Memahami Cara Cek Massa Otot Tubuh dan Tip Membangunnya

Kamis, 13 Juni 2024 12:30 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Otot merupakan salah satu jaringan penyusun tubuh bersama dengan lemak, tulang, air dan jaringan non-lemak lainnya.

Otot merupakan salah satu jaringan penyusun tubuh bersama dengan lemak, tulang, air dan jaringan non-lemak lainnya. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk menjaga persentase massa otot tubuh yang ideal. Dalam hal ini, Anda mungkin perlu mengetahui cara memeriksa massa otot tubuh Anda. Untuk mengetahuinya dengan lebih lanjut mari simak ulasannya pada artikel berikut ini.

Pentingnya Mengetahui Persentase Massa Otot Tubuh

Persentase massa otot tubuh merupakan salah satu indikator paling penting yang dapat digunakan untuk memantau kondisi kesehatan. Pasalnya, seiring bertambahnya usia, massa otot tubuh secara alami akan semakin berkurang. Penurunan massa, fungsi dan kekuatan otot akibat bertambahnya usia. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dan sarcopenia ini sendiri dapat terjadi mulai usia 30 tahun. Namun jika persentase massa otot tubuh cenderung jauh lebih tinggi, maka hal ini dapat membantu memperlambat risiko sarkopenia. Selain itu, massa otot yang terlalu rendah juga dapat dikaitkan dengan kondisi medis tertentu, seperti:

- Penurunan kualitas hidup akibat kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

- Sindrom metabolik.

- Diabetes.

- Osteoporosis.

- Peningkatan risiko komplikasi pasca operasi.

Peningkatan risiko kematian dini.

Untuk itu, sangat penting seklai bagi setiap individu untuk terus menjaga persentase massa otot tubuh idealnya sebaik mungkin. Hingga pada saat ini, masih belum ada pedoman khusus untuk menentukan persentase massa otot tubuh paling ideal. Pasalnya, massa otot normal setiap individu bisa berbeda-beda, tergantung jenis kelamin, bentuk tubuh, dan frekuensi aktivitas fisik yang biasa dilakukan.

Cara Memeriksa Massa Otot

Ada tiga cara yang bisa digunakan untuk memeriksa persentase massa otot tubuh, antara lain menghitung persentase lemak tubuh, menggunakan rumus perhitungan dari militer Amerika Serikat, dan melalui pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI). Berikut penjelasannya masing-masing.

Menggunakan Monitor Komposisi Tubuh

Cara menghitung massa otot yang pertama adalah dengan menggunakan monitor komposisi tubuh profesional. Monitornya berbentuk seperti timbangan biasa tersedia di gym. Metode ini menggunakan teknik impedansi bioelektrik yang menggunakan arus listrik yang dialirkan ke seluruh tubuh. Tidak hanya berfungsi mengukur massa otot, monitor komposisi tubuh juga bisa mendeteksi sejumlah hal, seperti persentase lemak tubuh, jumlah total air, kandungan lemak organ, dan laju metabolisme basal.

Menggunakan Rumus Perhitungan dari Militer Amerika Serikat

Militer Amerika Serikat ini sendiri telah memiliki rumus perhitungan khusus yang bisa memperkirakan persentase lemak tubuh. Cara yang satu ini dilakukan dengan mengukur lingkar tubuh pada beberapa bagian tubuh yang berbeda. Kemudian lingkar badan digunakan untuk menentukan nilai keliling (CV). Bagi pria, nilai lingkar dapat ditentukan dengan menghitung lingkar perut dikurangi lingkar leher. 

Sedangkan nilai lingkar untuk wanita dihitung dari lingkar pinggang ditambah lingkar pinggul, kemudian dikurangi lingkar leher. Selanjutnya CV dan tinggi badan seseorang dimasukkan pada grafik perkiraan persentase lemak tubuh yang telah dihitung sebelumnya. Hasil perhitungan grafis tersebut juga bisa digunakan untuk memperkirakan persentase massa pada tubuh tanpa lemak, termasuk massa otot.

Menggunakan Pencitraan Resonansi Magnetik (MRI)

Cara paling akurat untuk memeriksa massa otot adalah menggunakan magnetic resonance imaging (MRI). Pasalnya, metode ini menggunakan teknologi magnet yang kuat untuk mendapatkan gambaran massa otot seseorang. Dokter dapat mengarahkan pasien untuk berbaring di mesin khusus MRI. Kemudian, medan magnet dari mesin akan mengatur ulang sebentar atom hidrogen di dalam tubuh. Ini juga akan segera melepaskan energi yang dapat digunakan mesin untuk menentukan massa otot.

Tips Membangun Massa Otot

Massa otot tubuh dapat menurun seiring bertambahnya usia. Meski demikian, Anda tetap bisa menjaga persentase massa otot tubuh ideal dengan rutin berolahraga dan memenuhi asupan nutrisi tubuh sebaik mungkin. Anda juga bisa melakukan latihan kekuatan atau latihan beban, misalnya latihan menggunakan barbel/dumbel, resistance band, atau bahkan latihan fisik yang menggunakan beban tubuh Anda sendiri, seperti push up, squat, high-intensity interval training (HIIT), dan Pilates untuk membangun massa otot.

Jenis latihan ini dikenal dapat memperkuat otot dengan mendorongnya bekerja melawan hambatan eksternal. Agar mendapatkan hasil yang optimal, disarankan untuk melakukan olahraga ini secara konsisten minimal dua kali seminggu selama beberapa minggu hingga bulan. Untuk menunjang pertumbuhan sekaligus memperlambat hilangnya massa otot akibat bertambahnya usia, Anda juga disarankan untuk rutin melakukan olahraga kardio, seperti aerobik, jogging, dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk asupan nutrisi ini sendiri, Anda sangat perlu untuk memenuhi kebutuhan kalori tubuh untuk meningkatkan dan menjaga massa otot secara keseluruhan. Disarankan untuk memenuhi 10–35% asupan kalori harian dari makanan berprotein tinggi untuk membantu pembentukan dan perbaikan jaringan otot pada tubuh. Berikut ini adalah beberapa contoh makanan berprotein paling tinggi:

- Daging merah tanpa adanya lemak.

- Unggas.

- Daging ikan.

- Telur.

- Kacang-kacangan.

Demikian ulasan tentang Memahami Cara Cek Massa Otot Tubuh dan Tips Membangunnya seperti yang dilansir alexistogel, semoga bermanfaat.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Jenny Aurora

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua