x

Iklan

Taufik

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Dompet Donasi Pembangunan, Solusi untuk Infrastruktur Bebas

Gagasan untuk pembangunan bangsa.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Tulisan ini saya tujukan kepada Bapak Jokowi dan seluruh Rakyat Indonesia

Saya lihat melalui media, Pak Jokowi telah / sedang melakukan pembangunan di berbagai bidang dan diberbagai daerah. Pembangunan tersebut tentu membutuhkan biaya yang besar.

Dengan semangat Gotong-royong yang besar dari Rakyat Indonesia, saya berharap Negara dapat mendorong partisipasi aktif Rakyat. Sumbangan pikiran, tenaga & biaya dari rakyat agar di fasilitasi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sumber pendapatan Negara untuk membiayai Pembangunan tersebut adalah dari pajak, hutang negara, setoran BUMN dll. Dengan ini saya usulkan sumber pendapatan lain, yaitu semacam Dompet Donasi Pembangunan dimana Rakyat dapat menyumbang dana secara Sukarela, terkoordinasi & transparan kepada negara.

Bagi sebagian rakyat, kata Pajak menimbulkan kesan yang tidak nyaman, seperti jaman kompeni.  Mungkin bila bentuknya donasi, masyarakat kita yang majemuk mungkin ada yang tergerak hatinya untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pembangunan dengan menyisihkan dana pribadi. Ini juga bisa jadi sumber pendapatan negara.

Secara teknis, saya juga mengusulkan untuk dibentuk sebuah lembaga negara yang bertujuan mengajak,  mendorong, menampung, membuat sistem & melaporkan dana donasi Pembangunan yang diperoleh dari masyarakat tsb. Tentu saja secara Transparan dan Profesional.

Mengajak dalam hal ini melakukan Revolusi Mental, masyarakat yang pada umumnya lebih suka meminta ke negara menjadi lebih suka memberi ke negara.

Lembaga tersebut bisa dibawah Presiden langsung atau Mentri keuangan, tetapi bukan dibawah Mentri Sosial. Karena bukan dana untuk sosial, tapi dana untuk Pembangunan.

Bila Sistem/Program donasi ini bisa dijalankan, maka kita bisa dicontoh oleh Negara-negara lain di Dunia.

Bila pajak adalah Kewajiban sebagai warga negara, maka Donasi adalah Hak sebagai warga negara.

Contoh:

1 orang warga negara menyumbang Rp. 100.000,- dikali misal ada 100 juta warga negara yang menjadi donatur (Dari total 250 jutaan rakyat Indonesia) maka ada 10 Triliun dana tersedia . Ini hanya hitungan rata-rata, mungkin ada yang donasi  1 juta, 10 juta dst.

Namanya Sukarela, ini hanya memberi gambaran singkat.

Mungkin daripada dipaksa bayar pajak, akan lebih baik diketuk hatinya untuk menyumbang dana pembangunan

Contoh aplikasi dengan cara kolektif dari sistem ini sangat mudah. Kita bisa mulai dari bawah, dari RT. Biasanya di depan pintu rumah kita tertulis : "Tidak menerima sumbangan tanpa seijin RT/RW" Tapi ini nanti Pak RT sendiri yang akan minta sumbangan kepada warga secara kolektif. Didata & disetorkan ke RW, lanjut ke kelurahan, kecamatan, Bupati, Gubernur sampai akhirnya Mentri keuangan.

Bila Bapak RT tidak melakukan hal ini berarti, Bapak RT tsb tidak memberikan hak kepada warganya untuk berperan aktif dalam pembangunan. Selain Kolektif juga bisa secara pribadi.

Simpel bukan.

Sewaktu jaman perjuangan, kita bisa lihat para pejuang negri rela berkorban jiwa raga, harta bahkan nyawa demi Indonesia. Saatnya kita pun segera tiba bila sistem ini dijalankan, kita bisa lebih aktif lagi berpartisipasi dalam pembangunan. Semangat Gotong-Royong dan cinta Negri akan melandasinya.

Ini akan menjadi sebuah lingkaran.

Donasi -> Pembangungan -> Lapangan kerja -> Penghasilan Warga Negara -> Donasi

Mari gelorakan semangat membangun negri.

Bila ini adalah hal yang baik, mohon untuk men 'share' nya ke sebanyak mungkin orang hingga nanti sampai ke Pak Jokowi. Tentu saja 'share' lah dengan santun.

 

Atas masukan dari Seseorang yang baik hati, tulisan ini mendapat perbaikan pada bagian judul dan ditayang ulang.

 

Terima kasih

Taufik

Ikuti tulisan menarik Taufik lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler