x

Penggunaan media digital pada materi pemanasan global

Iklan

alffito deannofal

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 19 Februari 2024

Selasa, 27 Februari 2024 06:44 WIB

Masa Depan RRI di Era Digitalisasi

Munculnya perkumpulan-perkumpulan stasiun radio disebabkan karena NIROM hanya mencari keuntungan finansial belaka. Selain itu Nirom juga membantu kukuhnya penjajahan di Hindia Belanda.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sejarah Berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI)
Radio Republik Indonesia (RRI) adalah jaringan radio publik berskala nasional di Indonesia. RRI didirikan pada tanggal 11 September 1945 dan diperingati sebagai Hari Radio Indonesia. Sejarah Radio Republik Indonesia bermula sejak pendiriannya secara resmi pada tanggal 11 September 1945 oleh para tokoh yang sebelumnya aktif mengoperasikan beberapa stasiun radio Jepang di enam kota. dr. Abdulrahman Saleh terpilih sebagai pemimpin umum RRI yang pertama. Siaran radio yang pertama di Indonesia (Hindia Belanda pada saat itu) dalah Bataviase Radio Vereniging (BRV) di Batavia. Stasiun radio ini didirikan pada tanggal 16 Juni 1925.

Semua stasiun radio di Indonesia semasa penjajahan Belanda berstatus swasta. Sejak adanya BRV di Batavia, muncul berbagai badan radio siaran lain di berbagai kota di Indonesia, antara lain Nederlandsch Indische Radio Omroep Masstchapyj (NIROM) di Jakarta, Bandung, dan Medan; Solossche Radio Vereniging (SRV) di Solo; Mataramse Verniging Voor Radio Omroep (MAVRO) di Yogyakarta; Verniging Oosterse Radio Luisteraars (VORL) di Bandung; Vereniging Voor Oosterse Radio Omroep (VORO) di Surakarta; Chineese en Inheemse Radio Luisteraars Vereniging Oost Java (CIRVO) di Surabaya; Eerste Madiunse Radio Omroep (EMRO) di Madiun; dan Radio Semarang di Semarang. Di Medan, selain NIROM, juga terdapat radio swasta Meyers Omroep Voor Allen (MOVA), yang diusahakan oleh tuan Meyers, dan Algeemene Vereniging Radio Omroep Medan (AVROM).

Di antara sekian banyak badan radio siaran tersebut, NIROM adalah badan yang terbesar dan terlengkap, karena mendapat bantuan penuh dari pemerintah Hindia Belanda. Hal itu beda sekali dengan badan-badan radio siaran lainnya yang berbentuk perkumpulan swasta, terutama yang diusahakan bangsa pribumi, yang hidupnya dari iuran para anggota. Munculnya perkumpulan-perkumpulan stasiun radio di kalangan bangsa Indonesia disebabkan kenyataan bahwa NIROM yang memang dapat bantuan dari pemerintah Hindia Belanda itu lebih bersifat perusahaan yang mencari keuntungan finansial dan membantu kukuhnya penjajahan di Hindia Belanda. Pada saat itu pemerintah penjajahan Belanda menghadapi semangat kebangsaan di kalangan penduduk pribumi yang berkobar sejak tahun 1908, lebih-lebih setelah tahun 1928.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Terbentuknya Radio Republik Indonesia (RRI)
Bagi orang radio semakin jelas, bahwa dalam situasi yang demikian, siaran Radio merupakan alat yang mutlak diperlukan oleh pemerintah Republik Indonesia untuk berhubungan dan memberi tuntunan kepada rakyat, apa yang harus dikerjakan. Dari berita-berita radio luar negeri diketahui, bahwa yang akan menduduki Jawa dan Sumatra adalah tentara Inggris atas nama sekutu. Tugas Mereka melucuti tentara Jepang dan memelihara keamanan, sampai pemerintahan Belanda dapat menjalankan kembali kekuasaanya di Indonesia. Dengan berita-berita itu kita ketahui, bahwa kedaulatan Belanda atas Indonesia masih diakui oleh Sekutu. Suatu pemerintahan yang disebut Netherlands Indie Civil Administration (NICA) akan didirikan di Indonesia oleh pemerintah Kerajaan Belanda.

Apa Yang Terjadi Pada RRI Di Masa Depan?
Radio pernah menjadi primadona anak muda di jamannya, kini hal tersebut bisa dibilang hanya sebuah cerita dengan semakin banyaknya opsi hiburan yang ada. Media konvensional seakan tertinggalkan. Perkembangan zaman memang sesuatu yang tidak bisa dihindarkan, dan media konvensional harus mencari jalan untuk selalu relevan.

Dalam era pesatnya teknologi informasi, siaran radio tetap mempertahankan eksistensinya. Meskipun banyak platform media lain yang bermunculan, radio memiliki kekhasan yang tak tergantikan. Keunikan radio yang bersifat auditif mampu membangkitkan imajinasi pendengar, sesuatu yang tidak dapat digantikan oleh media visual. Seharusnya Radio beradaptasi dengan multiplatform, termasuk podcast dan media sosial, untuk meningkatkan pencapaian target audiens dan mengembangkan kemampuan para penyiar.

Ke depannya adaptasi-adaptasi seperti itu memang harus selalu dikembangkan, terutama dengan menjamurnya media hiburan berbasis audio seperti siniar atau yang lebih dikenal dengan nama podcast. Media besar seperti radio tidak perlu merasa terancam dengan adanya siniar, justru dengan adanya pesaing baru seharusnya menjadi pacuan bagi media konvensional untuk terus berinovasi. Karena podcast ini baru
dimulai, bagaimanapun media yang sudah ada itu kan punya dukungan yang besar dan punya tim yang cukup besar juga harusnya itu bisa jadi amunisi dan inovasi akan berbahaya buat radio kalo engga menyesuaikan diri dengan yang ada.

Karakteristik khas radio yang berbasis audio. Radio dapat dinikmati sambil beraktivitas, menjadikannya satu-satunya media yang bisa dikonsumsi penuh saat berkegiatan. Di tengah ekosistem digital, radio tetap relevan dan menantang para pengelola untuk terus beradaptasi. Perubahan ini memerlukan persiapan, termasuk
meracik konten kreatif. Bagaimanapun, tantangan tersebut juga membuka peluang baru bagi radio untuk terus berkembang dan memperkuat eksistensinya di dunia digital. Radio ibaratnya surat kabar atau koran yang informasi nya penting dan cepat, podcast lebih kaya majalah yang sifatnya timeless yang lebih cair tapi keduanya punya kunci masing- masing untuk mengoptimalkan fungsinya, supaya akhirnya pendengar membutuhkan dua-duanya.

Jadi, meskipun teknologi terus berkembang, radio akan terus hidup selama mampu berinovasi dan beradaptasi dengan baik. Seperti kata pepatah, “Radio tidak akan mati, asalkan kita terus bergerak bersama arus perubahan.”

Saran Untuk Mengantisipasi Masa Depan RRI
RRI (Radio Republik Indonesia) memiliki peran penting dalam memperkaya budaya dan menyebarkan informasi di Indonesia. Berikut beberapa saran untuk mengantisipasi masa depan RRI:

  1. Adaptasi Teknologi
    Inovasi Berbasis AI terus mengembangkan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan pengalaman pendengar. Contohnya, RRI SPRINT (Sistem Pelacak Ragam Informasi News Terkini) yang memuat big data jurnalistik, termasuk teks, audio, video, dan infografis dari seluruh stasiun RRI di Indonesia. AI dapat membantu mengelola dan mengarsipkan konten secara efisien, memungkinkan RRI untuk lebih responsif dalam menyajikan berita dan informasi.
  2. Penggunaan Voice Recognition                                                                                      Mengintegrasikan teknologi pengenalan suara dengan AI. Ini memungkinkan pendengar untuk berinteraksi dengan RRI melalui perintah suara, seperti memutar program tertentu atau mendapatkan informasi terkini. Pengenalan suara juga dapat digunakan untuk mengoptimalkan proses produksi dan penyiaran.
  3. Konten Personalisasi
    AI dapat membantu menganalisis preferensi pendengar dan memberikan konten yang lebih relevan. Misalnya, rekomendasi program berdasarkan sejarah pendengaran atau minat tertentu. Personalisasi akan meningkatkan keterlibatan pendengar dan memperkuat loyalitas terhadap RRI.
  4. Pelatihan dan Pendidikan
    Melibatkan staf dan penyiar dalam pelatihan AI dan teknologi terkait. Memastikan mereka memahami potensi dan batasan teknologi ini. Pendidikan tentang etika penggunaan AI juga penting untuk memastikan kepatuhan dan perlindungan privasi.
  5. Kemitraan dengan Industri Teknologi
    Berkolaborasi dengan perusahaan teknologi untuk mengembangkan solusi AI yang sesuai dengan kebutuhan RRI. Memanfaatkan pengetahuan dan sumber daya dari mitra industri untuk menghadapi perubahan teknologi.

Generasi muda juga memiliki peran kunci dalam mengawal masa depan RRI. Sebagai penerus bangsa, mereka dapat berkontribusi dengan ide-ide segar dan semangat untuk memajukan lembaga ini menuju Indonesia Emas.

Dengan mengambil langkah-langkah ini, RRI dapat mengantisipasi masa depan dengan baik dan tetap relevan dalam era digital yang terus berkembang.

*) Artikel Ini Merupakan Tugas Kuliah Mata Kuliah Komunikasi Digital Prodi Produksi Media. Dengan Dosen Pengampu Rachma Tri Widuri, Sos.,M.Si.

Ikuti tulisan menarik alffito deannofal lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler