Aku, Sekeping Dosa, dan Sekuntum Doa di Kaki Salib-Mu

Senin, 4 Maret 2024 22:31 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sebab tanpa-Mu, aku hanyalah segumpal debu - Silivester Kiik (2024)

: Pada Sebuah Keheningan dan Air Mata

Tubuh Kudus-MU yang tergantung di salib kayu kasar,

ialah lambang dosa-dosaku telah dihapuskan,

tetapi hingga peristiwa ini berulang kali,

aku masih belum sadar diri,

aku bahkan lebih rajin menabung dosa-dosa lagi,

untuk melihat-Mu lebih sengsara,

dalam luka dan wajah kematian-Mu. 

 

Tubuh-Mu terbaring kaku dalam segala cinta yang hening,

mengajak kalbu mengarungi kedalamannya,

sebagai media murni kehidupan,

sampai tiba waktunya bangkit sebagai kebenaran,

untuk lahir baru; menjadikan-Mu Sang Putera sebagai teladan

sejati jejak langkah-langkahku. 

 

Aku menyaksikan tetes demi tetes darah mulai mengering,

mengandung penyerahan yang mendalam,

sebagai buah kasih sejati: lalu; mengapa hati ini masih mengeras,

kepala menengadah arogan,

jiwa yang suka memeluk pembenaran,

pikiran yang rajin memburu pembelaan,

mengapa? oh, Yesus Puteraku,

teriakan akhir “Bapaku... Bapaku... mengapa Engkau meninggalkan

Aku?” sepertinya sia-sia dalam segala pikirku, kataku, juga

tingkahku. 

 

Ya Yesus; Engkau telah memperbaharui dunia lewat kematian-Mu

yang mulia, resapkanlah dalam diriku, diri sesama kami karya

belas kasih-Mu ini,

sehingga aku selalu diingatkan pada misteri agung ini,

dan boleh mengabdikan diriku sepenuhnya hanya dalam

tangan cinta-Mu, sebab tanpa-Mu, aku hanyalah segumpal debu.

 

Atambua, 04 Maret 2024

Bagikan Artikel Ini
img-content
Silivester Kiik

Penulis Indonesiana.id, Guru, Penulis, Founder Sahabat Pena Likurai, Komunitas Pensil, dan Pengurus FTBM Kabupaten Belu. Tinggal di Kota Perbatasan RI-Timor Leste (Atambua).

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua