki “jagoan” yang akan dipilih?. Tentunya, informasi yang hanya sedikit ini tidak bisa menggambarkan bagaimana rincian dari tahapan dan strategi untuk mencapai tujuan. Tetapi setidak-tidaknya, kita sudah bisa membedakan visi antara satu pasangan calon dengan pasangan calon lainnya sehubungan dengan kebijakan hilirisasi yang akan dilaksanakannya, apabila akan terpilih menjadi presiden dan wakil presiden yang baru periode 2024 – 2029.

Mengutip berita dari m.bisnis.com, tanggal 27 Oktober 2023, pasangan Anies – Muhaimin berencana untuk membentuk dana abadi atau resource endowment fund untuk riset energi baru terbarukan (EBT), insentif EBT, hingga peningkatan kualitas manusia. Dana abadi itu bakal bersumber dari pendapatan sumber daya alam seperti pendapatan dari mineral dan batubara (minerba) hingga minyak bumi dan gas (migas).

Apa yang berada di dalam kepala kita setelah membaca tulisan ini? Siapakah presiden baru periode 2024 – 2029 pilihan aspal Buton? Pastinya hanya boleh satu pasangan saja yang harus dipilih. Pasangan terbaik dari yang terbaik. Pasangan yang memiliki visi jauh ke depan. Bukan hanya sampai tahun 2045. Tetapi juga sampai ratusan tahun ke depan. Mengapa? Karena deposit aspal alam di Pulau Buton jumlahnya sangat besar, sehingga akan dapat diproduksi sampai lebih dari 100 tahun.

Dari pernyataan-pernyataan para calon presiden di atas, yang menjadi kekuatiran rakyat adalah pak Prabowo dan pak Ganjar akan melanjutkan program hilirisasi pak Jokowi. Sedangkan kita sudah tahu, bahwa pak Jokowi telah gagal untuk mewujudkan hilirisasi aspal Buton. Malah pak Jokowi akan menghentikan impor aspal pada tahun 2024, padahal aspal Buton sendiri belum mampu, dan siap untuk mengsubstitusi aspal impor. Apakah pak Prabowo dan pak Ganjar akan melanjutkan kebijakan pak Jokowi untuk stop impor aspal pada tahun 2024?.

Rakyat sangat berharapkan akan ada acara debat presiden mengenai visi dan misi calon presiden mengenai program hilirisasi, khususnya hilirisasi aspal Buton. Dimana sudah 7 orang presiden tidak mampu mewujudkannya. Ini adalah topik debat yang sangat menarik, karena sejatinya, program hilirisasi aspal Buton adalah program hilirisasi yang paling mudah dan cepat dapat dilaksanakan, dan hasilnya akan dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Tetapi mengapa ke 7 presiden Indonesia tidak mampu mewujudkannya. Ada apa?

Semoga presiden dan wakil presiden baru terpilih untuk periode 2024 – 2029, tidak aan membuang-buang waktu, dan menyia-nyiakan momentum, di dalam masa pemerintahannya yang hanya 5 tahun tersebut untuk dapat segera mewujudkan misi dan visi, serta janji – janji yang telah diucapkan di dalam kampanyenya. Meskipun secara implisit kata-kata “mewujudkan industri hilirisasi aspal Buton” tidak ada di dalam misi dan visi, serta janji – janji dalam kampanye, mudah – mudahan saja kata-kata itu sudah tersirat menyatu di dalam program – program pembangunan untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera. Aamiin..

Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu