Orang Borgo Manado, Sulawesi Utara

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Orang Borgo di Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) merupakan keturunan dari bangsa Spanyol, Portugis, dan Belanda.

Orang Borgo adalah salah satu golongan penduduk yang merupakan bagian dari suku bangsa Minahasa, berdiam di daerah Sulawesi Utara (Sulut), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada masa lalu mereka banyak berdiam di Kota Manado, Kema Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Tanawangko Kabupaten Minahasa, dan Kota Amurang Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Mereka ini pada mulanya merupakan golongan peranakan dari orang Eropa, yaitu Belanda, Portugis, dan Spanyol.

Nama “Borgo” itu berasal dari kosa kata bahasa Belanda Burger, dan mereka disebut Vrijburgers, yaitu ‘Bebas’. Mereka ini pernah mendapat hak istimewa dari Pemerintah Belanda untuk tidak usah membayar pajak, tidak seperti yang diwajibkan kepada orang-orang Minahasa umumnya pada waktu itu.

Kebebasan itu mereka peroleh sampai dengan tahun 1919. Pada tahun 1921 jumlah mereka tercatat sebanyak 11.516 jiwa. Sekarang Orang Borgo hampir tidak tampak lagi, karena mereka sudah mengidentifikasi sebagai orang Minahasa umumnya.

Di sekitar Kota Manado, mereka terasimilasi sebagai orang Manado. Bahasa Melayu Manado sendiri terbagi atas tiga dialek, yaitu dialek Melayu Pantai, Melayu Gunung, dan Melayu Kota.

Dialek yang disebut pertama yang dipakai oleh orang-orang sekitar pantai terutama di kalangan orang-orang Borgo. Di tempat lain mereka telah membaur dengan kelompok lain, misalnya menjadi Orang Tombulu, Orang Tontemboan, dan Orang Tonsea.

Secara sosiologis maupun antropologis dalam konteks etnisitas, masyarakat keturunan Borgo akhirnya sudah merupakan bagian dari Etnik Minahasa yang hidup di daerah Sulawesi Utara.

Berdasarkan ciri-ciri fisiknya, masyarakat keturunan Borgo memiliki tampang Endo; adalah turunan dari orang Spanyol, Portugis, dan Eropa.

Nama keluarga atau fam dari masyarakat keturunan Borgo bernuansa kebaratan, seperti : Frans, George, ThomasLucas, Paulus, Van Behen, Van Bone, Douwesdekker, Meyer, Winter, Marcus, Setlight, Heydemanns, Gontha, Matheozs, Andries, Boulegraaf, Molenaar, Fredrick, GoloseVan Derslood dan lainnya.

Pengaruh masyarakat keturunan Borgo terhadap seni tradisional sebagai bagian dari identitas daerah Sulawesi Utara, adalah tarian Katrili dan Figura.

Cara hidup orang Sulawesi Utara yang terkenal terbuka (berterus-terang) dalam menyatakan pendapat, mudah beradaptasi alias bergaul, percaya diri dan berpenampilan Parlente; karena dipengaruhi oleh budaya Borgo.

Menurut catatan sejarah, Kota Manado mulai mekar sejak kedatangan Musafir Spanyol dan Portugis dipertengahan abad XVI. Sejak saat itu Kota Manado mulai mendapat perhatian dari “Orang Gunung” (sebutan penduduk asli Minahasa ketika itu), terutama setelah dibangun sekolah-sekolah dan gereja oleh misionares Katholik Portugis dan Spanyol. Berlanjut dengan gereja-gereja Protestan dari Belanda dan Jerman.

Kota Manado kemudian mulai dan terus berkembang dengan adanya masyarakat keturunan Spanyol, Portugis, Jerman, dan Belanda. Juga dengan kedatangan orang-orang yang berasal dari Jawa, Banjar, Flore, Timor, dan Maluku sehingga terbentuklah masyarakat Kota Manado  yang heterogen dengan bahasa Melayu Pasar atau dialek Manado sebagai bahasa pengantar.

Jumlah penduduk Kota Manado  pada tahun 1854, tercatat berkisar 2.529 orang. Diantaranya terdapat 1.043 orang keturunan Borgo dan 291 orang keturunan Eropa, 630 orang keturunan Cina serta selebihnya orang keturunan Arab dan pribumi Minahasa.

Hal ini terjadi karena Kota Manado ketika itu hanya berfungsi sebagai pusat niaga untuk berbelanja dan bukan tempat pemukiman bagi pribumi Minahasa yang tetap tinggal di pedalaman hinterland. (Rafans Sulutindo),-

Bagikan Artikel Ini
img-content
N Raymond Frs

Seorang Amtenar Pemerhati Pariwisata Daerah Sulawesi Utara

0 Pengikut

img-content

Kegiatan Usaha Hiburan dan Rekreasi Pariwisata

Selasa, 15 Oktober 2019 18:10 WIB
img-content

Akses Ke Wilayah Kepulauan Sulawesi Utara

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
Lihat semua