x

Iklan

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Selasa, 19 Desember 2023 16:43 WIB

Jangan Tanya Apa yang Negara Bisa Berikan kepada Aspal Buton

Siapa lagi kalau bukan para generasi muda dan rakyat Buton yang harus memperjuangkan dan mewujudkan hilirisasi aspal Buton untuk mensubstitusi aspal impor? Kalau tidak sekarang, memilih calon presiden 2024 yang berani menandatangani “Kontrak PolitiK”, kapan lagi?.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Indonesia sudah 78 tahun merdeka. Dan sudah 7 kali berganti presiden. Mirisnya, hilirisasi aspal Buton masih belum juga terwujud untuk mensubstitusi aspal impor. Fenomena ini telah menunjukkan dengan terang kepada kita, bahwa negara tidak hadir untuk membantu dan menyelesaikan masalah-masalah aspal Buton. Sejatinya, apa sih masalah-masalah aspal Buton? Sejak tahun 1924, Indonesia sudah memiliki deposit aspal alam yang terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, yang jumlahnya sebesar 662 juta ton. Tetapi anehnya, alih-alih Indonesia mau mengelola dan memanfaatkan aspal Buton ini untuk mensubstitusi aspal impor, Indonesia malah lebih senang dan gembira mengimpor aspal terus. Bukankah hal ini perlu dipertanyakan oleh rakyat?

John F. Kennedy, mantan Presiden Amerika Serikat, pernah mengatakan: “Ask not what your country can do for you, but what you can do for your country”. Kata-kata bijak ini telah memotivasi para generasi muda dan rakyat Amerika Serikat, sehingga Amerika Serikat sekarang telah menjadi sebuah negara Adidaya. Sungguh sangat dahsyat sekali kharisma dari ucapan seorang presiden terhadap kemajuan bangsanya. Sehingga hal ini perlu ditiru dan dicontoh oleh presiden-presiden dari negara-negara lain, termasuk presiden Indonesia.

Sehubungan dengan fenomena Indonesia sudah merdeka selama 78 tahun. Dan sudah 7 kali berganti presiden. Tetapi mirisnya, hilirisasi aspal Buton masih belum terwujud untuk mensubstitusi aspal impor, apa yang seharusnya presiden RI ke 8 perbuat untuk segera mewujudkan hilirisasi aspal Buton? Mengacu kata-kata bijak dari John F. Kennedy, maka presiden RI ke 8 harus berani mengucapkan: “Jangan tanya apa yang negara bisa berikan untuk aspal Buton, tetapi apa yang aspal Buton bisa berikan kepada negara”. Semoga saja kata-kata bijak dari presiden RI ke 8 ini akan mampu memotivasi para generasi milenial dan Gen-Z di Pulau Buton untuk bisa memberikan aspal Buton kepada negara.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana caranya agar generasi muda dan rakyat di Pulau Buton bisa memberikan aspal Buton kepada negara?. Seperti yang sudah kita ulas di atas, bahwa selama 78 tahun Indonesia merdeka, sejatinya, negara tidak pernah hadir untuk membantu dan menyelesaikan masalah-masalah aspal Buton untuk mensubstitusi aspal impor. Oleh karena itu, upaya-upaya yang harus dilaksanakan sekarang adalah bagaimana caranya agar negara harus hadir untuk membantu dan menyelesaikan masalah-masalah aspal Buton. Itulah hal pertama dan utama yang harus dilakukan. Generasi muda dan rakyat Buton harus berani berjuang sekuat tenaga untuk memastikan bahwa negara hadir untuk membantu dan menyelesaikan masalah-masalah aspal Buton.

Bagaimana caranya agar generasi muda dan rakyat Buton bisa memastikan negara hadir untuk membantu dan menyelesaikan masalah-masalah aspal Buton? Bukankah sudah ada Bupati Buton, dan Gubernur Sulawesi Tenggara, yang seharusnya mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan memastikan bahwa negara hadir untuk membantu dan menyelesaian masalah-masalah aspal Buton? Ingat, Indonesia sudah merdeka selama 78 tahun. Dan hilirisasi aspal Buton masih belum juga kunjung terwujud. Hal ini telah membuktikan dengan jelas bahwa seorang Bupati Buton, dan Gubernur Sulawesi Tenggara, masih belum cukup kuat dan tangguh untuk melawan kebijakan aspal impor. Oleh karena itu, masalah-masalah aspal Buton hanya dapat dibantu dan diselesaikan oleh seorang presiden RI saja yang memiliki kekuasaan tertinggi di NKRI.

Bagaimana caranya agar presiden RI ke 8 nanti mau dan bersedia membantu dan menyelesaikan masalah-masalah aspal Buton? Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa pada tanggal 14 Februari 2024 adalah hari pemilihan umum untuk memilih presiden dan wakil presiden baru periode 2024 – 2029. Para generasi muda dan rakyat Buton harus memanfaatkan kesempatan baik ini dengan memilih capres dan cawapres yang akan dapat membantu dan menyelesaikan masalah-masalah aspal Buton. Rakyat Buton harus memilih presiden yang peduli dengan kesejahteraan rakyat di seluruh Indonesia. Dan jangan sampai tertipu lagi dengan janji-janji manis dan muluk-muluk seperti yang telah terjadi pada pilpres yang lalu.

Bagaimana kiat-kiat dan caranya untuk memilih presiden RI ke 8 yang pasti akan mau membantu dan menyelesaikan masalah-masalah aspal Buton? Syarat pertama adalah. apakah capres tersebut sudah pernah mengucapkan: “Jangan tanya apa yang negara bisa berikan untuk aspal Buton, tetapi apa yang aspal Buton bisa berikan kepada negara?”. Apabila capres tersebut sudah pernah mengucapkan kata-kata bijak ini, maka syarat kedua adalah para generasi muda dan rakyat Buton harus segera menyiapkan sebuah “Kontrak Politik” kepada capres tersebut untuk ditandatangninya. Adapun bunyi “Kontrak Politik” tersebut adalah: “Mewujudkan hilirisasi aspal Buton untuk mensubstitusi aspal impor di dalam 2 tahun pertama masa pemerintahannya”. Dan seandainya capres tersebut berani menandatangani “Kontrak Politik” ini, maka pilihlah capres ini pada tanggal 14 Februari 2024.

Sekarang mari kita renungkan bersama, apa makna dari kata-kata bijak ini: “Jangan tanya apa yang negara bisa berikan untuk aspal Buton, tetapi apa yang aspal Buton bisa berikan kepada negara”. Maksud dari kata-kata bijak ini adalah apabila para generasi muda dan rakyat Buton bisa memberikan aspal Buton (Kontrak Politik untuk mewujudkan hilirisasi aspal Buton) kepada capres 2024, maka insya Allah capres 2024 tersebut akan berjanji untuk mau membantu dan menyelesaikan masalah-masalah aspal Buton, apabila beliau akan terpilih menjadi presiden RI ke 8 periode 2024 – 2029. Peristiwa ini merupakan hukum ketertarikan yang menyatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan. Ketika kita membayangkan pikiran-pikiran, maka pikiran-pikiran itu dikirim ke Semesta, dan secara magnetis pikiran akan menarik semua hal yang serupa, dan lalu dikembalikan pada sumbernya, yaitu kita.

Kesimpulannya, upaya-upaya yang harus dilaksanakan oleh para generasi muda dan rakyat Buton adalah meminta kepada ke 3 capres pemilu 2024 untuk menandatangi “Kontrak Politik”: “Mewujudkan hilirisasi aspal Buton untuk mensubstitusi aspal impor dalam 2 tahun pertama masa pemerintahannya”. Dan pilihlah capres yang berani menandatangi “Kontrak Politik” ini. Dan kalau ketiga-tiga capres semua berani menandatangani “Kontrak Politik” ini, maka tanyakan kepada ke 3 capres tersebut: ”Indonesia sudah 78 tahun merdeka. Mengapa negara selama ini tidak hadir untuk membantu dan menyelesaikan masalah-masalah aspal Buton?”. Pilihlah capres yang dapat menjawab pertanyaan ini dengan senyuman. Dan bukan dengan marah-marah.

Ada sebuah kata-kata bijak lagi dari John F Kennedy yang paling pas dan tepat untuk dicatat oleh para generasi muda dan rakyat Buton, yang berbunyi sebagai berikut: “ If not us, who? If not now, when?”. Ini adalah sebuah pertanyaan, siapa lagi kalau bukan para generasi muda dan rakyat Buton yang harus memperjuangkan dan mewujudkan hilirisasi aspal Buton untuk mensubstitusi aspal impor? Kalau tidak sekarang, memilih calon presiden 2024 yang berani menandatangani “Kontrak PolitiK”, kapan lagi?.

Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler